Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca PKS Dukung NU dan Muhammadiyah Mundur dari Program Milik Mendikbud
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

PKS Dukung NU dan Muhammadiyah Mundur dari Program Milik Mendikbud

Adarory Sabtu, 25 Juli 2020 | 12:22 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Sekber PKS-Gerindra secara resmi baru akan dibentuk jika sudah ada kesepakatan Capres-Cawapres definitif untuk Pilpres 2019. PKSFOTO/M. Hilal
Bagikan

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mendukung keputusan Muhammadiyah dan NU yang mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP) milik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Sohibul menilai keputusan NU dan Muhammadiyah untuk mundur dari Program Organisasi Penggerak itu rasional. Oleh karena itu, ia mengaku menghormati sikap dua ormas besar itu.

“Nah kalau Muhammadiyah protes ini, bagi kami, kami sangat apresiasi. Dan ini respons yang sangat rasional,” kata Sohibul kepada awak media di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Jumat (24/07/20).

Diketahui, program Organisasi Penggerak merupakan program Kemendikbud untuk memberi pelatihan dan pendampingan bagi para guru dalam meningkatkan kualitas peserta didik dengan menggandeng banyak organisasi. Dari 4.464 ormas yang mengajukan proposal, terdapat 156 ormas yang lolos seleksi evaluasi.

Organisasi yang terpilih akan mendapatkan hibah untuk menunjang program yang mereka ajukan. Kemendikbud membaginya menjadi III kategori yakni Gajah dengan bantuan maksimal Rp 20 miliar, kategori Macan sebesar Rp 5 miliar, dan Kijang Rp 1 miliar per tahun.

Belakangan, program itu menuai polemik usai Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation masuk ke dalam daftar penerima hibah kategori Gajah senilai Rp 20 miliar. Meski belakangan Tanoto Foundation membantah bahwa organisasi mereka adalah sebuah bentuk corporate social responsibility (CSR) dan tak seharusnya didanai oleh pemerintah.

Menanggapi hal itu, menurut Sohibul, organisasi Tanoto dan Sampoerna Foundation tak semestinya menerima bantuan dari pemerintah. Ia heran. Mestinya kedua lembaga itu menjadi penyalur CSR perusahaannya.

“Masa iya perusahaan ini kok mendapat bantuan dari pemerintah yang besarannya juga besaran maksimal, Rp 20 miliar. Ini tidak masuk akal,” tegasnya.

Sebelumnya, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah resmi menyatakan mundur dari Program Organisasi Penggerak Muhammadiyah usai dinyatakan masuk bersama 156 ormas lain.

Dalam keterangannya, Ketua LP Ma’arif NU Arifin Junaidi, meminta Kemendikbud untuk meninjau kembali keputusan tersebut, agar ke depan tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah Kasiyarno bahkan menduga ada ormas yang dinilai tidak kompeten dan lolos program tersebut.

“Ada laporan dan informasi yang mengatakan, dilihat dari nama-nama ada beberapa yang tidak kompeten. Kantor tidak punya, apalagi staff, program juga tidak jelas,” katanya di Gedung Pusat Muhammadiyah, Rabu (22/07/20).


Photo Credit: Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman dukung keputusan Muhammadiyah dan NU yang mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud. PKS FOTO/M. Hilal

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?