Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Beauty Bullying Semakin Menjadi Momok Perempuan dan #STOPBeautyBullying
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Lifestyle

Beauty Bullying Semakin Menjadi Momok Perempuan dan #STOPBeautyBullying

Atti K. Jumat, 2 Agustus 2019 | 10:35 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Media sosial adalah tempat menuangkan pemikiran dan ide ide kreatif tanpa batas, tetapi banyak juga orang orang tidak bertanggungjawab mengunakan media sosial untuk hal kejahatan, seperti yang marak terjadi, antara lain pemerkosaan, penganiayaan yang berawal dari postingan di media sosial bahkan bahkan beauty bullying

Beauty bullying adalah bentuk perisakan yang dilakukan oleh perempuan satu ke perempuan lain secara verbal melalui media sosial, dan ini kerap menjadi momok yang menakutkan bagi perempuan terutama di ruang media sosial yang biasa kita sebut dengan social beauty bullying.

Berdasarkan data dari The Cybersmile Foundation, social beauty bullying telah menjadi permasalahan mainstream yang dialami lebih dari 45 juta perempuan di dunia.

Berkenaan dengan ini Lux meluncurkan inisiatif #STOPBeautyBullying untuk mengajak perempuan Indonesia melawan social beauty bullying dengan berani mengekspresikan kecantikannya Maulani Affandi, Head of Skin Cleansing & Baby PT Unilever Indonesia Tbk.

“Media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari – hari. Namun, platform ini seringkali disalahgunakan, contohnya melontarkan komentar negatif yang menyerang penampilan fisik atau social beauty bullying. LUX percaya bahwa setiap perempuan itu cantik dan berhak untuk mengekspresikan kecantikannya tanpa terkecuali. Melalui inisiatif #STOPBeautyBullying kami mengajak para perempuan untuk berani mengekspresikan dirinya dan mengesampingkan komentar – komentar negatif orang lain terhadap dirinya,” ungkap Maulani.

Maulani mengajak seluruh wanita, jangan sampai kita terkungkung dari kegelapan di sekitar kita, mari terus berkarya menjadi wanita hebat di luar sana.

Hadir dalam agenda tersebut artis Maudy Ayunda yang pernah mengalami beauty Bullying dalam hidupnya dan sekaligus brand ambassador Lux.

Baca Juga :  Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Maudy mengatakan dulu menerima komentar negatif tentang penampilan di media sosial merupakan risiko sebagai public figure. Tetapi lama kelamaan semakin risih. Maudy mengajak perempuan Indonesia semakin berani untuk menunjukkan bahwa, “kalau komentar-komentar negatif itu tidak
dapat menghalangi kita untuk mengekspresikan diri,” ungkapnya.

“Awalanya datang dari observasi aku di soaial media apa yang aku lihat yang sering terjadi, misalnya pertemanan aku yg lebih luas teman teman sekitar, dan aku sendiri juga pernah aku alamin dimana ada komentar komentar yg seputar fisik seputar kecantikan, ada yang mengejek mungkin ada yang komitmen aja opini yg menurut aku membuat orang yang menerimanya over tingkinng, in scure dan aku rasa ini punya efek psikis atau mental kurang baik apa lagi yang aku lihat antara perempuan, saling menjatuhkan bukan saling mendukung jadi ini enjadi sangat konsen bagi aku,” kata Maudy.

Sejalan banget apa yang disampaikan LUX, dan sering mendapatkan direct message “aku dibully nih ka aku harus gimana?,” dan ini adalah momen bahwa topik ini menjadi sebuah conversation yang kita bisa cari solusinya sama sama, tambahnya. (Red)


Credit photo : Maulani Affandi, Head of Skin Cleansing & Baby PT Unilever Indonesia Tbk, Maudy Ayunda publik figure swkaligus Brand Ambassador Lux, Nuran Abdat, M.Psi, Psikolog Klinis dari Brawijaya Healthcare dan Lily Puspasari, selaku Programme Management Specialist UN Women (ki-ka)/telegraf


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Baju Padel Wanita
Lifestyle

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Lifestyle

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit
Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
Lifestyle

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Lifestyle

Korban Tas Branded Hilang Desak EcoRing Tanggung Jawab

Waktu Baca 5 Menit
Lifestyle

Kesehatan Jadi Salah Satu Prioritas Utama Pemerintah

Waktu Baca 3 Menit
Lifestyle

Jelang Natal dan Tahun Baru Kemana Tujuan Wisata Anda? Simak Info Dari Kemenpar Ini

Waktu Baca 3 Menit
[Gambar 1] Liburan Nikmat, Budget Hemat_BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025
Lifestyle

Liburan Nikmat, Budget Hemat: BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025

Waktu Baca 6 Menit
PUMA H-Street
LifestyleRilis

Isyana Sarasvati Warnai Peluncuran PUMA H-Street di Seoul dengan Gaya Autentik dan Energi Global

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?