Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca UNTAR: Adakan Wisuda Ke 69 Dengan Tema Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

UNTAR: Adakan Wisuda Ke 69 Dengan Tema Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Atti Kurnia Senin, 8 Mei 2017 | 06:53 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Sebagai negara yang terdiri atas bermacam-macam suku bangsa, Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat beragam. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, akar budaya menjadi sebuah identitas yang kaya makna.

Berbagai cara dilakukan berbagai pihak untuk melestarikan budaya nusantara. Adapun Universitas Tarumanagara (UNTAR) melakukannya dengan menjadikan budaya nusantara sebagai tema setiap prosesi wisuda. Hal itu dilakukan sejak tahun 2008 hingga saat ini. Dalam setahun ini Untar  megangkat tema Daerah istimewa Yogyakarta, di Jakarata Convention Center, Minggu (07/05/2017).
Dalam Wisuda ke 69 ini Untar menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang menyampaikan dalam pidatonya lulusan Perguruan  Tinggi di tahun belakangan ini  adalah merupakan aset bangsa  yang sangat berharga bagi bangsa karena bertepatan dengan bangsa Indonesia secara demografis mulai memasuki  periode  Bonus Demografis atau Demografi deviden.
“Dimana penduduk usia produktif 15-64 tahun,  menangung 1 orang yang tidak produktif yang usiannya belum mencapai 15 tahun atau lebih dari 64 tahun angka rasio ketergantungan  atau dependensi ratio pada posisi puncak bonus demografi adalah 50% artinya setiap 100 penduduk usia produktif menangung 50 penduduk usia yang tidak produktif,” ujarnya.
Sementara Rektor Universitas Tarumanagara  Agustinus Purna Irawan dalam sambutannya menyampaikan Universitas tarumanagara adalah salah satu Universitas terbaik di Indonesia yang melaksanakan proses pembelajaran yang membebankan  nilai nilai Intergiras, Profesionalisme dan Interprenersif karena ketiga nilai tersebut sangat di perlukan dalam memasuki dunia profesi.
” Universitas Tarumanagara yang melaksanakan proses pembaelajaran yang membebankan nilai nilai intergritas, profesionalisme dan Interprenersif, ketiga nilai tersebut sangat di perlukan dalam memasuki dunia profesi yang penuh dengan tantangan sekaligus peluang dalam meraih kesuksesan maka kita pegang tegu nilai nilai itu dalam melakukan profesi dan penugasan sesuai dengan pilihan hidup masih masing,” tuturnya.
Agustinus  berpesan hindari korupsi kolusi dan nepotisme dan juga hindari narkoba serta harus profesional dalam menjalani profesi dan jauhkan diri dari hal hal yang akan membawa anda pada situasi yang tidak mengenakkan itu.
Agustinus  juga mengatakan tak hanya berhenti di kelulusan ini melainkan harus terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan dalam berbagai kehidupan sengingga tidak tertingal dengan kemajuan teknologi dan peradaban dibidang yang di tekuni. Belajar  sepanjang hayat adalah kebutuhan mutlak yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga dapat memperoleh berbagai hal yang diperlukan untuk tetap maju dan terus berkembang menuruti tuntutan perubahan dari lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat, “berhenti belajar berharti mati,” tutupnya dalam paparanya. (Red)

Credit Foto :Atti Kurnia


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kecelakaan Kereta Bekasi
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan
Waktu Baca 4 Menit
Indonesia berada dalam fase penting menuju adopsi AI yang lebih matang. Investasi digital meningkat, kebutuhan enterprise berkembang, dan kesadaran akan pentingnya infrastruktur mulai tumbuh.
Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan
Waktu Baca 3 Menit
Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara
Waktu Baca 11 Menit
Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi
Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi
Waktu Baca 4 Menit
Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital
Waktu Baca 2 Menit

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit

Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru

Waktu Baca 10 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?