Buat Film Dokumenter Barber Culture Chief Barber Voyage Keliling 5 Kota

Buat Film Dokumenter Barber Culture Chief Barber Voyage Keliling 5 Kota

"Karena usaha dalam bentuk jasa, yang bisa kita akukan adalah entah menambah cabang atau kita melakukan servis servis baru, sedangkan dibarbershop servisnya yah, potong rambut, potong kumis, potong jenggot, coloring rambut yah gitu aja gak ada lain, karena gak akan bisa berkembang seperti salon, makanya kita melakukan acara ini untuk membuat inofasi supaya Brand Cheif akan dikenal lagi"

Buat Film Dokumenter Barber Culture Chief Barber Voyage Keliling 5 Kota


Telegraf, Jakarta – Baberhop usaha jasa yang akhir akhir ini menjadi bisnis yang mengiurkan dan banyak dilakukan anak anak muda. Chief Company yang berdiri di tahun 2013 lalu ini termasuk pemainnya.

Untuk bisa lebih dikenal masyarakat luas Chief Company ini melakukan trobosan dalam bentuk pemetaan sejarah, adanya babershop di Indonesia dengan mengelilinga 5 kota dari Sumatra hingga Bali.

“Karena usaha dalam bentuk jasa, yang bisa kita akukan adalah entah menambah cabang atau kita melakukan servis servis baru, sedangkan dibarbershop servisnya yah, potong rambut, potong kumis, potong jenggot, coloring rambut yah gitu aja gak ada lain, karena gak akan bisa berkembang seperti salon, makanya kita melakukan acara ini untuk membuat inofasi supaya Brand Chief akan dikenal lagi,” ungkap Fatsi Hakim selaku Director Chief Company di Jakarta.

Fatsi menjelaskan goal program ini adalah membuat film dokumenter yang akan diikut sertakan dalam ajang festival film dokumenter tahun depan. Hall ini juga melihat belum adanya para pemain atau pelaku usaha di bidang jasa ini melakukan pemetaan atau mencatat babershop itu berawal dari mana yang sampai saat ini masih ada.

“Belum ada pemain atau pelaku usaha babershop mendokumentasikan/mencatat sebenarnya awalnya dari mana sih, kemana sampai ada bisnis barbershop sampai sekarang ini, apa kulturnya/ apa tradisinya, beda kalau misalkan kopi kita udah tau penyebarakn kopi,” kata Fatsi Kamis (19/7).

Dan bisa dilihat babershop di Jakarta khusunya atau di kota kota lain banyak yang menuliskan di gerai babershopnya bertuliskan ASgar (asli garut, apakah baber shop itu dari garut ataukan dari daerah lain, dan ada beberapa makalah yang mengatakan dari Padang, program ini nantinya akan bisa memecahkan kotak jumaji tersebut, Fatsi menambahkan.

Program ini mengandeng BMW grup Indonesia yang mana The All-New BMW X3 akan di gunakan sebagai patner berkendara di 5 kota tersebut, memilih The All-New BMW X3 merupakan representasi dari pria urban yang aktif, produktif, adventurous dan mengerti style yang sesuai dengan karakteristik dan kepribadiannya. (Red)

Credit Photo : Marketing Director Chief Company Oky Andries, Marketing Director BMW Indonesia Helena Abidin, Fatsi Hakim selaku Director Chief Company (ka-ki)/telegraf

Atti K.

close