Telegraf – Plaza Parkir Timur Senayan menjadi saksi atas kembalinya Festival Jajanan Bango. Dengan tema “Bangkitkan Sejuta Rasa Nusantara,” festival kuliner ini menyuguhkan petualangan kuliner multisensori yang tak tertandingi, melibatkan lebih dari 100 legenda kuliner dari seluruh Indonesia, Jakarta (27/10/2023).
Acara yang berlangsung dari tanggal 27 hingga 29 Oktober 2023 ini menjadikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI sebagai pendukung utama.
Mereka memiliki misi bersama untuk mempromosikan dan melestarikan kekayaan kuliner nusantara sambil mendukung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner tradisional.
Lilis, Direktur Nutrition PT Unilever Indonesia, Tbk., yang juga dikenal dengan sebutan Amaryllis Esti Wijono, mengungkapkan, “Sejak 1928, Bango selalu konsisten menjaga kualitas melalui penggunaan 4 bahan alami terbaik dan proses pembuatan yang otentik.
Hingga kini, selama 95 tahun, upaya ini terus berlanjut agar kecap manis berkualitas tetap menjadi warisan kuliner Indonesia yang mempersatukan kelezatan aneka kuliner nusantara.”
Festival Jajanan Bango, yang telah digelar sejak tahun 2005, merupakan salah satu bentuk komitmen Bango dalam melestarikan kekayaan kuliner Nusantara.
Festival ini menghadirkan lebih dari 100 pedagang makanan legendaris dari berbagai daerah Indonesia, mencerminkan Jakarta sebagai melting pot yang dijuluki “ibukota kuliner nusantara.”
Festival Jajanan Bango 2023 mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dengan program “Wonderful Indonesia.”
Hal ini membuktikan bahwa daya tarik Indonesia tidak hanya berasal dari keindahan alam atau seni dan budayanya, tetapi juga dari kelezatan dan kearifan lokal yang terkandung dalam beragam hidangan kulinernya.
Festival ini juga mendukung upaya Kemenparekraf RI untuk memajukan kuliner nusantara dan membantu meluaskan pengaruhnya ke dunia internasional melalui program “Indonesia Spice Up the World.”
Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, memberikan apresiasi besar pada Unilever Indonesia karena berperan dalam melestarikan kekayaan dan keragaman kuliner asli Indonesia.
Dia berharap Festival Jajanan Bango 2023 dapat memacu semangat para pengusaha kuliner dan masyarakat Indonesia untuk menjaga warisan kuliner nusantara dan menjadikannya tujuan wisata kuliner dunia.
Selain memuaskan selera para pecinta kuliner, Festival Jajanan Bango juga membantu UMKM kuliner lokal memperoleh popularitas di kalangan pecinta makanan. Drs. Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, mengungkapkan pentingnya festival ini dalam mendorong pertumbuhan UMKM, terutama dalam sektor kuliner, yang mendominasi industri UMKM di Indonesia.
Melalui Festival Jajanan Bango, para pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk berinovasi dan memanfaatkan kekayaan budaya Nusantara sebagai keunggulan kompetitif.
Bango memilih momen Hari Sumpah Pemuda sebagai latar belakang Festival Jajanan Bango Jakarta 2023. Mereka bertujuan memberikan pengalaman yang tak terlupakan dan bermakna, terutama bagi generasi muda yang bertanggung jawab dalam melestarikan kuliner nusantara.
Bertema “Bangkitkan Sejuta Rasa Nusantara,” festival ini mengajak pengunjung untuk menjelajahi kelezatan kuliner Indonesia melalui indera mereka.
Mereka akan menjalani perjalanan multisensori yang dapat membangkitkan sejuta rasa dalam hati dan pikiran para generasi muda.
Setelah menikmati hidangan khas Indonesia di Festival Jajanan Bango, para pengunjung, terutama para ibu, diharapkan akan lebih termotivasi untuk menyajikan hidangan berbasis kecap di rumah.
Hal ini akan berkontribusi pada pelestarian kuliner nusantara dari generasi ke generasi.
Festival ini juga memperkaya referensi masakan Nusantara dan menjadi inspirasi bagi usaha kuliner lokal.
Festival Jajanan Bango 2023 merupakan wadah penting bagi para pelaku UMKM untuk berinovasi, berkolaborasi, dan memanfaatkan kekayaan budaya Nusantara sebagai daya tarik di pasar global.
Harapannya adalah festival ini akan memicu pertumbuhan UMKM kuliner lokal, baik di tingkat lokal maupun nasional, serta mendukung pelestarian kuliner nusantara.