Inilah 6 Film Pendek Nominasi FFPA NU 2019

"Dengan semangat menjadi sineas muda baru, dengan paradigma baru, di tengah semangat reformasi dan demokratisasi yang kini menjadi sebuah fenomena di tengah gelombang besar informasi global"

Inilah 6 Film Pendek Nominasi FFPA NU 2019

Telegraf, Jakarta -Sanken bersama Asy’ari TV memutuskan enam film pendek yang masuk nominasi Festival Film Pendek Aswaja NU 2019 bertajuk ‘Semangat Aswaja Menginspirasi Kemajuan Negeri’.

Event yang baru pertama kali diadakan ini sebagai upaya untuk mencari talenta/sineas muda, mengingat pertumbuhan industri perfilman di tanah air juga direspon secara kreatif oleh anak-anak muda kita.

“Dengan semangat menjadi sineas muda baru, dengan paradigma baru, di tengah semangat reformasi dan demokratisasi yang kini menjadi sebuah fenomena di tengah gelombang besar informasi global,” tutur Masdjo Arifin selaku penggagas acara FFPA 2019, di Jakarta, Jumat (13/12/2019), saat mengumumkan para nominasi di Batavia Cafe, Bintaro.

Enam nominasi film pendek tersebut adalah Daneen, Endah, Jatuh Hijrah, Senja, Santi Kampret, dan  Dilema Dua Dunia, serta Duka di Penghujung. Ke enam film pendek ini menyisihkan 23 film pendek yang ikut dalam nominasi.

Masdjo menjelaskan perlu strategi untuk menumbuhkan kreatvitas melalui ragam profesi dan komunitas. Salah satunya melalui Aswaja, yaitu sabuk spiritual yang manyatukan spirit dan semangat bangsa agar tidak mudah terpecah oleh adu domba kelompok ekstrem atau oleh negara lain.

FFPA 2019 ini bagian ruang kreativitas untuk para sineas muda santri, komunitas film maupun untuk umum yang berpartisipasi dalam melahirkan karya dan film dengan semangat keaswajaan. Karenanya, ke depannya gelaran kegiatan ini akan menjadi agenda festival film tahunan.

KH. Misbahul Munir Cholil selaku Ketua Umum DPP Aswaja Center dan sekaligus selaku ketua Tim Penjurian menegaskan, animo masyarakat khususnya santri di lingkungan Nahdlatul Ulama menyambut kegiatan ini sangat baik. Terbukti industri kreatif khususnya sinema mendapat tempat di hati para santri sehingga diharapkan dapat melahirkan karya-karya yang orisinil.

“FFPA 2019 yang diadakan dalam rangka Hari Santri 2019 ini juga bertujuan untuk dapat menangkal paham radikalisme dan film sebagai media yang efektif untuk meningkatkan toleransi dan Islam yang rahmatan Lil Alamin,” terang Misbahul.

Teddy Tjan, Direktur Pemasaran PT Istana Argo Kencana (Sanken) mengatakan dukungan Sanken terhadap karya sineas muda berbakat menjadi bisnis dalam industri perfilman Indonesia.

“Karena industri perfilman Indonesia lewat karya anak bangsa, mampu membantu perekonomian negara. Sehingga, regenerasi perfilman Indonesia penting untuk dikembangkan. Itu sebabnya, Sanken sangat mendukung event Festival Film Pendek Aswaja yang baru pertama kali diadakan ini,” ungkap Teddy. (Red)


Photo Credit : Suasana penjurian Film pendek yang berlangsung pada Jumat (13/12/19) di Batavia Cafe, Lotte Mall, Bintaro. TELEGRAF/Kawat Berita Indonesia

Tanggapi Artikel