Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Dzikir Visual Karya YSH
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Cakrawala

Dzikir Visual Karya YSH

MSN Senin, 3 Maret 2025 | 17:59 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

JAKARTA, TELEGRAF.CO.ID — Perupa Yusuf Susilo Hartono (YSH) bersama para perupa muslim/muslimah sedang menggelar pameran seni rupa Islami “Marhaban ya Marhaban” 1446 H / 2025 M, di Galeri Neo, Jakarta Pusat. Guna menyambut dan merayakan bulan suci Ramadhan.
Di lantai 2 galeri yang luas itu, bertaburan ekpresi seni islami dari 15 perupa yang memuliakan asma Allah, menegakkan harkat perempuan, do’a untuk saudara-saudara Palestina yang sedang terjajah zionis, dll., dalam bentuk kaligrafi, lukisan kaligrafi hingga instalasi kontemporer. Pameran yang diresmikan oleh cendekiawan muslim Prof. Komarudin Hidayat, mantan Rektor UIN dan UII, berlangsung 22 Februari- 9 Maret 2025.

” Sebagai satu kesatuan, 15 seniman dengan 42 karya ini menciptakan sejarah kecil dalam skala sejarah seni di Indonesia dengan menghadirkan berbagai keunikan, terobosan dan inovasi,” tutur Okky Madasari, selaku kurator.
Berbeda dengan yang lain, YSH yang dikenal sebagai perupa, jurnalis dan penyair, memajang tiga lukisan kaligrafi dengan medium akrilik pada kanvas berbagai ukuran. Dengan sumber ide yang berbeda-beda, mulai dari aspek eksistensi, kultural, hingga aspek kemanusiaan.

*Dzikir Visual*
Mari kita simak satu-persatu. Lukisan *Bulan Sabit di Palestina* (2025), warnanya mengacu pada bendera Palestina : merah, putih, hijau dan hitam. Ditambahkan warna emas (simbol keagungan) pada lafad “la haula wala quwwata illa billah”, dengan ekornya berbentuk bulan sabit. Menggambarkan imaji langit Gaza yang penuh dengan asap, api, darah, dan roh yang melayang, akibat hujan bom, peluru kendali, dan nafsu zionis Israel untuk menghabisi perempuan dan anak-anak Palestina yang tidak berdosa. Lukisan ini doa untuk kemerdekaan Pallestina.

Yusuf Susilo Hartono

Lukisan *Aku Berzikir Maka Aku Ada* (2025) meminjam cogeto ergo sum Descartes, visualnya tampil unik. Menggunakan elemen tasbih yang melingkar sebentuk imaji wajah, dan tulisan tulisan Hu Allah, menggantikan “bibir”, merepresentasikan dzikir (ingat) seorang hamba kepada Sang Pencipta, di sembarang tempat dan waktu. Dalam dunia sufi Hu Allah bermakna “satu-satunya Dia saja”. Hu berarti Allah itu sendiri.
Sedangkan lukisan *Yasin, maka Bergetarlah Bumi dan Langit* (2024/2025), diilhami
oleh kebiasaan tahlilan di kalangan sebagian umat Islam di Jawa, dengan aksesoris –sinkretisme — kembang dan tumpeng. Bagi yang percaya, ketika surat Yasin dilantunkan, maka langit dan bumi terasa bergetar.
Meski YSH bukan kaligrafer, dalam proses kreatif dan karya-karya lukisan dan puisinya, kental dengan nafas religius. Mulai tekun berkarya mulai 1980-an di Bojonegoro, Jawa Timur, dan tambah gigih saat hijrah ke Jakarta (1986) sampai sekarang. Pemegang kartu Wartawan Utama Dewan Pers 2017, itu menggelar pameran Retrospeksi 40 Tahun Berkarya : Among Jiwo, di Museum Nasional, 2022. Telah belasan kali pameran tunggal di berbagai tempat, diantaranya Galeri Nasional, Taman Ismail Marzuki (TIM), Pusat Kebudayaan Jepang, Balai Budaya, dan Bentara Budaya Jakarta. Finalis Philip Morris Art Award tahun 2000, pernah pameran bersama dengan banyak tokoh perupa Indonesia, diantaranya Basoeki Abdullah, Nashar, Daoed Joesoef, Hardi, GM.Sudarta, dan Ipe Maaroef. (*)

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Penyerahan Jabatan Kabais TNI Dinilai Jadi Contoh Bagi Institusi Lain
Waktu Baca 4 Menit
Kasus Air Keras Andrie Yunus Dinilai Lebih Tepat Disidangkan di Pengadilan Militer
Waktu Baca 5 Menit
Framing Dinilai Jadi Skenario Ciptakan Ketidakstabilan Politik dan Geostrategis
Waktu Baca 4 Menit
Permata Sanny Peduli Gandeng YPJI Salurkan Paket Sembako untuk Jurnalis
Waktu Baca 2 Menit
JES Salurkan Bantuan Sembako dan Santunan untuk Warga Kurang Mampu di wilayah Klender Jakarta Timur
Waktu Baca 1 Menit

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Dari Aksi Sosial hingga Diskusi Pasar Modal

Waktu Baca 4 Menit

SOIna Siap Gelar Pekan Special Olympics Nasional 2026 di Kupang

Waktu Baca 3 Menit

BTN Ubah Persepsi Publik, Tak Lagi Sekadar Bank KPR

Waktu Baca 4 Menit

Meneguhkan Kembali Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Sebagai Way Of Life

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Cakrawala

Temanggung Bangkit, CATEC Gelar Pameran “Adu Roso” Karya Pelukis se Jawa-Bali

Waktu Baca 4 Menit
Cakrawala

Kasih Di Mata Dua Perupa

Waktu Baca 4 Menit
Cakrawala

Muda Mudi Turi Mendominasi Pelatihan Produksi Video Tentang Desa

Waktu Baca 3 Menit
Cakrawala

YMKI Apresiasi MUI Terbitkan Kriteria Produk Terafisial Israel, Jangan Salah Pilih

Waktu Baca 3 Menit
Cakrawala

Menghidupkan Kembali Tagoreisme

Waktu Baca 4 Menit
Cakrawala

Empat Resep Anti Miskin Pemerintahan Baru

Waktu Baca 4 Menit
Cakrawala

Melatih Karya Dengan Pelatihan, Bertukar Cerita Tentang Keindahan Alam

Waktu Baca 3 Menit
Cakrawala

Pengacara Kritik Adanya Ancaman Hukum ke Konsumen Yang Keluhkan Galon ‘Jentik Hitam’

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?