Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Bahaya Cetak Kartu Sertifikat Vaksin, Pakar Siber Ulas Resikonya
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Technology

Bahaya Cetak Kartu Sertifikat Vaksin, Pakar Siber Ulas Resikonya

Fajri Setiawan Sabtu, 14 Agustus 2021 | 15:24 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Cetak kartu vaksinasi Covid-19 kini marak dilakukan melalui tangan pihak ketiga. FILE.Dok/Whisnu Pradana
Photo Credit: Cetak kartu vaksinasi Covid-19 kini marak dilakukan melalui tangan pihak ketiga. FILE.Dok/Whisnu Pradana
Bagikan

Telegraf – Adanya aturan baru terkait larangan masuk mal bagi mereka yang belum melakukan vaksinasi, membuat masyarakat yang ingin pergi atau sekedar belanja atau bermain ke mal harus menunjukkan sertifikat vaksin terlebih dahulu yang dianggap menjadi syarat wajib bagi pengunjung yang akan masuk ke mal saat PPKM berlangsung.

Tetapi perlu diingat bahwa dibalik itu, ada konsekuensi dan ancamannya juga, sebab sertifikat vaksin tersebut rentan disalahgunakan oleh pihak atau oknum tidak bertanggung jawab.

Ardi Sutedja yang merupakan ketua dan pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi yang merupakan pakar ahli dan praktisi dibidang keamanan siber, meminta kepada pemerintah pusat untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan adanya potensi risiko kebocoran data melalui kartu vaksinasi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Ardi untuk menanggapi semakin maraknya masyarakat yang dengan sadar mencetak kartu sertifikat vaksinasi Covid-19 miliknya melalui pihak ketiga.

“Masyarakat harus tahu ada risiko saat mencetak sertifikat vaksin melalui pihak ketiga, ada potensi kebocoran data yang tidak diinginkan. Karena data mereka bisa disalahgunakan tanpa sepengetahuan pemilik sertifikat. Jadi itu masalah yang harus dijelaskan oleh pemerintah terkait boleh tidaknya menyetak sertifikat vaksin,” kata Ardi yang juga adalah dewan redaksi Telegraf, Sabtu (14/08/2021).

“Saya harus sampaikan bahwa sertifikat vaksin itu mengandung data-data pribadi yang tidak boleh diketahui oleh orang lain, selain kita. Jadi di luar kita, tidak boleh orang tahu, karena kan ada NIK di sertifikat, kedua ada QR code, itu kan bisa di scan, ketika di scan mungkin ada orang yang punya alat untuk membaca QR code itu, keluar lah data pribadi kita. Ini risiko yang harus diwaspadai,” terangnya.

Baca Juga :  Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Sementara itu menurutnya terkait dengan NIK, sama seperti layaknya kunci brankas yang menyimpan harta seseorang, sehingga harus dilindungi oleh setiap individu masing-masing.

Memberikan NIK secara tidak hati-hati diibaratkannya seperti membuka peluang terjadinya kejahatan siber.

Membiarkan kartu sertifikat vaksin disimpan oleh pihak ketiga juga berpotensi diduplikasi oleh pihak tersebut, akibatnya bisa terjadi penyelewengan data, sehingga seseorang yang belum melakukan vaksinasi bisa memiliki kartu sertifikat palsu biarpun dirinya belum divaksin.

“Kalau memang orang ini sertifikat vaksinnya dipakai orang lain. Dia bisa masuk ke tempat-tempat yang butuh syarat vaksinasi. Kita kan tidak tahu itu orang sudah divaksin atau belum, bisa saja disalahgunakan, padahal dia sedang dalam kondisi terpapar, masuk mal, kita tidak tahu. Karena sudah melihat sertifikat kartu, sudah boleh masuk begitu saja,” jelasnya.

Adapun hal yang lebih membahayakan lagi, menurutnya adalah ketika data diri tersebut berpindah ke tangan orang lain tanpa sepengetahuan dari pemiliknya.

Terutama terkait dengan NIK, yang notabene berisi tentang data diri, yang menyangkut privasi seseorang. Terdapat kemungkinan data diri tersebut diretas dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab.

“Kita kan tidak tahu apakah percetakan ini menyimpan datanya, atau dimusnahkan setelah itu, atau dijual ke Pinjol (pinjaman online) lalu rumahnya didatangi debt collector, bisa saja itu terjadi. Oleh karena itu saya bilang, NIK itu kunci gembok. Kalau kuncinya sudah dipegang, bisa masuk ke akun media sosial kita atau ke akun bank, itu yang bahaya,” tegasnya.


Photo Credit: Cetak kartu vaksinasi Covid-19 kini marak dilakukan melalui tangan pihak ketiga. FILE.Dok/Whisnu Pradana

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

vivo Y31d Pro
Technology

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Technology

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Illustration pencurian data pribadi oleh pihak yang tak bertanggung jawab bisa terjadi kapanpun. GETTY IMAGES/Thomas Trutschel
Technology

Hadapi Ancaman Siber, Elemen Bangsa Didorong Perkuat Pertahanan Semesta di Era Digital

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Bijak Memanfaatkan Ruang Digital Tanpa Judi Online

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Atitude Bijak di Dunia Digital Online dan Menjauhi Judi

Waktu Baca 2 Menit
eSIM XL PRIORITAS
Technology

eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?