Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kemkominfo: Digitalisasi Bukan Hanya Untuk Chatting
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Technology

Kemkominfo: Digitalisasi Bukan Hanya Untuk Chatting

Telegrafi Jumat, 9 Agustus 2019 | 03:24 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Ilustrasi digital mobile payment. FILE/Dok/Ist. Photo
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Untuk membumikan program digitalisasi di kalangan masyarakat, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) membuat cyber komunikasi. Ada komunitas yang terbagi atas masyarakat umum, artis, pelaku ekonomi, dan lainya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Sekjen Kemkominfo) Rosarita Niken Widiastuti di hadapan aparatur sipil negara (ASN) dalam acara diskusi media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) dengan tema “Evaluasi Reformasi Birokrasi” di Ruang Auditorium Gedung Kementerian PANRB, Jakarta, Kamis (08/08/19).

“Sehingga ke depan, digitalisasi internet tidak hanya untuk chatting dan media sosial semata. Tapi juga untuk pemberdayaan dan sosialisasi program. Pada level tertentu, Kemkominfo telah melakukan yang berstandar internasional,” jelas Niken.

Menurut Niken, Kemkominfo juga membuat digital talent untuk mengakselerasi perkembangan digital yang begitu cepat. Hal itu dilakukan karena fakta di lapangan masih adanya gap antara lulusan industri. Di perguruan tinggi, perubahan kurikulum membutuhkan waktu yang lama.

Demi menjawab kebutuhan itu, Niken menjelaskan, Kemkominfo bekerjasama dengan perusahaan internasional melakukan ToT (traing of trainer) untuk para dosen di perguruan tinggi negeri.

“Kita bekerja sama dengan 30 perguruan tinggi negeri dan 28 swasta. Berstandar internasional. Beasiswa sudah berjalan selama tiga bulan. 25 ribu orang yang kemudian lolos masuk ke tahap berikutnhya. Isi programnya di antaranya big data, cyber security, dan lainya,” ungkap Niken.

Apakah ada aparat sipil negara (ASN) yang bisa mengikuti pelatihan ini? Sekjen Kemkominfo menjawab bisa. Pelatihan ini terbuka untuk umum. Ada beberapa level, seperti siswa SMK, guru-guru, online, dan untuk masyarakat yang sudah ekspert. Digital stkill Kemkominfo menyiapkan beasiswa di luar negeri, baik S2 maupun S3.

“Untuk tahun ini, khusus beasiswa ini dikirim ke China dan India. Kita kirim ASN kesana. Kami juga menyelenggarakan leadership akademi. Ini merupakan akademik untuk semuanya. Kami melakukan kompetensi masing-masing ASN untuk menciptakan aplikasi-aplikasi yang memudahkan pegawai ekosistem untuk pelayanan prima,” papar Niken.

Contohnya, Niken mengungkapkan, ada seorang staf yang 4 tahun bekerja bisa menciptakan e-klinik. Dari masuk pendaftaran dan memberikan obat bisa dilakukan di satu tempat. Dengan e-klinik orang tidak perlu antri. Tinggal buka aplikasi dan sampaikan keluhannya. Sehingga, orang tidak perlu antri lagi. Dia cukup datang saat antriannya sudah terdeteksi.

Baca Juga :  KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

“Selain itu, ada juga eselon 4 yang menciptkan aplikasi kenaikan pangkat dan pensiun. Eselon 4 ini menciptakan tanda tangan digital. Dengan tanda tangan digital, sekali klik bisa langsung tanda tangan ratusan dokumen. Tanda tangan ini juga dihubungkan dengan OJK. Ini juga tanda tangan yang terverifikasi. Inilah digital talent yang dilakukan oleh karyawan kominfo,” ulas Niken.

Selain itu, Sekjen kembali menjelaskan, juga membuat aplikasi stunting. Untuk mengetes anak terkena gizi buruk atau tidak. Banyak aplikasi yang diciptakan oleh ASN itu sendiri. ASN berlomba dalam menciptakan aplikasi. Tahun depan, Kemkominfo akan membuka 50.000 talen schoolarship.

“Ada alokasi untuk ASN di dalam digitalisasi ini. ASN yang level mana. Pelatihan apa yang diperlukan untuk ASN di kementerian atau daerah,” pungkas Niken. (Red)


Photo Credit : Ilustrasi digital mobile payment. FILE/Dok/Ist. Photo

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

Lainnya Dari Telegraf

vivo Y31d Pro
Technology

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Technology

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Illustration pencurian data pribadi oleh pihak yang tak bertanggung jawab bisa terjadi kapanpun. GETTY IMAGES/Thomas Trutschel
Technology

Hadapi Ancaman Siber, Elemen Bangsa Didorong Perkuat Pertahanan Semesta di Era Digital

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Bijak Memanfaatkan Ruang Digital Tanpa Judi Online

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Atitude Bijak di Dunia Digital Online dan Menjauhi Judi

Waktu Baca 2 Menit
eSIM XL PRIORITAS
Technology

eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?