Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Yusril Ihza Mahendra: Jembatan Kebijakan yang Menggabungkan Moderasi dan Pengalaman
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Yusril Ihza Mahendra: Jembatan Kebijakan yang Menggabungkan Moderasi dan Pengalaman

Idris Daulat Selasa, 19 September 2023 | 12:15 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra saat jumpa pers seusai pertemuan para ketua umum KIM di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni Slipi, Jakarta Barat, pada Kamis malam (14/9)/RMOL
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra saat jumpa pers seusai pertemuan para ketua umum KIM di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni Slipi, Jakarta Barat, pada Kamis malam (14/9)/RMOL
Bagikan

TELEGRAF – Koalisi Indonesia Maju (IM), di bawah pimpinan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, telah mengamankan dukungan mayoritas partai politik peserta Pemilu 2024. Koalisi saat ini terdiri dari Gerindra, PBB, PAN, Golkar, Gelora, dan Demokrat, dengan kemungkinan bergabungnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dengan dukungan ini, kekuatan Prabowo secara elektoral dan infrastruktur hampir mencapai tingkat optimal.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi Prabowo saat ini adalah menentukan calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya dalam Pilpres mendatang. Pertanyaannya adalah apakah cawapres akan berasal dari internal koalisi atau dari partai di luar koalisi. Saat ini, ada tiga nama yang sering disebut-sebut: Airlangga Hartarto dari Golkar, Erick Tohir dari PAN, dan Yusril Ihza Mahendra dari PBB. Selain itu, ada juga nama-nama lain yang tengah beredar, termasuk Gibran Rakabuming Raka, Yenny Wahid, dan lainnya.

Mengingat pentingnya dukungan partai politik, strategi terbaik adalah memilih cawapres dari kalangan partai-partai koalisi guna menghindari konflik yang bisa timbul jika memilih dari luar koalisi. Dalam situasi di mana kepemimpinan yang kuat dan kinerja yang efektif dibutuhkan dalam menghadapi tantangan besar dalam lima tahun ke depan, cawapres harus lebih dari sekadar “backup” untuk presiden. Cawapres harus mampu mendongkrak elektabilitas sekaligus membantu presiden menjalankan tugasnya, terutama dalam menghadapi perubahan yang signifikan pasca-amandemen UUD 45.

Dalam konteks ini, Prof. Yusril Ihza Mahendra dari Partai Bulan Bintang (PBB) muncul sebagai kandidat potensial yang menarik. Ada beberapa alasan mengapa Yusril bisa menjadi jalan tengah yang tepat. Pertama, Yusril adalah seorang negarawan, intelektual, dan politisi berpengalaman yang pernah menjabat menteri strategis di bawah tiga presiden berbeda. Dia telah menyatakan kesediaannya untuk sepenuhnya mendukung Prabowo jika terpilih sebagai cawapres, menempatkan kesetiaan kepada negara di atas segalanya.

Kedua, posisi Yusril di partainya unik. Dia adalah pemimpin Partai Bulan Bintang (PBB) yang memiliki kemampuan dan kapasitas pribadi jauh melampaui partainya. Hal ini mengingatkan pada Sutan Sjahrir, Ketua Partai Sosialis Indonesia (PSI) pada masanya, yang juga memiliki kapasitas besar meskipun partainya relatif kecil. Kecerdasan dan integritas pribadi Yusril melebihi skala partai yang dipimpinnya.

Ketiga, Yusril mewakili daerah-daerah di luar Jawa, yang penting sebagai simbol persatuan dalam keanekaragaman bangsa Indonesia. Kombinasi antara Prabowo, yang lebih terkait dengan budaya Jawa, dan Yusril, yang memiliki akar di luar Jawa, menciptakan keseimbangan yang menggambarkan keberagaman bangsa.

Keempat, Yusril adalah seorang politisi Islam moderat yang diterima oleh berbagai golongan, termasuk modernis dan tradisionalis. Hubungannya dengan tokoh-tokoh agama seperti Gus Dur dan ulama NU serta kyai di pesantren Langitan memperkuat kredibilitasnya di kalangan umat Islam.

Kelima, pengalaman internasional Yusril dapat menjadi aset berharga bagi Indonesia. Dia telah terlibat dalam perumusan berbagai konvensi PBB sebagai instrumen hukum internasional dan memimpin delegasi Indonesia dalam sidang Dewan HAM PBB di

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?