Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Stikom Interstudi Jamin Mahasiswi Yang Orang Tuanya Terdampak Bencana Gempa Palu
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Stikom Interstudi Jamin Mahasiswi Yang Orang Tuanya Terdampak Bencana Gempa Palu

Edo W. Rabu, 3 Oktober 2018 | 12:16 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Bencana dahsyat gempa dan tsunami yang menyisakan pilu bagi masyarakat di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, ternyata juga dirasakan warga Jakarta. Ria Arini, mahasiswa asal Palu yang sedang menuntut ilmu di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (Stikom) InterStudi Jakarta, ikut tampak bingung, panik dan gelisah.

Mahasiswi Stikom Interstudi ini berasal dari kota Palu, Sulteng. Ia gelisah karena hingga saat ini kedua orang tuanya yang tinggal di kampung RanteLeda, Kecamatan Palolo, belum juga ada kabar beritanya.

Stikom InterStudi akan mensupport penuh kondisi yang dialami Ria Arini.

Ria Arini Mahasiswi Stikom Interstudi yang berasal dari Palu. Ia kebingungan menelpon ayah ibunya tak ada jawaban. Kedua Orang tuanya tinggal 30 km dari kota Palu dan hingga saat ini belum diketahui nasibnya (ist)

“Kita mendapatkan kabar setelah pak Atma (Ketua Juruan Penyiaran Stikom InterStudi,red) dihubungi oleh temannya bernama Citra mengabarkan ada mahasiswa Stikom InterStudi kehilangan orang tuanya, kita baru mengetahui kalau ada mahasiswa kita Ria Arini yang ternyata orang tuanya atau keluarganya belum ditemukan,” ujar Pelaksana Harian Ketua Stikom InterStudi, Irwansyah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (2/9/2018)

Atas dasar inisiatif itu maka Stikom InterStudi tergerak tidak dalam skala besar, tapi berusaha menyelamatkan anak didik kampus di kawasan jalan Wijaya Jakarta Selatan itu. “Maka kita harus menyelamatkan anak didik kita sendiri, jangan sampai Ria ini karena punya persoalan misalnya keluarganya menjadi korban dalam bencana ini terkendala dalam kegiatan akademiknya,” kata Irwansyah.

Atas dasar ini, menurut Irwansyah, pihak Stikom akan berusaha dan berinisiatif untuk melakukan pendataan lebih lengkap lagi terhadap mahasiswa jurusan Penyiaran Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom InterStudi) yang kehilangan orang tuanya. Termasuk bagaimana komunikasi dengan orang tuanya.

“Bagaimana kondisi terakhir orang tua dan keluarga Ria disana, kami dapat kabar kan Ria kos di tempat kakaknya, kita belum tahu apakah kakaknya yang membiayai atau orang tuanya, tapi informasi sementara bahwa Ria dibiayai orang tuanya,” kata Irwansyah.

Inisiatif Stikom Interstudi ada dua. Pertama, seluruh keluarga besar Stikom InterStudi berdoa agar semua keluarga Ria selamat. “Sehingga kalaupun kita ingin membantu keluarga besar di Palu maka melalui Ria, karena sebagai orang Palu dia memahami apa yang dibutuhkan masyarakat disana, kita dapat menyalurkan bantuan kesana,” paparnya.

Kondisi terburuk adalah jika orang tua Ria tidak ditemukan. Menanggapi jika kemungkinan yang terjadi seperti ini, Irwansyah mengatakan, Stikom InterStudi tentu akan membantu bagaimana mahasiswa Stikom InterStudi Ria Arini ini tidak putus pendidikannya,

“Kita mengusulkan paling tidak ada pengurangan biaya pendidikan sampai dia menyelesaikan pendidikannya tentu dengan dibantu konseling karena bagi anak yang trauma kehilangan orang tua dan keluarganya, perlu melalui proses pemulihan untuk menumbuhkan kepercayaan diri bahwa dia tidak sendirian dia bersama kita karena ada Stikom, Yang kedua kita usulkan pembebasan uang kuliah dengan harapan dia bisa melanjutkan sampai lulus jenjang s1 nya,” kata Irwansyah. (Red)


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

No K-pop on a Dead Planet: Aksi Penggemar K-pop Setop Pendanaan Hana Bank ke Energi Fosil

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?