Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Antisipasi Tantangan Pemilu IHSG Februari 2024: Saham dan Strategi Investasi Paling Menjanjikan
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Antisipasi Tantangan Pemilu IHSG Februari 2024: Saham dan Strategi Investasi Paling Menjanjikan

Idris Daulat Minggu, 4 Februari 2024 | 12:44 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Photo Credit: Seorang karyawan melewati layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada tanggal 2 Maret 2020. ANTARA/Galih Pradipta
Photo Credit: Seorang karyawan melewati layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada tanggal 2 Maret 2020. ANTARA/Galih Pradipta
Bagikan

Telegraf – Indeks CSA Februari 2024 sebesar 59,7 menunjukkan penurunan tingkat optimisme dibandingkan Januari yang mencapai 83,7. Penurunan ini menunjukkan pelaku pasar kurang antusias melakukan perdagangan di bulan Februari.

Alasan yang dikemukakan oleh banyak pelaku pasar atas penurunan ini adalah pemilu yang diadakan pada bulan ini dan melemahnya nilai tukar Rupiah. Meski menurun, angka di atas 50 menunjukkan pelaku pasar masih banyak yang memperkirakan IHSG akan bullish di bulan Februari.

Konsensus IHSG pada penutupan Februari 2024 sebesar 7.258, naik tipis dibandingkan penutupan Januari 2024 sebesar 7.207.

Berdasarkan hasil wawancara mendalam, terlihat bahwa pelaku pasar memandang ketidakpastian akibat pemilu cukup tinggi.

Jika pemilu berakhir dalam satu putaran, hal ini akan menjadi perkembangan positif, sehingga pelaku pasar dapat segera mengalokasikan asetnya untuk menyesuaikan dengan hasil pemilu.

CSA Index IHSG Konsensus Feb 24 (Source : CSA Institute)
CSA Index IHSG Konsensus Feb 24 (Source : CSA Institute)

Namun jika terjadi dua putaran, ketidakpastian masih akan terjadi hingga pemilu putaran kedua digelar.

Selain itu, melemahnya nilai tukar Rupiah dan potensi peningkatan ketegangan geopolitik diyakini akan mempersulit pergerakan IHSG.

Meningkatnya ketegangan geopolitik diperkirakan berdampak signifikan pada rantai pasokan global, sementara ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed pada bulan Maret semakin berkurang. Sebanyak 93,4% pelaku pasar masih optimistis IHSG akan mengalami tren bullish dalam dua belas bulan ke depan.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan optimisme pergerakan tahunan IHSG pada bulan Januari sebesar 93,0%.

Sentimen positif yang paling berpengaruh adalah pelaku pasar meyakini pertumbuhan ekonomi masih baik di tahun 2024, dan adanya harapan The Fed akan terus menurunkan suku bunganya di tahun ini.

Perkiraan Indeks CSA Konsensus IHSG 12M. (Sumber: Institut CSA)
Perkiraan Indeks CSA Konsensus IHSG 12M. (Sumber: Institut CSA)

Ekspektasi membaiknya kinerja emiten pasca pemilu juga menjadi alasan investor meyakini IHSG akan terus tumbuh di tahun 2024.

Pelaku pasar menargetkan IHSG menguat ke level 7.697 dalam dua belas bulan ke depan.

Hal ini mengindikasikan IHSG diperkirakan menguat 489 poin atau 6,78% dari posisi penutupan akhir Januari 2024.

Target tersebut didasarkan pada pengakuan terhadap beberapa sentimen negatif yang mempunyai dampak jangka panjang, seperti peningkatan risiko geopolitik dan perlambatan perekonomian dunia.

Meskipun harga komoditas dan nilai tukar berfluktuasi dalam 12 bulan ke depan, perekonomian Indonesia diperkirakan masih tumbuh.

Baca Juga :  DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Pelaku pasar sangat menantikan arah kebijakan pemerintah yang akan dipilih pada pemilu mendatang, yang diharapkan dapat semakin mendukung pertumbuhan IHSG.

CSA Index Sektor Pilihan Feb 24. (Source : CSA Institute)
CSA Index Sektor Pilihan Feb 24. (Source : CSA Institute)

David Sutyanto, CSA, Ketua Umum AAEI menanggapi hasil CSA Index 24 Feb “CSA Index 24 Feb menunjukkan optimisme pelaku pasar yang semakin menurun dalam menghadapi perdagangan Februari 2024.

Hal ini disebabkan oleh peristiwa pemilu dan semakin kecilnya kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Meski demikian, IHSG diproyeksikan masih menguat meski terbatas.

Pemilu menjadi faktor utama yang menciptakan ketidakpastian, dan pasar cenderung “wait and see” hingga presiden baru terpilih.

Indeks CSA juga mengkaji sektor-sektor yang akan menjadi penggerak utama IHSG di bulan Februari.

Sektor keuangan menjadi pilihan utama mayoritas pelaku pasar sebagai sektor yang mampu memacu IHSG.

Rilis laporan keuangan perbankan dengan hasil di atas ekspektasi dan valuasi rendah menjadikan sektor ini diunggulkan.

Selain sektor keuangan, sektor barang konsumsi non-primer juga menjadi sektor kedua yang paling disukai.

Hal ini menandakan tingkat konsumsi domestik masih terjaga mencerminkan optimisme terhadap kondisi perekonomian dalam negeri.

Dalam pandangan NS. Aji Martono, Ketua PROPAMI, pasar kemungkinan akan mengambil pendekatan “wait and see” dalam mengevaluasi visi masa depan Indonesia, khususnya di sektor ekonomi dan kebijakan yang berdampak pada pasar modal.

Meskipun mengakui signifikansi historis dan fundamental dari Indeks CSA, Aji menekankan pentingnya kehati-hatian, bahkan selama kenaikan pasar terkait pemilu, dengan mempertimbangkan analisis teknis dan fundamental.

Investor asing pada awal Februari memborong saham dengan net buy Rp 886,17 miliar.

Sepanjang tahun 2024, net buy investor asing mencapai Rp 9,21 triliun.

5 Top Gainers

  1. Shares RSCH (34.69%)
  2. SOTS (34.36%)
  3. PTMP (16.98%)
  4. INPS (15.13%)
  5. CBUT (12.00%)

5 Top Losers Shares

  1. MPXL (-19.44% )
  2. MLPT (-10.56%)
  3. SMGA (-10.08%)
  4. SMMA (-9.13%)
  5. TRUS (-9.09%)

5 Shares Net Buy Foreign Investors

  1. BBCA IDR 543.6 billion
  2. TLKM IDR 198.8 billion
  3. BBRI Rp. 131.0 billion
  4. BBNI Rp. 103.5 billion
  5. ADRO Rp. 35.3 billion

5 Shares Net Sell Foreign Investors

  1. KLBF (Rp. 31.6 billion)
  2. FILM (Rp. 28.5 billion)
  3. MEDC (Rp. 21.5 billion)
  4. BRPT (Rp. 15.2 billion)
  5. INKP ( IDR 15.2 billion)
Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?