Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kemendikbud Dorong Minat Milenial Kenali Rempah Nusantara
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Lifestyle

Kemendikbud Dorong Minat Milenial Kenali Rempah Nusantara

Kyandra Jumat, 27 November 2020 | 23:44 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf – Kenalkan potensi kekayaan rempah nusantara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adakan program Masterclass dengan mengangkat tema “Sambung Rasa: Master Rempah Dunia”. Kegiatan itu dihelat dengan tujuan untuk memperkenalkan rempah-rempah yang merupakan salah satu sumber kekayaan alam Indonesia kepada generasi muda dan milenial, acara itu sendiri diadakan dengan mengundang para pakar untuk memberikan mentoring dan pelatihan praktis kepada anak-anak muda dan masyarakat mengenai potensi rempah-rempah nusantara secara online atau daring melalui kanal channel YouTube Kemendikbud.

“Kalau kita bicara masa lalu terus, anak-anak saat ini tidak bisa ambil manfaat. Bagaimana rempah itu dikontekstualisasikan dengan keadaan saat ini,” kata Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Restu Gunawan, di Almond Zucchini Cooking Studio, Jakarta Selatan, Jumat (27/11/2020).

Ia mengatakan bahwa target kegiatan itu adalah untuk menyasar para generasi muda, terutama bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah dan mereka yang kuliah. Kegiatan pun dikemas dalam tiga sesi, yaitu yang bertemakan kesehatan, gastronomi, dan kecantikan.

Pada sesi kesehatan, Kemendikbud juga turut menghadirkan para ahli seperti Nova Dewi Setiabudi (Suwe Ora Jamu), dan Dr. Pinky Saptandari (Unair).

“Kita ajak anak-anak sekolah meskipun lewat Zoom untuk mendapatkan ilmu dari para experties supaya mereka bisa ambil manfaat, terutama segmen anak muda,” imbuhnya.

Restu mengatkan bahwa masa pandemi tidak menjadi halangan, justru hal itu bisa dijadikan antusiasme masyarakat untuk ikut serta dalam program Masterclass dari Kemendikbud yang memang dikemas secara virtual.

“Justru malah lebih enak secara virtual. Artinya kita bisa mencapai 1.000 orang. Kemarin kita diskusi hampir 800 orang. Zaman dulu mana bisa mengumpulkan, paling hanya 100 orang,” ungkapnya.

Restu mengatakan bahwa rempah-rempah memiliki sejarah panjang bagi bangsa Indonesia yang juga bisa dijadikan untuk membangun karakter bangsa.

Baca Juga :  Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat mengedukasi para pelaku usaha, terutama generasi muda agar dapat memanfaatkan potensi dari rempah-rempah Nusantara.

“Jadi rempah-rempah itu bukan romantisme masa lalu, tapi rempah-rempah adalah masa depan,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, CEO PT Suwe Ora Jamu, Amertha Nova Dewi Setiabudi, mengatakan, ketika dirinya membuat menu-menu jamu di Suwe Ora Jamu, salah satu fokus yang terpenting adalah mengenai rasa. Dia ingin memberikan sentuhan rasa yang dinikmati anak-anak muda sehingga pandangan tentang “jamu itu pahit, minuman orang tua, dan tidak enak” bisa hilang. Bahwa sebenarnya jamu atau minuman rempah merupakan minuman kesehatan alami yang bisa membantu menjaga kesehatan, kebugaran dan kecantikan.

“Rasa harus bisa diterima anak-anak milenial generasi muda. Kalau rasanya tidak enak pastinya minum jamu menderita. Saya tidak mau anak-anak ini dipaksa minum jamu, saya ingin mereka menikmati,” ungkapnya.

Sementara itu akademisi dan dosen dari Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair), Pinky Saptandari, mengatakan, perlu dilakukan modifikasi kekinian agar jamu diminati generasi milenial. Modifikasi kekinian terhadap jamu bisa dilakukan dengan mengembangkan resep baru.

“Bagaimana supaya kita bisa membuat anak-anak muda suka dengan rempah dengan memodifikasi, misalnya antara resep beras kencur zaman ‘old’ dengan zaman ‘now’ sehingga bertemu, tetap substansinya, esensinya beras kencur tetapi diberi ramuan-ramuan yang membuat beras kencur lebih kekinian dan khasiatnya menjadi lebih bertambah,” katanya.


Photo Credit: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) gelar program Masterclass bertajuk “Sambung Rasa: Master Rempah Dunia” untuk mengenalkan potensi rempah-rempah kepada anak muda. TELEGRAF/Wiwid Widjojo

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Baju Padel Wanita
Lifestyle

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Lifestyle

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit
Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
Lifestyle

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Lifestyle

Korban Tas Branded Hilang Desak EcoRing Tanggung Jawab

Waktu Baca 5 Menit
Lifestyle

Kesehatan Jadi Salah Satu Prioritas Utama Pemerintah

Waktu Baca 3 Menit
Lifestyle

Jelang Natal dan Tahun Baru Kemana Tujuan Wisata Anda? Simak Info Dari Kemenpar Ini

Waktu Baca 3 Menit
[Gambar 1] Liburan Nikmat, Budget Hemat_BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025
Lifestyle

Liburan Nikmat, Budget Hemat: BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025

Waktu Baca 6 Menit
PUMA H-Street
LifestyleRilis

Isyana Sarasvati Warnai Peluncuran PUMA H-Street di Seoul dengan Gaya Autentik dan Energi Global

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?