Indonesia Sebagai Role Model Persetaraan Gender Di Negara Muslim

"Progran prioritas Indonesia tetap 3ends kita lakukan yaitu kita turunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak akhiri perdagangan manusia dan mengerakkan kaum perempuan yang rentan, perempuan korban kekerasan, perempuan yang masih rentan di desa desa bagi kita terutama keluarga"

Indonesia Sebagai Role Model Persetaraan Gender Di Negara Muslim


Telegraf, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise bulan lalu menghadiri agenda Specialised Summit of the Women’s Affairs’ Ministers from Islamic Countris di Iran untuk membahas mengenai capaian dan masalah umum negara-negara anggota Organisasi konfrensi Islam (OKI), “dimana Indonesia menjadi contoh untuk untuk negara angota OKI dalam persetaraan gender, dimana Indonesia paling banyak mempunyai menteri perempuan, dan angkat menunjukan pekerja perempuan terus bertambah,” ungkapnya

Konfrensi tinggat Menteri ini di hadiri oleh menteri Koperasi menteri koperasi, tenaga kerja dan Kesejahteraaan Iran Y.M. Rabiei, Gubernur jendral Provinsi Khorazan Razavu, Alireza Rashidian, Serta Menteri Urusan Peranan Wanita, Keluarga dan Kesejahteraan dari berbagai negara seperti Irak, Turki,Azerbaijan, Mauritania, Afganistan,Suriah, Pakistan, Niger, wakil Mentri bangladesh, para Duta Besar, pakar dan aktifis pemberdayaan perempuan, keluarga serta perlindungan anak, Dalam Konferensi tersebut di buka langsung oleh Wakil Presiden Iran Urusan Perempuan dan keluarga, Y.M. Shohindokht Molaverdi

Pertemuan tersebut Yohana menyampaikan Indonesia saat ini fokus pada 3Ends yaitu terus menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan manusia dan mengerakkan kaum perempuan yang rentan menjadi korban kekerasan seperti di desa desa terutama di dalam keluarga.

“Progran prioritas Indonesia tetap 3ends kita lakukan yaitu kita turunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak akhiri perdagangan manusia dan mengerakkan kaum perempuan yang rentan, perempuan korban kekerasan, perempuan yang masih rentan di desa desa bagi kita terutama keluarga,” ujar Yohana

Yohana menegaskan bahwa keluarga sangatlah mempunyai peran penting sebagai pilar pembangunan bangsa dalam kaitannya dengan ketahanan keluarga yang merupakan salah satu faktor utama yang di perlukan dalam menciptakan bangsa yang kuat dan mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap masyarakat sehingga pembangunan bangsa dilakukan dengan baik dan ketahanan keluarga dapat di jadikan salah satau landasan dalam menciptakan kebijakan publik agar lebih family frendly.

Molaverdi dalam sambutannya juga mengatakan bahwa peran keluarga dan perempuan harus harus menjadi perhatian utama di negara negara islam secara umum tantangan yang di hadapi oleh negara negara berkembang yaitu bagaimana mengimplementasi kan sekaligus mennsinergikan program program terkait pemberdayaan serta perlindungan perempuan dan perlindungan anak untuk pencapean SDGs dengan situasi dan kebijakan dengan masing masing negara, ungkap yohana dalam pres konfranse dikantornya jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (2/5/17). (Red)

Credit Foto : Atti Kurnia


 

Atti Kurnia

close