Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Detektor Dini Disleksia Berbasis Teknologi Karya Siswa MTsN 2 Kota Surabaya
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Detektor Dini Disleksia Berbasis Teknologi Karya Siswa MTsN 2 Kota Surabaya

MSN Jumat, 6 September 2024 | 05:50 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

TERNATE, TELEGRAF.CO.ID – Dua siswa berbakat dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Surabaya berhasil menciptakan alat detektor dini disleksia, yang menjadi terobosan penting dalam upaya mendeteksi gangguan ini. Disleksia merupakan kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis, dan menurut Dyslexia Center Indonesia (2019), sekitar 10 persen anak di Indonesia mengalami disleksia tanpa terdeteksi.

Peneliti muda dari MTsN 2 Kota Surabaya, Fathi Zahiya dan Nur Maisyah Ilmira, yang bertajuk “Implementasi Metode Neural Network dan Elektroensefalografi pada Aplikasi Mobile Deteksi Disleksia (DMD) berhasil masuk ke babak final Madrasah Young Researcher (MYRES) 2024, yang diselenggarakan di Ternate, Maluku Utara.

Fathi Zahiya menjelaskan bahwa otak manusia memiliki berbagai gelombang, seperti alfa, beta, delta, gamma, dan theta, yang dapat dideteksi menggunakan elektroensefalografi (EEG). “Pada penderita disleksia, pola gelombang beta dan gamma tidak beraturan. Dari sinilah kami dapat menyimpulkan adanya gangguan disleksia,” jelas Fathi.

Lebih lanjut, hasil temuan ini diuji menggunakan metode epoch sebanyak 20 kali dan berhasil mencapai akurasi hingga 100 persen. Temuan ini berpotensi menggantikan metode tes manual yang biasa dilakukan psikolog, yang sering kali memakan waktu lama dan melelahkan.

Alat ini memungkinkan deteksi disleksia secara instan hanya dengan menempelkan sensor di kepala anak yang dites, lalu dibaca oleh EEG. “Hasil tes langsung menunjukkan grafik gelombang otak dengan akurasi tinggi,” ungkap Fathi.

Guru pembimbing penelitian, Vira Wardati menyampaikan bahwa terdapat sebagian kecil penderita dileksia di kelasnya. “Di kelas berisi 30 anak, biasanya terdapat 2-3 yang sebenarnya menderita disleksia, namun banyak yang tidak terdeteksi,” ungkap guru pembimbing penelitian ini.

“Biasanya, mereka terlambat bicara saat kecil dan saat di sekolah menghadapi kesulitan belajar menulis,” tambahnya.

Vira Wardati menambahkan bahwa sejauh ini, metode deteksi disleksia berbasis EEG ini belum digunakan oleh para psikolog, yang masih mengandalkan tes manual. Inovasi ini dikembangkan oleh kedua siswa MTsN 2 Kota Surabaya dalam waktu dua bulan dengan biaya Rp5 juta.

“Alat ini merupakan detektor, bukan terapi, namun sangat penting untuk mendeteksi disleksia sejak dini agar terapi dapat dilakukan lebih tepat,” tambah Vira.

Dengan intervensi dini, anak-anak disleksia memiliki peluang lebih besar untuk berhasil melalui terapi yang sesuai, seperti terapi wicara, terapi multisensori, program membaca, hingga terapi yoga. Semua bentuk terapi ini diyakini dapat membantu meningkatkan kemampuan otak bagi anak-anak dengan gangguan seperti disleksia, ADHD, dan dispraksia.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?