Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Perusahaan Migas di Seluruh Dunia Terdampak Pandemi Covid-19
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Perusahaan Migas di Seluruh Dunia Terdampak Pandemi Covid-19

Hanna Iffah Rabu, 26 Agustus 2020 | 06:33 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Pembangunan fasilitas pengolahan Residuel Fluid Catalytic Craker (RFCC) di area kompleks Pertamina RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Senin (14/9). Antara/Idhad Zakaria
Photo Credit: Pembangunan fasilitas pengolahan Residuel Fluid Catalytic Craker (RFCC) di area kompleks Pertamina RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Senin (14/9). Antara/Idhad Zakaria
Bagikan

Telegraf – Industri migas sepertinya sedang mengalami masa yang buruk akibat pandemi Covid-19 ini. Banyak perusahaan migas dunia yang mengalami kerugian sepanjang semester I 2020 ini. Exxon Mobil, dalam laporan yang diterbitkan tanggal 31 Juli 2020 menyampaikan kerugian US$ 1,1 miliar (Rp 16 triliun) selama semester I 2020 karena turunnya harga minyak akibatoversupply minyak dunia dan melemahnya permintaan karena pandemi. Akibat kerugian ini, nilai saham anggota Big Oil ini terdilusi sebesar US$ 0,26 per lembarnya.

Hal yang sama dikatakan Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan juga terjadi pada perusahaan Big Oil lainnya asal Inggris yaitu BP. Berdasarkan laporan keuangan yang mereka keluarkan sepanjang semester I 2020, mereka harus mengalami kerugian sebesar US$ 6,7 miliar, berbanding terbalik dengan periode tahun lalu di mana BP mendapatkan keuntungan sebesar US$ 2,8 miliar. Penyebab meruginya BP adalah lemahnya harga minyak dan gas dunia, margin yang rendah dari produk kilang, pemangkasan produksi minyak dan gas, serta rendahnya permintaan untuk bahan bakar dan juga pelumas.

Chevron, perusahaan Big Oil lainnya yang berbasis di Amerika Serikat dalam laporan keuangannya di semester I 2020 pun turut mengalami kerugian sebesar US$ 8,3 miliar, dengan saham yang terdilusi sebesar US$ 4,44 per lembarnya. Capaian ini berbeda dengan semester I 2019, di mana Chevron mendapatkan keuntungan sebesar US$ 4,3 miliar. Dalam laporan tersebut, CEO Chevron Michel K Wirth mengatakan bahwa melemahnya ekonomi karena pandemi Covid-19 ini berdampak pada melemahnya harga produk dan juga melemahnya permintaan.

Di dalam negeri, Pertamina berdasarkan laporan keuangan semester I 2020 juga mengalami kerugian sebesar US$ 767,2 juta atau setara dengan Rp 11,33 triliun.

“Rugi ini masih jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan perusahaan migas dunia yang lain,” katanya di Jakarta,Selasa (25/8/2020).

Pertamina dengan kondisi saat ini mengalami tekanan yang luar biasa. Ada beberapa poin yang menyebabkan beban keuangan Pertamina bertambah.

Pertama, turunnya pendapatan dan penjualan yang mencapai 20%. Penurunan ini, mengoreksi pendapatan Pertamina dari US$ 25,5 miliar pada semester I 2019 menjadi US$ 20,4 miliar semester I tahun ini. Dampak dari covid-19 di mana harga minyak dunia mengalami penurunan yang drastis sehingga harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) juga terkoreksi sangat dalam menyebabkan pendapatan dari domestik migas hulu terjun 21% menjadi US$ 16,5 miliar semester I tahun ini dari US$ 20,9 miliar pada 2019.

Kedua, pergerakan mata uang rupiah yang terdepresiasi cukup dalam sepanjang semester I membuat Pertamina merugi selisih kurs sebesar US$ 211,8 juta atau minus 428% jika dibandingkan periode 2019 di mana membukukan keuntungan sebesar US$ 64,5 juta.

Ketiga, penjualan sektor hilir yang terpukul sampai 13% dari periode sebelumnya. Saat ini secara nasional konsumsi BBM hanya mencapai 117.000 KL, lebih rendah dibandingkan 2019 di mana konsumsi BBM sebesar 135.000 KL.

Keempat, implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 73 di mana ini menambah beban keuangan Pertamina berkisar di angka US$ 400 juta.


Photo Credit: Pembangunan fasilitas pengolahan Residuel Fluid Catalytic Craker (RFCC) di area kompleks Pertamina RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Senin (14/9). Antara/Idhad Zakaria

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?