Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Waktu ’Ngegas’ Ekspor
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Opini

Waktu ’Ngegas’ Ekspor

Fajri Setiawan Jumat, 4 September 2020 | 13:24 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Indonesia (Persero) IV Petikemas Kendari, Sultra. ANTARA/Ekho Ardiyanto
Photo Credit: Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Indonesia (Persero) IV Petikemas Kendari, Sultra. ANTARA/Ekho Ardiyanto
Bagikan

Dalam Pidato Kenegaraan, Presiden Joko Widodo menyatakan pandemi Covid19 harus menjadi peluang semua komponen bangsa untuk ‘mengegas’ dan ‘mengerem’ dengan strategi yang jitu, layak dikembangpraksiskan pada bidang ekspor nasional. Selama ini ekspor Indonesia terkonsentrasi pada sejumlah negara yang disebut pasar tradisional, yang sudah mulai jenuh.

Dalam suasana pandemi, tidak ada jalan lain pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan harus fokus. Tak hanya intensifikasi produk, tapi juga diversifikasi produk ekspor ke luar negara tujuan utama atau nontradisional. Dengan menjajal pasar baru ekspor, peluang mendongkrak kinerja ekspor masih terbuka lebar.

Menurut data Kemendag upaya diversifikasi tujuan ekspor mulai berjalan. Hasilnya tak mengecewakan. Misalnya ekspor tujuan Mongolia mencatat pertumbuhan signifikan hingga mencapai 450,29%, ke Zimbabwe 353,73%, Afrika Tengah sekitar 315,9%, dan Bulgaria 222,27% sejak digarap dalam dua tahun terakhir ini. Jadi terbukti bahwa sejumlah negara yang selama ini tidak dilirik memberi kontribusi pertumbuhan ekspor yang signifikan.

Tidak Cukup

Namun harus disadari bahwa menggenjot pasar ekspor sebagai bagian upaya dari pemulihan ekonomi nasional (PEN) tidak cukup hanya dengan program diversifikasi tujuan ekspor. Berbagai upaya lain harus menyertainya. Kali ini gayung bersambut, Lembaga Pembiayaan Ekspor Pemerintah (LPEI) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) ditugasi pemerintah untuk memberikan penjaminan kredit kepada usaha berskala korporasi padat karya.

Ruang gerak LPEI berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat melakukan penjaminan bagi bank dengan ketentuan antara lain pembobotan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) sebesar 0%. Selain itu aset yang dijamin berkualitas lancar dan pengecualian perhitungan batas maksimum pemberian kredit (BMPK). Melalui skema tersebut bank dalam menyalurkan kredit ekspor punya keleluasaan untuk ekspansi dan meminimalkan risiko kredit sekaligus. Di sisi lain para eksportir, terutama yang memiliki karyawan banyak, aman untuk beroperasi karena tetap mendapat dukungan pembiayaan dari perbankan.

Lalu mengapa selama ini kinerja ekspor Indonesia selalu tertinggal jauh bila dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara walau tanpa pendemi korona?

Jawabannya, sebagaimana dibeberkan peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian, karena Indonesia memiliki strategi perdagangan internasional yang kurang jelas sehingga fokus orientasinya tidak jelas. Dia mencontohkan, Jepang dan Jerman memilih strategi perdagangan dan pembangunan ekonomi yang berorientasi ekspor.

Selain regulasi kemudahan ekspor, didua negara maju itu, urusan ekspor tak hanya mengandalkan para pengusaha, eksportir, tetapi menggerakkan seluruh sumber daya secara terintegrasi. Jepang, misalnya, para diplomat dan atase di semua negara tak hanya diarahkan untuk urusan diplomasi pemerintahan. Tetapi semua pejabat di kementerian luar negeri harus mau dan mampu menjadi ‘telemarketer’ produk rakyat, produk para pengusaha nasional.

Empat Kendala

Kondisi perdagangan internasional semakin sulit di tengah pandemi. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengakui dan menilai terdapat empat kendala besar. Pertama, perubahan perilaku konsumen, dimana pola perdagangan kini mengarah pada perdagangan digital. Kedua, meningkatnya praktik proteksionisme sejumlah negara di masa Covid-19. Ketiga, perjanjian dagang yang dalam proses bisa mengalami hambatan. Keempat, adanya potensi defisit dan resesi ekonomi akibat ketegangan ekonomi global yang disebabkan perang dagang AS dan China yang tak kunjung usai.

Namun, sesulit apa pun kondisi, selalu ada jalan sepanjang terus berupaya secara kolaboratif. Pandemi korona telah membuka momentum bagi pemerintah untuk lebih fokus membuka pasar baru ekspor dengan segala perangkat pendukungnya. Maka kinerja ekspor senantiasa harus berefek terhadap pemulihan ekonomi nasional yang kini di ambang resesi.

_______________________________

Oleh: Tasroh MPAMSc. Tim Pengembangan Ekonomi Investasi Daerah, Alumnus Ritsumeikan Asia Pacific University, Japan.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Opini

The Art Of War Dari Sun Tzu dan Strategi Pendiri Bangsa Mendesain Indonesia

Waktu Baca 11 Menit
Opini

Black Swan, Dekolonialisasi dan Tatanan Dunia Baru

Waktu Baca 9 Menit
Opini

Menilik Campur Tangan Asing Dibalik Runtuhnya Orde Baru Tahun 1998

Waktu Baca 6 Menit
Opini

Impeachment dan Dampaknya Terhadap Rakyat Kecil

Waktu Baca 5 Menit
Gerakan Hemat Energi
Opini

Gerakan Hemat Energi dan Transformasi Budaya Kerja

Waktu Baca 5 Menit
Opini

Pers Sebagai Kekuatan Keempat Demokrasi: Antara Penjaga Kebenaran dan Alat Propaganda

Waktu Baca 4 Menit
Budi Rahardjo
Opini

Presiden Prabowo Mendengar, Indonesia Melangkah: Bebas Aktif di Tengah Pusaran Dunia

Waktu Baca 5 Menit
Foto : Ilustrasi (doc.AI)
Opini

Pernyataan Lama Ketua DPD Kembali Viral, Densus Digital Soroti “Politik Daur Ulang”

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?