KPK: Korupsi Seperti Penyakit Pandemi

"Kepada pelaku berarti bukan pencegahan lagi dia sudah tertular, sudah reaktif, maka kalau nggak bisa dicegah lagi, diambil oleh penindakan diproses kemudian dipenjara, diisolasi. Itu proses penindakan. Kalau yang belum baru pencegahan,"

KPK: Korupsi Seperti Penyakit Pandemi


Telegraf – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menyebut korupsi seperti penyakit pandemi. Hal ini disampaikan Ghufron menanggapi adanya anggapan KPK saat ini lebih mengutamakan pencegahan ketimbang penindakan korupsi.

“Korupsi itu bukan penyakit perorangan tetapi penyakit sistemik. Apa maknanya? Kalau di sini terjadi, di tempat lain terjadi di tempat lain lagi terjadi berarti penyakitnya itu penyakit pandemi,” kata Ghufron dalam konferensi pers kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) yang disiarkan melalui kanal YouTube KPK, Rabu (26/08/2020).

Dengan kondisi tersebut, kata Ghufron, memberantas korupsi tidak cukup hanya dengan menyuntik atau mengisolasi orang yang sudah terjangkit ‘virus’ korupsi. Tidak menutup kemungkinan, virus tersebut telah menyebar dan menjangkit orang lainnya. Untuk itu, selain mengisolasi orang yang terjangkit virus dengan menangkap dan menjebloskannya ke penjara, KPK perlu menyelamatkan orang-orang yang belum terjangkit dengan menggenjot upaya pencegahan.

“Kalau pandemi tidak bisa hanya kemudian disuntik satu orang, ditangkap atau dipenjarakan satu orang sementara kemudian di tempat lain muncul lagi muncul lagi. Oleh karena kami memahami korupsi sebagai pandemi karenanya yang sudah jadi virus harus diisolasi ke pidana ke penjara tapi yang masih sehat maka kemudian dipakaikan masker ada social distancing maupun fisik itu dalam rangka pencegahan yang masih sehat jaga supaya tercegah dari tertular korupsi, yang sudah korupsi kami tangkap kami proses. Kalau kemudian sudah ditangkap, bersalah pasti diisolasi dipenjarakan baik denda maupun pidana penjara,” katanya.

Baca Juga :   Volume Kendaraan Dari Jakarta ke Jawa Turun 53 Persen

Untuk itu, Ghufron menegaskan, pencegahan yang dilakukan KPK, bukan berarti menafikan penindakan. Ditegaskan, pencegahan merupakan upaya menghindarkan terjadinya korupsi. Namun, jika korupsi telah terjadi, KPK tak segan untuk menangkap pelaku dan mengisolasinya dengan menjebloskan ke penjara.

“Kepada pelaku berarti bukan pencegahan lagi dia sudah tertular, sudah reaktif, maka kalau nggak bisa dicegah lagi, diambil oleh penindakan diproses kemudian dipenjara, diisolasi. Itu proses penindakan. Kalau yang belum baru pencegahan,” ungkapnya.


Photo Credit: Seorang petugas kebersihan sedang membersihkan gedung KPK. ANTARA FOTO

 

A. Chandra S.

close