Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Jumlah Produksi Mobil Inggris Turun, Diduga Akibat Dampak Dari Brexit
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Otomotif

Jumlah Produksi Mobil Inggris Turun, Diduga Akibat Dampak Dari Brexit

Telegrafi Senin, 28 November 2016 | 08:54 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Produksi mobil di Inggris menurun untuk pertama kalinya dalam waktu lebih dari satu tahun terakhir disebabkan melambatnya permintaan domestik yang mendorong kelompok industri meminta pemerintah agar kembali membuka perdagangan bebas setelah Inggris keluar dari Uni Eropa (Britain Exit/Brexit).

Secara keseluruhan, produksi tahunan turun 1 persen menjadi 151.795 unit pada bulan Oktober 2016. Kendati demikian, Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) mengatakan perbandingan volume dari tahun ke tahun itu tetap di jalur untuk melewati catatan tertinggi dalam 10 tahun terakhir yang terjadi pada 2015.

Di sisi lain, permintaan ekspor mobil buatan Inggris naik sedikit pada bulan Oktober, namun jumlah pembelian domestik Inggris menurun 10,9 persen.

SMMT mengatakan perubahan model juga membuat produksi menurun karena produsen menahan kendaraan model lama demi mengeluarkan model baru sehingga berdampak pada angka penjualan bulanan.

Namun, dalam data terpisah menunjukkan penjualan sudah melambat sejak referendum pada 23 Juni. Bahkan penurunan penjualan sudah terjadi sejak April.

Industri mobil asing di Inggris pun mendukung Inggris bergabung dengan Uni Eropa. Nissan yang mengoperasikan pabrik terbesar di negara itu mencari jaminan bahwa mereka tidak akan menghadapi tarif sebelum berinvestasi besar-besaran.

SMMT Chief Executive Mike Hawes mengatakan data tersebut menunjukkan perlunya jaminan dari pemerintah untuk memastikan mobil asing tidak akan lebih mahal daripada mobil asli Inggris.

“Sangat penting agar mobil buatan Inggris tetap menarik untuk pembeli internasional dan ekspor tidak dikenakan biaya tambahan dan hambatan lain untuk menyukseskan perdagangan,” kata Mike Hawes dilansir dari Reuters, Kamis, 24 November 2016. (Ant)

Foto : Range Rover salah satu mobil produk otomotif dari Inggris. | landrover.co.uk

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Otomotif

Daihatsu Indonesia Terapkan Proses Produksi Ramah Lingkungan di Karawang

Waktu Baca 1 Menit
Otomotif

New Veloz Hybrid Produksi Lokal Kini Resmi Mengaspal

Waktu Baca 1 Menit
Otomotif

JETOUR T2 Siap Dibuka Untuk Pre-Booking di GJAW 2025

Waktu Baca 6 Menit
Otomotif

TAF Kenalkan Inovasi Digital Tukar Mobil di GIIAS 2025

Waktu Baca 1 Menit
Otomotif

Lyriq, SUV Listrik Cadillac Setir Kanan Pertama Kini Telah Hadir

Waktu Baca 3 Menit
Otomotif

BYD Tembus Rekor 426 Ribu Unit Penjualan Mobilnya di Dunia

Waktu Baca 2 Menit
Otomotif

Kunjungi Gelaran IIMS 2024, Ganjar: Antusiasme Pasar Cukup Bagus

Waktu Baca 2 Menit
Otomotif

Usung Konsep A Comfortable Living Space, NETA Perkenalkan SUV Listrik

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?