Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Larangan BPA di Negara Maju, ini Kata Pakar Polimer
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Larangan BPA di Negara Maju, ini Kata Pakar Polimer

Atti K. Selasa, 27 Agustus 2024 | 20:03 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Diskusi bertajuk "Fomo Apa-Apa BPA Free". FILE/Telegraf
Bagikan

Telegraf – Banyak negara di seluruh dunia makin memperketat regulasi untuk mengendalikan paparan senyawa Bisfenol A (BPA). Indonesia pun akhirnya mulai mewajibkan peringatan label bahaya BPA pada galon guna ulang polikarbonat.

Dalam lima tahun terakhir, negara-negara Eropa bahkan sudah bertindak lebih jauh ketimbang Indonesia, dalam memperketat penggunaan Bisfenol A (BPA) untuk kemasan makanan dan minuman. Bukan cuma memperkecil batas migrasi BPA, Eropa juga secara drastis menurunkan angka asupan harian (total daily intake/TDI) pada asupan tercemar BPA yang bisa dikonsumsi manusia setiap hari.

Regulasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah cukup transparan dengan mengeluarkan regulasi terkait pelabelan bahaya BPA pada galon guna ulang polikarbonat, setelah sebelumnya mendapatkan data tiga kali hasil pemeriksaan pada fasilitas produksi dalam kurun waktu 2021-2022, di mana didapati kadar BPA yang bermigrasi pada air minum dengan jumlah melebihi ambang batas aman 0,6 ppm mengalami peningkatan berturut-turut sebesar 3,13%, 3,45%, dan 4,58%.

Dalam sebuah diskusi bertajuk “Fomo Apa-Apa BPA Free” di Jakarta Selatan pekan lalu, Prof. Akhmad Zainal Abidin, pakar polimer dari ITB, mengkritisi pelabelan ‘BPA Free’ pada botol PET yang dinilai dapat menyesatkan.

Menurutnya, bahaya sebenarnya tidak hanya berasal dari BPA, tetapi juga dari bahan kimia lain seperti etilen glikol.

Akhmad, yang selama ini dikenal memiliki pandangan lunak terhadap bahaya BPA, juga menyatakan bahwa label harus lebih spesifik dan transparan terkait kandungan bahan kimia dalam produk.

Meskipun demikian, Akhmad mengakui potensi bahaya BPA jika kandungannya melebihi ambang batas yang aman.

“Jika jumlahnya besar, tentu ada risiko bahaya. Namun, sejauh ini jumlahnya tidak besar,” ujarnya.

Namun, kenyataan menunjukkan bahwa paparan BPA bahkan dalam jumlah kecil pun dapat berbahaya, seperti yang telah diakui oleh berbagai penelitian internasional.

BPOM telah mengeluarkan regulasi pelabelan bahaya BPA pada galon guna ulang setelah melakukan pemeriksaan pada fasilitas produksi dalam kurun waktu 2021-2022.

Hasilnya menunjukkan peningkatan kadar BPA yang bermigrasi ke air minum, dengan persentase yang terus naik setiap tahunnya, yakni 3,13 persen, 3,45 persen, dan 4,58 persen, melebihi ambang batas aman 0,6 ppm.

Di Eropa, tindakan pengawasan terhadap BPA jauh lebih ketat dibandingkan dengan Indonesia. Uni Eropa (UE) telah menurunkan batas migrasi BPA pada kemasan makanan dari 0,6 ppm pada 2011 menjadi 0,05 ppm pada 2018.Lebih jauh lagi, Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) pada April 2023 merevisi batas asupan harian (Total Daily Intake/TDI) untuk BPA menjadi 0,2 nanogram per kilogram berat badan per hari, atau 20.000 kali lebih rendah dari batas sebelumnya yang ditetapkan pada 2015.

Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM, Anisyah, menjelaskan bahwa pengetatan regulasi di Uni Eropa menjadi salah satu alasan mengapa BPOM memutuskan untuk melakukan penilaian ulang terhadap regulasi yang ada di Indonesia.

“Asupan harian (BPA) yang bisa ditoleransi menjadi lebih ketat. Ini menjadi latar belakang kami dalam menilai ulang regulasi,” ujarnya.Uni Eropa bahkan telah mengambil langkah lebih jauh dengan melarang penggunaan BPA dalam produk-produk kemasan makanan dan minuman mulai akhir tahun 2024.

Sebanyak 27 negara maju yang tergabung dalam UE menyatakan bahwa setelah masa phase-out, BPA tidak lagi diizinkan untuk digunakan dalam produk-produk tersebut.Langkah ini menunjukkan bahwa risiko kontaminasi BPA dari kemasan ke makanan dan minuman dianggap sangat berbahaya dan perlu dihindari sepenuhnya.Sementara Indonesia masih dalam tahap penyesuaian, Eropa telah menetapkan standar yang jauh lebih ketat untuk melindungi kesehatan konsumen dari paparan BPA.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?