Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kesulitan Membuat Lagu Untuk Film Kartini, Melly Goeslaw Disuruh Sholat Malam
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Entertainment

Kesulitan Membuat Lagu Untuk Film Kartini, Melly Goeslaw Disuruh Sholat Malam

Telegrafi Rabu, 22 Maret 2017 | 07:37 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Meski sudah sering dipercaya untuk membuat soundtrack layar lebar, Melly Goeslaw ternyata tetap merasa kesulitan ketika harus menciptakan lagu untuk film biopik ‘Kartini’. Melly yang merasa menopang beban berat sampai mencurahkan perasaannya pada aktris Christine Hakim yang juga berperan dalam film tersebut.

Aktris kawakan itu memberinya sebuah saran agar Melly melakukan salat malam.

“Kata Bu Christine Hakim, ‘Kamu harus salat malam.’ Setelah itu saya ubah lirik berkali-kali, dengan bantuan semua pihak dan Allah akhirnya jadi,” katanya.

Bolak-balik mengganti lirik, Melly ingin membuat lagu yang mewakili perjuangan Kartini pada masa lampau, tetapi masih relevan untuk masa kini. Lagu berjudul ‘Memang Kenapa Bila Aku Perempuan’ akhirnya rampung setelah dikerjakan selama dua bulan.

“Ini luar biasa lebih berat dan saya ingin keluar dari zona nyaman, karena filmnya bagus banget,” ujarnya pada perilisan cuplikan dan lagu tema film Kartini, di Club Djakarta Theatre, Selasa (21/3).

Melly bercerita, ia menghabiskan waktu hingga dua bulan untuk mengerjakan lagu itu. Ia bahkan mengaku sampai mendapat nasihat dari aktris senior yang juga berakting dalam film Kartini, Christine Hakim.

Bukan hanya Melly yang merasa kesulitan menulis lirik lagu itu. Sang suami, Anto Hoed pun merasakan hal yang sama.

“Ini salah satu yang tersulit yang saya pernah kerjakan. Ini sebuah perjuangan, perang dengan intelektual, perlu kesadaran tinggi bahwa wanita tidak punya otoritas. Pengerjaannya lama dan saya banyak sekali berdiam diri serta berimajinasi di studio untuk ini,” ujarnya mengenang.

Baca Juga :  Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Christine Hakim membintangi film 'Kartini.'Christine Hakim membintangi film ‘Kartini.’  foto : www.filmkartini.com

Lagu yang diberi judul Memang Kenapa Bila Aku Perempuan? dinyanyikan oleh Melly dan menggaet penyanyi muda Gita Gutawa.

“Dari judulnya, karena saya melihat sosok Kartini ingin melakukan banyak hal, tapi saat itu dianggap tabu dan terlarang, karena dia perempuan. Ini kalimat tak hanya mewakili Kartini, tapi juga perempuan zaman sekarang,” ujarnya.

Sementara, Gita Gutawa, yang dipilih sebagai representasi generasi masa kini, mengungkapkan kegembiraannya karena dapat terlibat dalam pembuatan lagu tersebut. Putri komposer Erwin Gutawa itu menganggap Memang Kenapa Bila Aku Perempuan? memiliki semangat yang menguatkan perempuan.

“Lagunya sangat indah, tentang mengapa bila saya perempuan. Ini relevan, tidak hanya untuk era Kartini, tapi juga perempuan sekarang. Di Indonesia sedikit lagu yang memperkuat wanita. Semoga ini jadi lagu monumental dan bisa memperkuat wanita,” katanya semangat. (Red)

Photo credit : Retno Wulandhari


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Film Ikatan Darah
Entertainment

Ikatan Darah (2026): Film Action Brutal Indonesia, Saat Kamera Ikut Berantem di Layar Lebar

Waktu Baca 3 Menit
Entertainment

Begini Kronologi Kematian Selebgram Lula Lahfah di Apartemennya di Jaksel

Waktu Baca 3 Menit
Entertainment

Blackpink Kembali Bersatu Garap Syuting Video Musik Baru

Waktu Baca 2 Menit
Entertainment

Kecelakaan Motor, Aktor Gary Iskak Meninggal di Usia 52 Tahun di Bintaro

Waktu Baca 3 Menit
Tiara Lupita Ayu Hermanto
Entertainment

Tiara Lupita Ayu, Perempuan Penyulam Reputasi di Industri Musik

Waktu Baca 8 Menit
Entertainment

Identitas Wonosobo Hadir Dalam Pementasan Tari Wayang Bundeng Gepuk

Waktu Baca 3 Menit
Entertainment

Permata Warokka: Saya Bukan Istri Fariz RM, Kami Pernah Saling Mendukung Secara Profesional

Waktu Baca 3 Menit
Entertainment

Mantan Tim Manajemen Beri Dukungan Moril untuk Fariz RM di Sidang Tuntutan Kasus Narkoba

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?