Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Rizal Ramli Sarankan Jokowi Untuk Copot Posisi Ahok di Pertamina
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Rizal Ramli Sarankan Jokowi Untuk Copot Posisi Ahok di Pertamina

Didik Fitrianto Rabu, 16 September 2020 | 23:02 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Balaikota. | Telegraf/Koeshondo W. Widjojo
Bagikan

Telegraf – Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli secara terbuka meminta kepada presiden Joko Widodo (Jokowi) agar presiden Jokowi mengganti posisi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama di PT Pertamina. Rizal menyebut bahwa sosok mantan Menteri ESDM Iganasius Jonan lah yang dinyatakannya lebih pantas untuk menempati posisi jabatan tersebut.

Dimana hal ini ia sampaikan melalui akun Twitternya, @RamliRizal, hari ini. “Mas @jokowi, memang berat melepas teman, yang sudah tahu luar dalam. Apalagi ini jadi “money-bagman”. Sudahlah,, wes wes wareq Grinning face Daripada merusak dan bikin Pertamina lebih rugi,” tulisnya.

Selain itu, Rizal juga mengaku bahwa Ahok pantas mendapatkan posisi sebagai duta besar, atau memberikan jabatan kepada Ahok di luar pemerintahan. “Kasih ajalah Dubes atau telfon Aguan (Chairman Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma) supaya diangkat jadi Preskom Podomoro Slightly. Smiling face Angkat Jonan, lebih baik,” tambah Rizal.

Rizal Ramli sendiri memang, sempat menyatakan, bahwa Ahok tidak pantas menduduki jabatan sebagai komisaris Utama Pertamina, karena tak memilii kapasitas mengurus korporasi.

“Saya sudah pernah kasitau pak Jokowi, kalau Ahok itu tidak cocok di BUMN, karena memang gak punya kapasitas disana (BUMN). Lihat saja, gara-gara sesumbar, hasilnya apa..?, Pertamina malah merugi 11 triliun, dan bahkan Pertamina keluar dari 500 Fortune Global,” tutupnya.

Baca Juga :  Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak

Sebagai informasi, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi sorotan publik. Setelah diketahui, PT Pertamina (Persero) mencatatkan kerugian senilai USD 767,92 juta atau setara Rp 11,28 triliun pada tahun berjalan semester I 2020.

Ironisnya, pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan masih meraup untung USD 659,9 juta. Adapun dalam laporan terbaru Pertamina pada Senin (24/08/2020), setidaknya terdapat kerugian di semester I 2020 terjadi karena total penjualan dan pendapatan usaha lainnya anjlok 24,7 persen dari USD 25,54 miliar menjadi USD 20,48 miliar.

Hasil ini tentunya tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Ahok yang merupakan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Dimana ia sebelumnya menyebutkan, pendapatan Pertamina yang mencapai Rp 800 triliun sangat besar karena hampir setara APBN.

Selain itu, dengan besarnya pendapatan BUMN sektor migas itu, ia menyebut bahwa dibutuhkan pengawasan yang kuat. Dengan begitu, Pertamina akan selalu untung.

“Kalau enggak diawasi dengan baik, direksi Pertamina enggak punya KPI (key performance indicator). Padahal KPI sifatnya administrasi semua. Jadi merem juga untung,” tegas Ahok dalam sebuah sesi wawancara dengan Andy F. Noya di akun instagram KickAndy Show, Sabtu (27/06/2020) lalu.


Photo Credit: Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat memberikan keterangan doors stop kepada wartawan. TELEGRAF/Koes W. Widjojo

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?