Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Generasi Baru Hadapi Krisis Iklim dan Tantangan Bonus Demografi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Generasi Baru Hadapi Krisis Iklim dan Tantangan Bonus Demografi

Indra Christianto Kamis, 11 Januari 2024 | 17:27 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Muhammad Zinedine Alam Ganjar mengajak generasi muda dari segmen generasi Z optimistis menghadapi masa depan dengan memanfaatkan bonus demografi Indonesia. FILE/Telegraf
Bagikan

Telegraf – Kepemimpinan nasional akan beralih kepada Generasi Z dan Alpha saat negara ada di Tahun Indonesia Emas 2045. Namun mereka akan menghadapi tantangan krisis iklim dan berada di periode demografi. Bangsa Indonesia butuh program dan strategi yang tepat serta pemerintah yang bersikap tegas.

“Pasangan Ganjar-Mahfud memiliki kepedulian yang tinggi terhadap generasi baru, utamanya soal kualitas pendidikan, kesehatan, dan dampak krisis iklim,” kata Wakil Ketua TPN Ammarsjah Purba, Kamis (11/10/2024) di Jakarta.

Seabad Indonesia merupakan tantangan serius yang menjadi perhatian besar Pasangan Capres-Cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Hal itu akan ditempuh lewat peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan program penanganan dampak krisis iklim.

Dengan potensi sain dan teknologi yang kuat, generasi muda itu bakal mampu menangani tantangann itu. Beruntung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sudah lama menyadari hal itu dan telah membuat berbagai hal di masa lalu terkait dengan kedua persoalan itu. Perubahan iklim sendiri adalah tantangan serius gejala itu kini sudah dirasakan oleh mereka yang kini ada dalam berusia rentang usia 15 hingga 25 tahun itu dalam bentuk pemanasan global, cuaca ekstrem dan bencana hidrometrorologi.

Banyak kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan. Proses itu akan berjalan panjang dan membutuhkan perhatian agar manusia bisa keluar dari kesulitan itu. Sesuatu yang tak mudah karena perubahan iklim butuh penyelesian secara global.

Berbeda dengan negara-negara lain, pada 2045 mendatang Indonesia akan berada dalam periode bonus demografi. Dengan demikian program pendidikan dan kesehatan yang sesuai menjadi amat penting agar kualitas hidup meningkat dan bonus demografi memberi manfaat optimal bagi Bangsa Indonesia.

Dalam periode yang terjadi dalam rentang tahun 2012-2041 itu populasi Indonesia didominasi kelompok warga usia produktif. Dengan demikian terbuka peluang meraih pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Tentu mereka berada dalam kondisi sehat dan tingkat pendidikan baik sehingga mampu mengatasi tantangan yang ada.

“Periode bonus demografi sudah lama dibaca Mas Ganjar, tak heran saat menjadi Gubernur Jateng, Mas Ganjar meluncurkan program SMK Gratis, untuk menyiapkan generasi baru yang kompeten dan memiliki keahlian khusus,” imbuhnya.

Selain soal pendidikan, Ganjar juga peduli atas masa depan generasi baru dari krisis iklim. Dampak perubahan iklim jangan sampai menjadi penghambat kemajuan bangsa dalam periode bonus demografi, yang tinggal 18 tahun lagi. Oleh karenanya diperluhan metode khusus untuk membangun narasi mitigasi.

“Dalam pandangan Mas Ganjar, tanpa kebijakan tegas pemerintah, salah satunya soal transisi energi, masa depan generasi muda akan dipertaruhkan akibat krisis iklim yang kian masif,” ujar Ammar.

Saat masih menjadi Gubernur Jateng pula, Ganjar Pranowo pernah menerima penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2021 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Jawa Tengah berhasil meraih peringkat pertama untuk kategori pemerintah provinsi, artinya capaian Ganjar dalam pelestarian lingkungan hidup diakui pemerintah dan publik.

Penghargaan itu diberikan kepada kepala daerah yang dinilai telah mengakomodir atau mengarus-utamakan lingkungan hidup dalam pembangunan daerahnya. Saat menerimanya Ganjar Pranowo mengatakan bahwa perhargaan itu dipersembahkan kepada para dipelaku atau aktivis yang bergerak menyelamatkan lingkungan.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?