Banpres Sasar UMKM Yang Belum Tersentuh Layanan Perbankan

“Alhamdulillah setelah adanya bantuan (BPUM), saya bisa memperlebar tempat atau meja untuk usaha tambahan. Kemudian saya menambahkan usaha gorengan. Saya memanfaatkan sayur yang ibu saya jual agar tidak terbuang sia-sia”

Banpres Sasar UMKM Yang Belum Tersentuh Layanan Perbankan

Telegraf – Program bantuan presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM) sasar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang belum tersentuh layanan perbankan. Setiap pelaku UMKM mendapatkan bantuan sebesar Rp2,5 juta agar bisa tetap bertahan bahkan mengembangkan usahanya di masa pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah setelah adanya bantuan (BPUM), saya bisa memperlebar tempat atau meja untuk usaha tambahan. Kemudian saya menambahkan usaha gorengan. Saya memanfaatkan sayur yang ibu saya jual agar tidak terbuang sia-sia,” tutur Iis Suminar, pelaku usaha pecel karedok dan gado-gado dalam acara Dialog Produktif bertema Pejuang Ekonomi Garis Depan Wirausahawan Usaha Mikro, yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Ia menceritakan, berhubung informasi didapat dari media sosial dan Iis belum pernah berurusan dengan perbankan, awalnya ragu demi memenuhi persyaratan penerima Banpres Iis memberanikan diri datang ke Bank yang sebelumnya menannyakan ke pihak desa.

“Saya memberanikan diri datang ke bank dan menanyakan ke security terkait dana UMKM, karena saya mendapat informasi ini pertama kali lewat media sosial,” tutur Iis.

Bukan saja Iis, Suwanti, pengusaha kerajinan cindera mata berbahan dasar limbah, juga menerima Banpres . Ia mengakui, selama pandemi COVID-19, omset usahanya mengalami penurunan drastis. Terlebih dengan pelarangan diadakan pesta-pesta pernikahan di masa Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) berlangsung beberapa waktu lalu, semakin menekan usahanya. Padahal kegiatan pesta adalah sumber utama pemasukannya.

“Bantuan senilai Rp2,4 juta ini bagi saya seperti mendapatkan air minum di padang pasir,” ujar Suwanti.

Suwanti mendapatkan akses BPUM melalui informasi di grup UMKM yang telah diikutinya. Pada awalnya, Suwanti ragu akan informasi tersebut, namun tetap mengurus syarat-syaratnya di dinas Pemda Bogor.

“Kami mengajukan pada 20 September dan bantuan cair pada 25 September. Bantuan ditransfer langsung di rekening bank BRI saya”, jelasnya

Selain sebagai penerima BPUM mereka juga mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro. Bantuan stimulus usaha ini merupakan program dengan suku bunga 0% hingga 31 Desember 2020. Dengan diberikan tambahan subsidi bunga KUR 6% sampai dengan 31 Desember 2020, dan 6% setelah 31 Desember 2020. Batas maksimum kreditnya adalah sebesar Rp10 juta.

Keduanya secara khusus menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden Joko Widodo pada kesempatan tersebut. “Saya berterima kasih kepada bapak Jokowi, usaha saya bisa terbantu, karena selama pandemi itu sempat menurun. Alhamdulillah setelah mendapatkan bantuan itu semakin meningkat. Mudah-mudahan ke depannya jadi lebih baik dan lebih maju lagi,” tutrnya.

Suwanti tak hanya menyampaikan terimakasih kepada Presiden tetapi juga menyampaikan kepada masyarakat agar mendukung UMKM Indonesia. “Untuk teman-teman semua berkenan memakai barang-barang produksi UMKM agar lebih maju ke depan. Kemudian terima kasih kepada bapak Jokowi yang telah memberikan dukungan untuk UMKM, kami-kami para pelaku UMKM sangat terbantu dengan bantuan seperti ini sehingga usaha kami bisa menggeliat lagi”, tutup Suwanti. (AK)


Photo Credit: Ilustrasu UMKM/ist


 

Atti K.