Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Inovasi dan Kolaborasi untuk Madrasah Maju Bermutu Mendunia
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Inovasi dan Kolaborasi untuk Madrasah Maju Bermutu Mendunia

MSN Minggu, 13 Oktober 2024 | 05:08 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

BANYUWANGI, TELEGRAF.CO.ID — Di era digital saat ini, diperlukan berbagai inovasi bukan sekadar kurikulum baru, melainkan pendekatan dan metode pengajaran yang lebih segar. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, saat menutup Rapat Evaluasi Program Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah pada Sabtu (12/10/2024) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Abu menekankan pentingnya memahami kebutuhan pendidikan dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA). Beliau juga mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya. “Kita harus benar-benar terhubung dengan keinginan dan kebutuhan anak-anak kita,” ujarnya.

Abu Rokhmad

Kegiatan yang digelar dengan tema “Menembus Batas Kualitas Menuju Madrasah Maju Bermutu Mendunia” ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kolaborasi di antara pendidik dan siswa pada lembaga pendidikan dibawah naungan Kementerian Agama. “Kita ingin anak-anak bersemangat pergi ke sekolah dan merindukan setiap pertemuan dengan guru mereka,” tambahnya.

Beliau menekankan pentingnya turun ke lapangan untuk memahami apa yang diinginkan siswa. “Perkembangan dunia saat ini sangat luar biasa. Anak-anak kita berinteraksi dengan gadget setiap hari, memberikan mereka akses untuk mengeksplorasi berbagai hal,” jelasnya. Dalam konteks ini, beliau menyerukan agar para pendidik tidak kalah dengan perubahan zaman dan terus mengikuti inovasi untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan relevan.

Menutup kegiatan, Dirjen berpesan kepada seluruh peserta untuk terus berupaya demi kemajuan pendidikan madrasah di Nusantara. “Kita harus bekerja sama untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas, demi masa depan anak-anak bangsa,” tutupnya dengan penuh optimisme.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi peningkatan kualitas pendidikan madrasah, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, serta mempersiapkan generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan global menuju madrasah maju bermutu mendunia.

Sidk Sisdiyanto

Sementara itu, dalam laporannya, Direktur KSKK Madrasah, M. Sidik Sisdiyanto, menekankan refleksi dari kerja keras dan kerja cerdas yang telah dilakukan selama kegiatan ini. “Kami telah menciptakan suasana kolaboratif dan inovatif untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di madrasah,” ujarnya. Ia juga menjelaskan penggunaan sistem absensi berbasis fingerprint untuk mengevaluasi kinerja dan kedisiplinan, sebagai langkah konkret menuju madrasah yang lebih berkualitas.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Sidik menegaskan bahwa kita dapat menembus batas kualitas dan mencapai keberhasilan yang lebih gemilang. “Madrasah maju bermutu mendunia adalah cita-cita kita bersama,” tegasnya.

Hadir dalam kegiatan ini Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Direktur KSKK Madrasah, para Kasubdit dan seluruh pegawai pada Direktorat KSKK Madrasah.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Gebrakan Generasi Z dan Milenial: 54 Persen Kekuatan Pasar Modal Indonesia Kini di Tangan Anak Muda
Waktu Baca 3 Menit
Hacking Hackers
Komdigi dan DPR RI Kembali Perkuat Sistem Pertahanan Semesta Digital
Waktu Baca 2 Menit
Pemerintah Dorong Ruang Digital Aman Demi Cetak Generasi Emas 2045
Waktu Baca 2 Menit
Pentingnya Literasi Digital, DPR Bareng Komdigi Bahas Bahaya Judi Online
Waktu Baca 2 Menit
Diundang NASA ke Amerika Si Jenius Raya Pelajar Temanggung Makin Mendunia
Waktu Baca 4 Menit

Bung Karno dan Soerjo Projo: Menakar Nasib Bangsa di Era Prabowo

Waktu Baca 12 Menit

Diduga Ancam Warga Saat Urus Ijin Domisili WNA, Ketua RW di Cengkareng Timur Dipolisikan

Waktu Baca 4 Menit

Antara Resilience, IQ, dan Ajaran Tri Dharma di Tengah Persaingan Global

Waktu Baca 9 Menit

Gerindra Hanya Tegur Anggotanya Yang Kedapatan Merokok Saat Rapat Legislative

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Bareng DPR, Komdigi Perkuat Kolaborasi Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak

Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Tangkal Hoaks, Komdigi Gandeng DPR Gaungkan Penguatan Ideologi Pancasila

Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?