KPK Sebut Juliari Memungkinkan Dituntut Hukuman Mati

"Korupsi yang betul-betul menyangkut korupsi dana penanggulangan bencana, dana menyangkut pengadaan senjata saat berperang. Itu yang dimungkinkan dijatuhi hukuman mati kepada koruptor,"

KPK Sebut Juliari Memungkinkan Dituntut Hukuman Mati

Mothercare Indonesia

Telegraf – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menilai eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara bisa dijerat hukuman mati.

Tapi, KPK juga perlu mengkaji kembali urgensi pemberian tuntutan hukuman tersebut.

“Tentu akan kami lihat sejauh mana urgensinya pemberian hukuman mati. (Hukuman mati) Itu dimungkinkan, tapi tidak semua perkara korupsi (harus dijatuhi hukuman mati),” katanya, Kamis (18/02/2021).

Marwata menilai hukuman mati memang diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Korupsi khususnya di pasal 2.

Dimana pasal itu menyebutkan jika hukuman mati bisa dijatuhkan jika korupsi dilakukan dalam keadaan bencana maupun dalam keadaan perang.

“Korupsi yang betul-betul menyangkut korupsi dana penanggulangan bencana, dana menyangkut pengadaan senjata saat berperang. Itu yang dimungkinkan dijatuhi hukuman mati kepada koruptor,” terangnya.

Blibli.com

Sebelumnya Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkum HAM) Edward Omar Sharif Hiariej menilai mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara layak dituntut dengan hukuman mati. Sebab, kedua eks Menteri itu melakukan korupsi di saat pandemi Covid-19 sedang melanda.

Hal itu disampaikan oleh Omar dalam diskusi online yang digelar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan tema ‘Telaah Kritis terhadap Arah Pembentukan dan Penegakan Hukum di Masa Pandemi’, Selasa (16/02/2021) kemarin.

Ia mengatakan tindak pidana yang dilakukan di saat pandemi Covid-19 harus dimaknai sebagai hal memberatkan.

“Dalam konteks penegakan hukum pidana di situ ada modifikasi hukum acara pidana. Yang pertama adalah secara materiil kasus-kasus pidana yang ada tidak menimbulkan persoalan yang berarti dalam penegakan hukum artinya secara materiil tidak menimbulkan persoalan tidak ada kendala di situ, justru sebaliknya kejahatan yang dilakukan di era pandemi seperti ini harus dimaknai sebagai hal yang memberatkan,” terangnya.

Baca Juga :   Indriyanto Seno Adji: Stigma Mafia Tanah Diantara Sengketa Tanah

Omar juga menyinggung soal tindak pidana korupsi yang dilakukan Edhy Prabowo dan Juliari Batubara. Ia menjelaskan, Edhy dan Juliari melakukan korupsi di saat keadaan darurat yakni pandemi Covid-19. Untuk itu, ia menilai kedua eks menteri itu layak dituntut dengan ancaman hukuman mati.

“Kedua kasus korupsi yang terjadi pada era pandemi, seperti misalnya kita ketahui bersama misalnya bahwa dua mantan menteri terkena OTT KPK pada akhir tahun 2020. Yang satu pada bulan akhir November, yang satu pada 4 Desember. Bagi saya kedua mantan menteri ini melakukan perbuatan korupsi yang kemudian kena OTT KPK, bagi saya mereka layak dituntut dengan ketentuan Pasal 2 ayat 2 Undang-Undang tentang Pemberantasan Korupsi, yang mana pemberatannya sampai pidana mati,” tandasnya.


Photo Credit: Juliari P. Batubara memakai rompi oranye tahanan KPK, saat akan menuju jeruji besi usai menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Minggu (06/12/2020). ANTARA/Dimas Reviyanto

A. Chandra S.
Citibank PH Loans
H&M (Hennes & Mauritz) / CPS