GGF Hadirkan Bakso 84 Persen Daging Sapi

"Kami ingin memberikan konsumen, alternative BAKSO makanan yang mudah untuk dimasak sendiri dan disajikan secara segar dari bakso murni daging sapi, tanpa tambahan-tambahan zat pengawet, karena masyarakat Indonesia berhak mendapatkan pilihan makanan yang baik dan berkualitas,”

GGF Hadirkan Bakso 84 Persen Daging Sapi

Telegraf, Jakarta – Great Giant Foods (GGF) adalah perusahaan yang bergelut di bidang peternakan dan makanan seperti buah buahan, daging sapi, daging ayam, beserta susu segar, kali ini GGF mencoba keberuntungan di bidang kuliner yaitu Bakso Sapi dengan lebel Bonanza Beef Bakso (BBB) .

Grup di bawah naungan Gunung Sewu ini beraharap Bonanza Beef Bakso dapat bersaing di pasaran,yang mana BBB ini adalah bakso yang mempunyai kandungan protein tinggi yang berasal dari 84 persen daging sapi (100 persen daging sapi, tidak mengandung daging tambahan lain).

Dayu Ariasintawati Managing Director PT Great Giant Livestock (GGL) mengungkapkan saat launching produck. Hadiar juga Emilia E Achmadi selaku Ahli gizi.

“Kami ingin memberikan konsumen, alternative BAKSO makanan yang mudah untuk dimasak sendiri dan disajikan secara segar dari bakso murni daging sapi, tanpa tambahan-tambahan zat pengawet, karena masyarakat Indonesia berhak mendapatkan pilihan makanan yang baik dan berkualitas,” papar Dayu, Rabu (09/05/18).

Dayu juga menjelaskan BBB dibuat dari daging peternakan sendiri yang berada di Lampung, Sumatra, tanpa mengunakan bahan pengawet dan yang terpenting adalah di proses secara halal dan aman. Yang mana perawatan sapinya menerapkan good farming practise dimana kesehatan dan keamanan pangannya sudah terjamin.

Berdasarkan data dari kementrian perdagangan konsumsi daging di Indonesia masih tergolong rendah yaitu 2,9kg/kapita/tahun ini disebabkan banyaknya isu yang merebak di masyarakat bahwa olehan daging yang tersebar di Indonesia tercampur bahan pengawet dan daging daging lain yang tidak jelas kehalalannya dan kebersihannya.

Padahal Emilia E Achmadi kebutuhan nutrisi yang berasal dari daging sapi bagi masyarakat Indonesia masih tinggi untuk menjaga metabolisme dalam sel tubuh.

Baca Juga  Jika Habis Liburan Malah Loyo, Mungkin Anda Terkena Penyakit Ini

Emilia juga menjelaskan daging sapi adalah salah satu sumber protein yang merupakan komoditas bernilai tinggi (high value commodities). Dengan demikian, konsumsi protein hewani secara teratur, akan menjadikan tubuh kita memperoleh asupan pangan nutrisi secara berimbang.

Berbagai persepsi terkait konsumsi daging sapi, kerapkali menjadi faktor yang membatasi konsumsi daging ternak, sehingga hal tersebut mempengaruhi rendahnya konsumsi daging di Indonesia.

“Misalnya cara pemotongan hewan ternak yang tidak sesuai syariat agama, bahkan juga penggunaan berbagai produk pengawet seperti borax, pada akhirnya mempengaruhi turunnya minat masyarakat membeli produk daging sapi termasuk olahannya seperti bakso. Akhirnya mereka membuat sendiri produk bakso di rumah, atau hanya membeli produk bakso yang sudah mereka pahami proses produksinya,” ungkap Emilia.

Untuk menjawab kegundahan para penikmat daging sapi beserta olahannya khususnya BAKSO  yang higienis dan proses pembuatannya serta bahan bakunya yang memperhatikan food safety, foood traceability dan reliable source serta good manufacturing practice GGF mempunyai jawaban BBB. (Red)


Photo Credit : GGF Hadirkan Bakso 84 Persen Daging Sapi. | Telegraf/Atti Kurnia

Share