Kemendikbud Dorong Minat Milenial Kenali Rempah Nusantara

"Jadi rempah-rempah itu bukan romantisme masa lalu, tapi rempah-rempah adalah masa depan,"

Kemendikbud Dorong Minat Milenial Kenali Rempah Nusantara

Telegraf – Kenalkan potensi kekayaan rempah nusantara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adakan program Masterclass dengan mengangkat tema “Sambung Rasa: Master Rempah Dunia”. Kegiatan itu dihelat dengan tujuan untuk memperkenalkan rempah-rempah yang merupakan salah satu sumber kekayaan alam Indonesia kepada generasi muda dan milenial, acara itu sendiri diadakan dengan mengundang para pakar untuk memberikan mentoring dan pelatihan praktis kepada anak-anak muda dan masyarakat mengenai potensi rempah-rempah nusantara secara online atau daring melalui kanal channel YouTube Kemendikbud.

“Kalau kita bicara masa lalu terus, anak-anak saat ini tidak bisa ambil manfaat. Bagaimana rempah itu dikontekstualisasikan dengan keadaan saat ini,” kata Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Restu Gunawan, di Almond Zucchini Cooking Studio, Jakarta Selatan, Jumat (27/11/2020).

Ia mengatakan bahwa target kegiatan itu adalah untuk menyasar para generasi muda, terutama bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah dan mereka yang kuliah. Kegiatan pun dikemas dalam tiga sesi, yaitu yang bertemakan kesehatan, gastronomi, dan kecantikan.

Pada sesi kesehatan, Kemendikbud juga turut menghadirkan para ahli seperti Nova Dewi Setiabudi (Suwe Ora Jamu), dan Dr. Pinky Saptandari (Unair).

“Kita ajak anak-anak sekolah meskipun lewat Zoom untuk mendapatkan ilmu dari para experties supaya mereka bisa ambil manfaat, terutama segmen anak muda,” imbuhnya.

Restu mengatkan bahwa masa pandemi tidak menjadi halangan, justru hal itu bisa dijadikan antusiasme masyarakat untuk ikut serta dalam program Masterclass dari Kemendikbud yang memang dikemas secara virtual.

“Justru malah lebih enak secara virtual. Artinya kita bisa mencapai 1.000 orang. Kemarin kita diskusi hampir 800 orang. Zaman dulu mana bisa mengumpulkan, paling hanya 100 orang,” ungkapnya.

Restu mengatakan bahwa rempah-rempah memiliki sejarah panjang bagi bangsa Indonesia yang juga bisa dijadikan untuk membangun karakter bangsa.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat mengedukasi para pelaku usaha, terutama generasi muda agar dapat memanfaatkan potensi dari rempah-rempah Nusantara.

“Jadi rempah-rempah itu bukan romantisme masa lalu, tapi rempah-rempah adalah masa depan,” paparnya.

Baca Juga :   Berikut Syarat Wajib Rapid Test Antigen di Indonesia

Pada kesempatan yang sama, CEO PT Suwe Ora Jamu, Amertha Nova Dewi Setiabudi, mengatakan, ketika dirinya membuat menu-menu jamu di Suwe Ora Jamu, salah satu fokus yang terpenting adalah mengenai rasa. Dia ingin memberikan sentuhan rasa yang dinikmati anak-anak muda sehingga pandangan tentang “jamu itu pahit, minuman orang tua, dan tidak enak” bisa hilang. Bahwa sebenarnya jamu atau minuman rempah merupakan minuman kesehatan alami yang bisa membantu menjaga kesehatan, kebugaran dan kecantikan.

“Rasa harus bisa diterima anak-anak milenial generasi muda. Kalau rasanya tidak enak pastinya minum jamu menderita. Saya tidak mau anak-anak ini dipaksa minum jamu, saya ingin mereka menikmati,” ungkapnya.

Sementara itu akademisi dan dosen dari Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair), Pinky Saptandari, mengatakan, perlu dilakukan modifikasi kekinian agar jamu diminati generasi milenial. Modifikasi kekinian terhadap jamu bisa dilakukan dengan mengembangkan resep baru.

“Bagaimana supaya kita bisa membuat anak-anak muda suka dengan rempah dengan memodifikasi, misalnya antara resep beras kencur zaman ‘old’ dengan zaman ‘now’ sehingga bertemu, tetap substansinya, esensinya beras kencur tetapi diberi ramuan-ramuan yang membuat beras kencur lebih kekinian dan khasiatnya menjadi lebih bertambah,” katanya.


Photo Credit: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) gelar program Masterclass bertajuk “Sambung Rasa: Master Rempah Dunia” untuk mengenalkan potensi rempah-rempah kepada anak muda. TELEGRAF/Wiwid Widjojo

 

Ishwari Kyandra