Telegraf, Jakarta – Menurut data Kementrian Kesehatan masyarakat Indonesia yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan hanya menunjukan 20 persen ini berarti 80 persen masyarakat Indonesia tidak perduli dengan kesehatannya, untuk itu PT Unilever indonesia memprakarsai wadah kolaborasi Indonesia Hygiene Forum.
Wadah ini dimaksudkan untuk menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi pihak pihak yang terlibat dalam kesehatan dan hygienitas baik para akademisi, pemerintah, pakar, komunitas, serta pelaku bisnis agar bisa bersama sama meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebersihan dan kesehatan yang hanya 20 persen di Indonesia.
Hal itu di ungkapkan oleh Presiden Direktur PT Unilever indonesia Tbk, hemant Bakshi saat peresmian dibukannya Indonesia Hygiene Forum di Jakarta.
“Indonesia Hygiene Forum adalah salah satu perwujudan Unilever Sustainable Living Plan (USLP), sebuah strategi bisnis untuk menumbuhkan bisnis seraya mengurangi separuh dampak lingkungan yang ditimbulkan dan meningkatkan dampak sosial bagi masyarakat. Salah satu tujuan USLP meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan 1 milyar orang pada 2020, dan IHF merupakan salah satu wujud nyata upaya kami mencapai tujuan tersebut,” tutur Hemant , Senin (23/04/18).
Ditemui di tempat yang sama Purnawan Junaidi Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menjelaskan dampak terbesar jika kurangnya kesadaran kebersian dan kesehatan menimbulkan terjadinya kekurangan air bersih, kekurangan air bersih ini akan menyebabkan timbulnya penyakit ispa dan diare.
Untuk menumuhkan kesadaran tersebut Purnawan mengatakan prilaku dari keluarga yang harus ditanamkan, setelah di rumah, di sekolahpun harus dilanjutkan dan di fasilitas fasilitas umum, seperti rumah sakit diingatkan dengan dipasangnya plang, plang, dimaksudkan untuk mengingatkan budaya prilaku bersih.
“Prilaku dari rumah harus didirikan, di sekolah ataupun di rumahsakit, dan adanya plank dimana-mana agar ada budaya prilaku,” kata Purnawan.
Hal serupa juga di katakan oleh Direktur Kesehatan kerja dan Olahraga, Direktorat jendral Kesehatan Masyarakat kementrian Kesehatan Kartini Rustandi Edukasi harus menjadi tonggak awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan pengetahuan masyarakat harus tau akar permasalahan yang ada sehingga tidak muncul penyakit penyakit yang akan timbul.
Sementara itu Amithaba Majumdhar, Senior Research Scientist and Global Work Stream Leader Unilever menyampaikan Unilever selalu menempatkan edukasi berjalan beriringan dengan inovasi produk untuk menciptakan produk yang bisa menjadi solusi dari permasalahan kesehatan dan kebersihan masyarakat sejak 100 tahun yang lalu. (Red)