Telegraf— PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat ekspansi bisnis dengan melakukan transformasi besar pada sisi operasional dan layanan nasabah. Langkah ini dilakukan untuk mengubah persepsi publik yang selama ini menilai BTN hanya fokus pada pembiayaan perumahan atau kredit pemilikan rumah (KPR).
Direktur Operasional BTN I Nyoman Sugiri Yasa mengatakan, transformasi tersebut menjadi bagian dari strategi BTN untuk mewujudkan visi sebagai mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluargabtnb Indonesia.
“Selama ini BTN dikenal hanya melayani KPR. Ke depan kami ingin mengubah persepsi itu. BTN harus mampu memberikan layanan perbankan secara menyeluruh atau full banking services, mulai dari pembiayaan, investasi, hingga transaksi keuangan keluarga,” ujar Nyoman dalam agenda Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026, Jumat (13/3/2026)
Menurutnya, kebutuhan finansial keluarga tidak hanya terbatas pada pembiayaan rumah. Setelah memiliki rumah, nasabah juga membutuhkan berbagai layanan keuangan lain, seperti pembiayaan kendaraan, renovasi rumah, hingga pengelolaan investasi.
“Kalau keluarga membeli rumah, tentu ada kebutuhan lain. Misalnya kendaraan, kemudian beberapa tahun kemudian perlu renovasi rumah, atau kebutuhan finansial lainnya. Semua itu harus bisa difasilitasi oleh BTN,” kata dia.
Untuk mendukung ekspansi bisnis tersebut, BTN menjalankan strategi transformasi yang dikenal dengan konsep “1-3-5 Strategic Plan”. Salah satu fokus utama adalah memperkuat pendanaan (funding) sebagai bahan bakar utama bagi pertumbuhan bisnis pembiayaan.
“Funding adalah bahan bakar utama perbankan. Kalau funding tidak kuat, kita tidak bisa menyalurkan pembiayaan secara optimal. Karena itu penguatan funding menjadi prioritas utama dalam transformasi kami,” jelas Nyoman.
Selain itu, BTN juga memperkuat proposisi produk dan layanan melalui pendekatan holistic banking proposition. Strategi ini mendorong BTN untuk menghadirkan produk yang lebih beragam dan terintegrasi bagi nasabah.
Dalam mendukung ekspansi tersebut, BTN juga melakukan modernisasi besar-besaran pada jaringan kantor dan layanan digital. Pada 2025, BTN mengalokasikan sekitar Rp1,1 triliun untuk program modernisasi kantor cabang.
“Anggaran sekitar Rp1,1 triliun pada 2025 digunakan untuk modernisasi kantor. Target kami pada 2026 seluruh kantor wilayah sudah dimodernisasi, termasuk kantor cabang di lokasi strategis,” ujar Nyoman.
Modernisasi ini tidak hanya menyentuh tampilan fisik kantor, tetapi juga proses layanan berbasis teknologi digital. BTN kini menghadirkan dua model cabang, yakni cabang konvensional yang dimodernisasi serta digital store yang sepenuhnya mengandalkan layanan digital.
Digital store ditempatkan di lokasi komersial seperti pusat perbelanjaan dan kawasan perkantoran untuk menjangkau generasi muda dan nasabah baru.
“Di digital store, nasabah bisa membuka rekening hanya dengan tap KTP dan dalam lima menit rekening sudah aktif lengkap dengan kartu ATM. Ini bagian dari upaya kami meningkatkan pengalaman nasabah,” kata Nyoman.
Transformasi digital tersebut juga berdampak pada pertumbuhan nasabah digital BTN. Hingga saat ini, jumlah pengguna aplikasi Bale by BTN telah mencapai sekitar 4 juta nasabah, dengan penambahan sekitar 1,7 juta pengguna dalam setahun terakhir.
Selain modernisasi cabang, BTN juga melakukan transformasi operasional melalui sentralisasi proses pengajuan kredit. Proses yang sebelumnya tersebar di berbagai wilayah kini dipusatkan dalam sistem central loan processing berbasis digital.
Menurut Nyoman, sistem ini akan membuat proses kredit menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.
“Sekarang dokumen pengajuan kredit dari seluruh daerah langsung masuk ke sistem digital dan diproses oleh tim yang terlatih. Dengan begitu prosesnya lebih cepat dan nasabah juga bisa memantau perkembangan pengajuan kreditnya,” ujarnya.
Melalui berbagai langkah transformasi tersebut, BTN optimistis dapat memperluas basis nasabah sekaligus memperkuat posisi sebagai bank yang tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga layanan finansial keluarga secara menyeluruh.