BMW Persiapkan Waktu Untuk Beralih ke Mobil Listrik

"Jika Anda melihat apa yang terjadi di pasar dengan platform (listrik khusus) ini, semua mobil terlihat sama,"

BMW Persiapkan Waktu Untuk Beralih ke Mobil Listrik

Telegraf – CEO BMW AG Oliver Zipse mengatakan BMW telah mengatur waktunya dengan baik untuk beralih ke mobil listrik.

Produk-peoduk yang dihasilkan di masa depan akan mengubah persepsi produsen mobil asal Jerman itu ketika beralih ke elektrifikasi. Selain itu, diharapkan peralihan ini dapat membuat sahamnya bersaing dengan perusahaan-perusahaan seperti Tesla Inc.

“Ada persepsi bahwa kami istirahat, tapi sebenarnya kami tidak istirahat,” kata Zipse, dilansir dari Reuters.

“Kami menunggu saat elektromobilitas benar-benar mencapai volume yang lebih tinggi,” lanjutnya.

Pembuat mobil berlomba mengembangkan mobil listrik di tengah pengetatan standar emisi CO2 di Eropa dan China.

BMW mengatakan, pihaknya mengharapkan setengah (50 persen) dari penjualannya pada 2030 adalah kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Di sisi lain, pesaingnya, Volkswagen (VW) telah mengembangkan platform kendaraan listriknya sendiri sejak awal. Bulan depan, Daimler AG dikabarkan akan meluncurkan model Mercedes-Benz pertamanya dengan platform listrik khusus.

BMW sendiri saat ini masih mengembangkan mesin pembakaran internal (ICE), model hibrida dan listrik pada platform bersama. Kritikus mengatakan platform bersama membahayakan kinerja kendaraan listrik. BMW tidak akan meluncurkan platform kendaraan listrik khusus hingga 2025.

“Jika Anda melihat apa yang terjadi di pasar dengan platform (listrik khusus) ini, semua mobil terlihat sama,” terang Zipse.

“BMW melayani pelanggan yang sangat spesifik dan bergaji tinggi, saya rasa mereka tidak menginginkan mobil yang semuanya mirip,” tambahnya.

Zipse mengatakan dia mengharapkan Uni Eropa akan lebih memperketat target emisi CO2 pada 2030. “Kita harus melakukannya dengan cara yang masuk akal untuk menjaga mesin pembakaran tetap hidup. Karena perbaikan mesin akan membantu mencapai tujuan iklim,” sebut Zipse.

Zipse mengatakan kapitalisasi pasar BMW sekitar 55 miliar euro (US$64,7 miliar) lebih rendah dari asetnya yakni sekitar 60 miliar euro. “Ada yang salah di sana. Itu akan mengasumsikan bahwa Anda tidak memiliki masa depan,” imbuhnya.

Ditanya apakah BMW bisa menjadi pemimpin seperti pembuat mobil listrik Tesla, Zipse berkata: “Tentu saja kami bisa.”

“Cerita ekuitas belum selesai untuk BMW. Kami memiliki masa depan yang cerah, kami akan tumbuh,” pungkasnya.


Photo Credit: BMW X3. BMW.COM.MY

 

close