Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Lampu Terang, Mengenang Faisal Basri
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Telerasi

Lampu Terang, Mengenang Faisal Basri

MSN Kamis, 5 September 2024 | 14:09 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Faisal Basri
Bagikan

Sore itu kami janjian di warkop “Kisah Kopi Indonesia” yang berlokasi di Jalan Kendal, Nomor 1, Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat. Bang Faisal yang pilih lokasinya. “Agar mudah dijangkau,” katanya beralasan. Ia tahu persis bahwa kami ini “angker.” Anak kereta, begitu biasa kami berseloroh menundukkan kemacetan kota.

Singkatnya kami bertemu. Saya bersama 5 kawan yang ingin mendengar pikiran-pikirannya sekaligus ajak kerja bersama tur kampus mengulang kisah awal 98 saat meruntuhkan rezim Fir’aun Soeharto. Setahun sebelum pilpres 2024 memang kami sudah dalam kesamaan tesis: telah hadir Fir’aun baru di republik. Orang-orang menyebutnya raja selokan dari Solo.

Dan, pagi ini kubaca nama Faisal Basri bin Hasan Basri Batubara telah wafat. Pemberitahuannya begitu memedihkan jiwaku, “Telah berpulang ke rahmatullah hari ini, Kamis, 5 September 2024, pukul 03.50 WIB di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta. Mohon dimaafkan segalanya.”

Awalnya, saya bertemu dan berguru saat beliau ketua Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UI (1995-1998). Lalu sering guyon di Institute for Development of Economics & Finance (INDEF). Juga sering kongkow di kampusnya saat menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta (1999-2003).

Selama hampir 30 tahun kita menulis, meriset, mengajar dan keliling kampus agar Indonesia mengatasi lima masalah besar: penurunan investasi riil, penyehatan neraca transaksi berjalan, penghancuran daya saing, KKN yang makin masif dan pertumbuhan ekonomi yang dimiliki oleh oligarki, ternyata belum ada hasilnya.

Alih-alih ada hasilnya, yang terjadi kemudian adalah deflasi yang menghancurkan kelas menengah. Hasil susenas BPS Maret 2024, jumlah kelas menengah turun dari 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 47,85 juta orang pada tahun ini. Ini semua karena arsitektur perekonomian kita masih kolonial.

Arsitektur yang tak berubah itu dikuatkan oleh para ekonom dan bangkir yang berlaku sebagai rentenir: jahat bin laknat. Mereka berbaris di istana, kemenkeu, BI dan Bappenas. Kerjanya cuma lima: menumpuk utang, mengimani obral SDA, memalaki rakyat, mengagamakan KKN dan menari bahagia di zaman krisis.

Kini, mengingat pikiran, karya dan semangatmu bagai mengingat “nisan kesetiaan.” Ya. Kesetiaan adalah tumpukan batu pondasi yang memeluk waktu menjelma dalam potret, foto, buku, jurnal dan tulisan. Ia mata ajar di kitab suci dan liturgi. Hulu ledaknya tertulis di ngarai langit semesta. Saat jatuh meluruh, setrilyun galon air mata tak cukup menghapusnya. Maka, pada hati dan jiwamu, wirid kecintaan ini tidak tak terhenti.

Mengingat kritikmu, kami lalu sadar bahwa kurikulum sekolah kita mencetak otak berpikir pinggir, ecek-ecek, melankolis, dramatik dan mengabsenkan hulu. Lahirlah lolosan para pekerja sekelas tukang: tukang kibul, tukang olah, tukang profesor, tukang pejabat, tukang politik, tukang rentenir, dll.

Akhirnya, republik ini cukup dipimpin tukang kayu. Semua diukur, dipotong dan diobral murah demi kelaminnya sendiri.

Mengingat perjalananmu, membuatku punya renungan soal pergerakan. Ya, pergerakan kita seperti harap revolusi yang berasal dari guyon, ngobrol, marah dan eksekusi. Jika hanya ada kemarahan tanpa eksekusi, maka tidak akan ada revolusi. Sungguh! Yang tak marah pada rezim rakus selokan adalah mereka yang hatinya tuli, bisu, buta dan mati.

Sambil menumpuk buku-buku karyamu, saya terus khusyuk berdoa. Di ujungnya, saat air mata tak kering, saya tulis ingatan buat anak-anak kelak, “krisis terdalam kita adalah krisis imaji besar yang meraksasa. Kini, untuk bermimpi besar saja, kita sudah takut dan putus asa. Itu terlihat dari pidato, tulisan, rangkuman program para elite yang rerata biasa saja di ruang publik. Tidak tampak “menginspirasi” rakyat. Maka, sambungannya lahir kurikulum yang sangat “harian” sehingga tidak berdentum ribuan tahun.

Di zaman kalasuba dan kalabendu ini: kita harus beyond dari krisis kegilaan ini. Yaitu merealisasikan negara pancasila. Seperti nujummu 20 tahun lalu.

Engkau seperti lampu. Yang alif sampai hilir hidupmu begitu bersinar. Ya, engkau menerangi kami untuk terus semangat dan kritis demi terang peradaban rempah ini. Bang Faisal, selamat jalan. Kunyanyikan petik lagu berjudul “Kepada Noor” karya Panji Sakti (2024). “…Rindu adalah perjalanan mengurai waktu/Menjelma pertemuan demi pertemuan/Catatannya tertulis di langit malam/Di telaga dan di ujung daun itu.”

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Telerasi

Lebih dari 800 Karya Warnai Perayaan 3 Tahun MOOC Pintar: Kreativitas yang Layak Diapresiasi

Waktu Baca 3 Menit
Foto: Aktivitas Guru dan Murid Sekolah Amal Mulia Kota Depok, (Ist)
Telerasi

Ribuan Pelajar Depok Siap Menulis untuk Masa Depan Kota, Yuk Hadiri dan Dukung Aksi Literasi yang Menginspirasi Ini!

Waktu Baca 3 Menit
Telerasi

Bagi Saham BUMN Untuk Rakyat Agar Tidak Merusak Lingkungan Hidup

Waktu Baca 4 Menit
Telerasi

Batch # 6 Pelatihan Video Pembelajaran, Ditutup Kapus Fujiartanto

Waktu Baca 4 Menit
Telerasi

Komunitas Epistemik Jalur Rempah

Waktu Baca 5 Menit
Telerasi

Pemimpin Yang Nasionalistik

Waktu Baca 4 Menit
Telerasi

Akar-Akar Psikologi Indonesia

Waktu Baca 4 Menit
Telerasi

Membangun Indonesia, Menggali Makna Kepemimpinan Dari Negarawan Sejati

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?