Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Apa Beda Airlangga dan Bamsoet, Ini Kata Pengamat
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Apa Beda Airlangga dan Bamsoet, Ini Kata Pengamat

Hanna Iffah Kamis, 14 November 2019 | 06:03 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Photo Credit : Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (kanan) dan Ketua MPR Bambang Soesatyo. Foto: ANTARA/Nova Wahyudi
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Disebut-sebut bakal maju bertarung memperebutkan kursi ketua umum Partai Golkar, perbedaan karakter kepemimpinan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), diperbandingkan. Direktur Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyebut kedua orang itu memiliki karakter yang sangat berbeda dan bertolak belakang.

Ujang menggambarkan karakter keduanya dari cara mereka memimpin Golkar maupun memimpin lembaga negara. “Indikator penilaian saya adalah ketika mereka menjadi elite di Golkar atau pejabat di lembaga negara,” kata Ujang, di Jakarta, Rabu, (13/11/19).

“Airlangga menunjukkan karakter pemimpin yang eksklusif. Hal itu terlihat dari kepemimpinannya di Golkar beberapa tahun terakhir ini. Bisa dilihat bahwa Pak Airlangga itu pergaulannya lebih eksklusif,” katanya.

Berbanding terbalik, lanjutnya, Bamsoet lebih inklusif. “Bamsoet lebih adaptif dan mengakar,” katanya.

Lepas dari siapa pun yang akan terpilih, Ujang berharap ketua umum baru bisa membawa Golkar lebih baik dan menjadi partai modern.

Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar disepakati berlangsung pada 4 hingga 6 Desember 2019. Kesepakatan ini didapat melalui rapat pleno pengurus Golkar.

“Munas akan diselenggarakan pada 4, 5, dan 6 Desember, bertempat di Jakarta,” kata Airlangga Hartarto di Kantor DPP Golkar, Selasa, 5 November 2019 lalu.

Sejauh ini, Airlangga dipastikan maju lagi sebagai calon ketua umum. Selain dia, Wakil Koordinator Bidang (Wakorbid) Pratama Golkar sekaligus Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet), santer dikabarkan ikut maju. (Red)


Photo Credit : Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (kanan) dan Ketua MPR Bambang Soesatyo. Foto: ANTARA/Nova Wahyudi

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?