Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Cerita Ardhi Bisa Kuliah di Australia Berkat Hetero Space Yang Diprakarsai Ganjar
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Cerita Ardhi Bisa Kuliah di Australia Berkat Hetero Space Yang Diprakarsai Ganjar

Didik Fitrianto Rabu, 17 Januari 2024 | 15:02 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Ganjar Pranowo ngobrol bareng anak muda di RM Tirto Arum, Kendal, Rabu (17/01/2024). FILE/Telegraf
Bagikan

Telegraf – Ada cerita inspiratif saat Ganjar Pranowo ngobrol bareng anak muda di RM Tirto Arum, Kendal, Rabu (17/01/2024). Muhammad Yusuf Ardhian, berkisah bisa melanjutkan kuliah di Monash University Australia berkat calon presiden nomor urut 03 Ganjar Pranowo.

Ardhi menceritakan langsung di hadapan Ganjar, bahwa pada Oktober mendatang, dia akan berangkat ke Australia untuk menempuh pendidikan di jurusan master business of innovation.

Namun, di balik itu ada perjalanan yang tidak mudah bagi Ardhi. Sebab, usaha jasa konten kreator yang dia rintis bangkrut dan mengakibatkan kerugian hingga Rp300 juta.

Namun, dia mencoba bangkit kembali merintis usahanya dengan ikut Hetero Space, semacam coworking space yang didirikan Ganjar Pranowo, saat menjabat Gubernur Jawa Tengah. Dengan pelatihan dan pendampingan di Hetero Space, Ardhi berhasil mengembangkan start-up yang kemudian mengantarkannya kuliah di Australia.

“Alhamdulillah saya bisa meneruskan kuliah di Monash University Australia, karena saya ikut Hetero Space,” ungkapnya.

Anak muda kelahiran Kendal, 16 November 1998 itu mengatakan, Ganjar memiliki pemikiran yang kekinian untuk bisa memperjuangkan anak muda terus maju.

“Di Hetero Space saya diberi pendampingan dan pelatihan, sehingga saya bisa membuka usaha start-up untuk mendampingi konten kreator terutama produk UMKM untuk promosi,” tuturnya.

Saat ini, ia sudah membantu mengembangkan pelaku UMKM di beberapa daerah di Indonesia untuk promosi melalui konten-konten kreatif.

“Dan saya hanya mantau lewat handphone saya ini,” paparnya.

Selain Ardhi, ada juga Setia Naka Andrian, seorang sastrawan muda yang pernah menulis tentang SMKN Jawa Tengah. Menurutnya, sekolah yang didirikan Ganjar itu sangat bagus untuk akses pendidikan generasi sekarang.

“Saya rasa SMKN Jateng sangat keren, karena berasrama dan kurikulumnya juga bagus, yang sudah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Saya berharap itu dapat dikembangkan di semua daerah di Indonesia dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten dalam menentukan kurikulumnya,” katanya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo mengapresiasi pemuda-pemudi yang kreatif dan inovatif. Ia mengaku banyak menemukan hal baru saat bertemu dan ngobrol bareng milenial dan Gen-Z di beberapa daerah.

“Selalu ada yang baru ketika bertemu dengan anak muda. Hari ini ada Ardhi yang bercerita pengalamannya sampai bisa kuliah di Autralia dan Naka, penulis yang concern bicara pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, anak muda memang perlu mendapat perhatian dan ruang agar bisa berkembang dan turut serta membangun bangsa dan negara.

“Kita perlu menggandeng anak muda, karena mereka punya ide bagus dan pemerintah juga harus memperhatikan mereka,” tandasnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?