Kesulitan Membuat Lagu Untuk Film Kartini, Melly Goeslaw Disuruh Sholat Malam

Tanggal:



Telegraf, Jakarta – Meski sudah sering dipercaya untuk membuat soundtrack layar lebar, Melly Goeslaw ternyata tetap merasa kesulitan ketika harus menciptakan lagu untuk film biopik ‘Kartini’. Melly yang merasa menopang beban berat sampai mencurahkan perasaannya pada aktris Christine Hakim yang juga berperan dalam film tersebut.

Aktris kawakan itu memberinya sebuah saran agar Melly melakukan salat malam.

“Kata Bu Christine Hakim, ‘Kamu harus salat malam.’ Setelah itu saya ubah lirik berkali-kali, dengan bantuan semua pihak dan Allah akhirnya jadi,” katanya.

Bolak-balik mengganti lirik, Melly ingin membuat lagu yang mewakili perjuangan Kartini pada masa lampau, tetapi masih relevan untuk masa kini. Lagu berjudul ‘Memang Kenapa Bila Aku Perempuan’ akhirnya rampung setelah dikerjakan selama dua bulan.

“Ini luar biasa lebih berat dan saya ingin keluar dari zona nyaman, karena filmnya bagus banget,” ujarnya pada perilisan cuplikan dan lagu tema film Kartini, di Club Djakarta Theatre, Selasa (21/3).

Melly bercerita, ia menghabiskan waktu hingga dua bulan untuk mengerjakan lagu itu. Ia bahkan mengaku sampai mendapat nasihat dari aktris senior yang juga berakting dalam film Kartini, Christine Hakim.

Bukan hanya Melly yang merasa kesulitan menulis lirik lagu itu. Sang suami, Anto Hoed pun merasakan hal yang sama.

“Ini salah satu yang tersulit yang saya pernah kerjakan. Ini sebuah perjuangan, perang dengan intelektual, perlu kesadaran tinggi bahwa wanita tidak punya otoritas. Pengerjaannya lama dan saya banyak sekali berdiam diri serta berimajinasi di studio untuk ini,” ujarnya mengenang.

Christine Hakim membintangi film 'Kartini.'
Christine Hakim membintangi film ‘Kartini.’  foto : www.filmkartini.com

Lagu yang diberi judul Memang Kenapa Bila Aku Perempuan? dinyanyikan oleh Melly dan menggaet penyanyi muda Gita Gutawa.

“Dari judulnya, karena saya melihat sosok Kartini ingin melakukan banyak hal, tapi saat itu dianggap tabu dan terlarang, karena dia perempuan. Ini kalimat tak hanya mewakili Kartini, tapi juga perempuan zaman sekarang,” ujarnya.

Sementara, Gita Gutawa, yang dipilih sebagai representasi generasi masa kini, mengungkapkan kegembiraannya karena dapat terlibat dalam pembuatan lagu tersebut. Putri komposer Erwin Gutawa itu menganggap Memang Kenapa Bila Aku Perempuan? memiliki semangat yang menguatkan perempuan.

“Lagunya sangat indah, tentang mengapa bila saya perempuan. Ini relevan, tidak hanya untuk era Kartini, tapi juga perempuan sekarang. Di Indonesia sedikit lagu yang memperkuat wanita. Semoga ini jadi lagu monumental dan bisa memperkuat wanita,” katanya semangat. (Red)

Photo credit : Retno Wulandhari


Artikel Terbaru

Artikel Lainnya
Telegraf

Kemampuan Digital Harus Beradaptasi Dengan Pemanfaatannya

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Dewan...

Jokowi dan Ganjar Pranowo Takziah ke Kediaman Buya Syafii

Telegraf - Kabar duka menyelimuti tanah air. Cendekiawan muslim...

Sosok Panutan Itu Telah Pergi, Buya Syafii Wafat Hari Ini

Telegraf - Umat Islam bahkan bangsa Indonesia kehilangan sosok...

PLN Buka Program Tambah Daya, Bisa Lewat Aplikasi

Telegraf - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat memanfaatkan program...