Telegraf – ALAMI Group melalui anak usahanya, PT BPRS Hijra ALAMI (Hijra Bank) luncurkan aplikasi mobile banking, Hijra Bank App.
“Peluncuran Hijra Bank adalah awal dari inovasi dan insya Allah akan kami kembangkan dengan membangun ide menggerakkan kebaikan bersama-sama, berkomitmen merevolusi keuangan syariah di Indonesia untuk melayani umat melalui teknologi. Semangat kebaikan ini lah yang membuat kami tumbuh menjadi platform yang lengkap untuk menemani keseharian masyarakat,” ungkap CEO ALAMI Group, Dima Djani dalam peluncuran Hijrah Bank App, di Jakarta.
Ia mengungkapkan proses pengurusan perijinan baik di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) membutuhkan waktu 2 tahun. “jadi kita ingin patuh terhadap ketentuan pemerintah karena kita tahu pemerintah itu juga bertujuan melindungi masyarakat,dan yang lebih penting itu adalah sosialisasi,” tuturnya, Selasa (6/12).
Mengusung tema “Life Upgrade” Dima menambahkan karena sesuai ambisi untuk menjadi digital mobile apps beyond banking, Hijra Bank ingin mengajak masyarakat dalam misi kebaikan lewat teknologi.
Hadir dalam peluncuran Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 1, DKI Jakarta & Banten, Roberto Akyuwen, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Ita Rulina, dan Ahli Ekonomi dan Keuangan Syariah Mulya E Siregar.
Roberto menjelaskan OJK sebagai regulator terus mendorong perbankan untuk melakukan transformasi digital agar dapat memenuhi kebutuhan nasabah. Hal ini juga sesuai dengan perwujudan dari roadmap pengembangan perbankan 2021-2025 di Indonesia yang menginginkan BPR dan BPRS dapat tumbuh sehat, berkesinambungan, dan memberikan kontribusi lebih nyata bagi perekonomian dan masyarakat, termasuk mengadopsi teknologi keuangan secara digital.
“Apa yang dilakukan pada hari ini adalah suatu pencapaian yang secara fundamental sangat luar biasa bagi BPR dan BPRS. Kami berharap peluncuran Hijra Bank App dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian, apalagi mayoritas masyarakat Indonesia merupakan muslim. Saya berharap Hijra Bank dapat terus menjawab tantangan dengan terus tumbuh dengan stabil, semangat dijaga, dan keinginan untuk berinovasi tidak boleh berhenti sehingga dapat menciptakan daya saing yang lebih tinggi lagi ke depannya,” kata Roberto.
Apresiasi dan dukungan positif juga disampaikan Ita Rulina, “Saya sangat sepakat bahwa kejadian pagi ini (peluncuran Hijra Bank App) adalah sesuatu yang luar biasa. Dari ekosistem kami, yakni perbankan pada jalur pembiayaan, Hijra Bank menjadi BPRS pertama yang hijrah sepenuhnya ke digital. Dengan ini, Hijra Bank dapat mengajak kebaikan agar menjalani ekosistem halal value chain,” jelasnya.
Sementara itu Mulya E Siregar mengungkapkan perlu waktu yang lama untuk BPRS go digital. Namun, perubahan regulasi perbankan yang lebih dinamis akhirnya mampu membuat perubahan dan mempercepat perbankan untuk berinovasi.
“Untuk membuat BPRS go digital perlu keberpihakan dan dukungan dari para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah sebagai pembuat regulasi. Dengan regulasi yang dinamis dan customer experience oriented akhirnya mempercepat inovasi perbankan, termasuk Hijra Bank,” ujar Mulya.