Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Biaya Kuliah Mahal, Ganjar Siapkan Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Biaya Kuliah Mahal, Ganjar Siapkan Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana

A. Chandra S. Minggu, 4 Februari 2024 | 21:57 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Ganjar Pranowo memastikan ke depan akses pendidikan di tingkat perguruan tinggi mudah bahkan gratis bagi keluarga miskin. FILE/Telegraf
Bagikan

Telegraf – Ganjar Pranowo memastikan ke depan akses pendidikan di tingkat perguruan tinggi mudah bahkan gratis bagi keluarga miskin. Hal itu adalah jawaban konkrit Capres nomor urut 3 saat ditanya soal biaya kuliah di Indonesia masih relatif mahal dan penggunaan sistem UKT (uang kuliah tunggal) dalam debat pamungkas KPU RI di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (04/02/2024) malam.

“Pertama, hentikan liberalisasi pendidikan berikanlah kepada para mahasiswa kita proporsi yang benar. Itulah kenapa Ganjar-Mahfud punya program satu keluarga miskin satu sarjana agar mereka tidak direpotkan pada persoalan ini,” terang Ganjar.

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu menambahkan penghentian liberalisasi pendidikan tersebut harus diimbangi dengan proporsional. Di mana yang kurang mampu harus mendapat intervensi dari pemerintah.

“Mana yang mampu dan mana yang kurang mampu. Yang kurang mampu harus ada intervensi dari pemerintah,” ucapnya.

Ia juga menyinggung, sistem pembiayaan kuliah bagi mahasiswa yang tidak proporsional, menjadi pemicu banyaknya mahasiswa yang terjerat kasus hutang pinjaman online (pinjol).

“Ikhtiar para mahasiswa hari ini agar bisa tetap bersekolah adalah hutang dan pinjol menjadi problem. Kami diskusi beberapa waktu lalu dengan para mahasiswa di Yogya ini menjadi cerita utama,” imbuhnya.

Di mata Ganjar, pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan adalah investasi bangsa dan negara. Ia pun menceritakan pengalamannya mendirikan SMKN Jawa Tengah, sekolah asrama gratis yang diperuntukkan kalangan miskin untuk nantinya dapat lulus langsung bekerja dan mampu mengangkat perekonomian keluarganya.

“Kalau boleh saya berbagi pengalaman di Jateng saya cari keluarga miskin sekolah langsung kerja. Kami mulai dari SMK. Alhamdulillah kami mampu mengcover itu. Yaitu SMKN Jateng, tiga tahun lulus dan kami ingin tingkatkan ini untuk perguruan tinggi. Bukan hanya yang miskin tapi juga perempuan dan penyandang disabilitas,” tegas Capres yang berpasangan dengan Mahfud MD itu.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

PGN Bentuk Satgas RAFI 2026, Amankan Pasokan Gas Selama Ramadhan dan Idul Fitri
Waktu Baca 3 Menit
Lonjakan Aktivitas Migas Picu Tantangan Baru bagi Industri Asuransi Energi
Waktu Baca 5 Menit
Budi Rahardjo
Presiden Prabowo Mendengar, Indonesia Melangkah: Bebas Aktif di Tengah Pusaran Dunia
Waktu Baca 5 Menit
OJK: Ekonomi Februari 2026 Tumbuh Solid, Waspadai Tekanan Geopolitik dan Volatilitas Pasar
Waktu Baca 4 Menit
Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Swasta Wajib Bayar Penuh H-7 Lebaran
Waktu Baca 4 Menit

Strategi OJK Kelola Risiko Iklim: Perkuat Pengawasan, Wajibkan CRMS, dan Bentuk Kemitraan Internasional

Waktu Baca 4 Menit

Pernyataan Lama Ketua DPD Kembali Viral, Densus Digital Soroti “Politik Daur Ulang”

Waktu Baca 3 Menit

LPS Bayar 88 Persen Rekening Nasabah BPR Prima Master Bank, Proses Klaim Dilanjutkan Bertahap

Waktu Baca 2 Menit

BSN Ekspansi ke Ekosistem Muhammadiyah, Dongkrak Pangsa Pasar Perbankan Syariah

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pecah! Ribuan Jemaah Hadiri UNU Jogja Bersholawat Sambut Maulid Nabi, Ajak Doakan Keselamatan Negeri

Waktu Baca 4 Menit
Didaktika

Percepat Transformasi Pendidikan, Ajang Penghargaan Acer Smart School Awards 2025 Perluas ke Semua Jenjang Pendidikan

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?