Angela Merkel Hingga Jack Ma Angkat Isu Globalisasi di World Economic Forum

Angela Merkel Hingga Jack Ma Angkat Isu Globalisasi di World Economic Forum

"Sejak zaman Kekaisaran Romawi dan pembangunan Tembok Cina, manusia belajar bahwa menutup diri sendiri tidak melindungi perbatasan negara. Kita butuh kerja sama dan kesepakatan bersama yang saling menghormati dengan negara-negara tetangga,"

Angela Merkel Hingga Jack Ma Angkat Isu Globalisasi di World Economic Forum


Telegraf, Davos – Hari kedua Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) 2018 di Davos, Swiss sudah selesai. Sejumlah tokoh dunia menjadi pembicara pada Rabu (24/01/2018). Beberapa pembicara penting antara lain adalah Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Pendiri Alibaba Jack Ma.

Merkel, dalam pidatonya, mengatakan semangat multilateralisme yang dibangun pasca-Perang Dunia II dan menjadi landasan terbentuknya Uni Eropa berada di bawah ancaman populisme.

“Kita melihat populisme sedang bangkit, ada atmosfer yang memecah-belah,” kata Merkel.

Merkel mengajak negara-negara untuk bersatu mengatasi masalah bersama, seperti imigrasi.

“Sejak zaman Kekaisaran Romawi dan pembangunan Tembok Cina, manusia belajar bahwa menutup diri sendiri tidak melindungi perbatasan negara. Kita butuh kerja sama dan kesepakatan bersama yang saling menghormati dengan negara-negara tetangga,” kata Merkel.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa kemajuan Prancis bergantung pada kesuksesan Uni Eropa. Macron juga mengajak seluruh dunia bersatu mengatasi masalah kesenjangan akibat kapitalisme global.

Macron juga mengatakan Prancis akan menutup semua pembangkit listrik berbahan bakar batu bara hingga 2021. Uni Eropa sendiri sudah menerapkan kebijakan ketat terkait batu bara untuk mengurangi dampak polusi terhadap lingkungan.

Pendiri Alibaba Jack Ma berbicara tentang banyak hal, mulai dari globalisasi hingga cinta. Ma mengatakan bahwa kunci kesuksesan adalah cinta. “Untuk mencapai kesuksesan, Anda butuh EQ yang tinggi. Jika Anda tidak ingin kalah, maka butuh IQ yang tinggi, dan jika Anda ingin dihormati maka butuh LQ -atau IQ cinta,” kata Ma.

Ma juga mengatakan kunci kesuksesan salah satunya adalah memiliki karyawan perempuan. “37 persen manajemen senior Alibaba adalah perempuan. Resep rahasia kesuksesan kami adalah kami memiliki banyak kolega perempuan,” kata Ma.

Terkait globalisasi, Ma mengatakan bahwa globalisasi tidak dapat dihentikan. “Jika perdagangan bebas berhenti maka dunia ikut berhenti. Perdagangan adalah cara untuk menghindari perang bukan menyebabkan perang,” kata Ma.

Soal isu proteksionisme, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan Amerika Serikat tidak melancarkan perang dagang, tetapi hanya berusaha menciptakan lingkungan yang adil dalam perdagangan global dan membendung tindakan proteksionis Tiongkok.

Pada isu teknologi, Chief Executive Officer (CEO) Google, Sundar Pichai, mengatakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan membantu menyelamatkan umat manusia, bukan menghancurkannya. AI dapat digunakan untuk mengatasi banyak hambatan yang dihadapi manusia sekarang, dan membantu misalnya menciptakan sumber energi yang bersih, murah, dan handal. (Red)

Photo Credit : AP Photo


KBI Telegraf

close