Yusril Mendukung Umat Islam Memaafkan Ahok

Yusril Mendukung Umat Islam Memaafkan Ahok

"Unjuk rasa sebagai bentuk ekspresi menyampaikan aspirasi, boleh saja. Namun jangan berlebih-lebihan dan melampaui batas,"

Yusril Mendukung Umat Islam Memaafkan Ahok

Telegraf, Jakarta – “Enggak usah di demo-demo dulu, agar aparat penegak hukum tenang bekerjanya,” ujar Profesor Yusril Ihza Mahendra. Pria yang memiliki basis massa Islam ini mengaku ikut dalam barisan tokoh yang mendukung Pilkada Damai.

“Dengan pak Ahok sudah minta maaf kepada umat Islam, sebaiknya umat Islam memaafkan beliau, dan masalah hukumnya kita percayakan saja sama aparat kepolisian,” Yusril menyikapi terhadap rencana aksi unjuk rasa (demonstrasi) terhadap Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 4 November nanti.

Yusril mengaku, mendukung semua tokoh yang akan bersaing dalam Pilkada DKI. Namun lebih menyarankan umat Islam jangan berunjuk rasa yang bisa membuat antipati orang-orang atau pemilih yang justru seharusnya kita harus rangkul. Karena kalau itu terjadi, jelas-jelas merugikan salah satu kandidat yang sedang diusung. Apalagi, Yusril mengingatkan jangan sampai membuat demo yang membuat masyarakat Jakarta terganggu aktivitas kegiatannya.

Dalam menegakan kebenaran, Yusril lebih menyerahkan kepada aparat kepolisian bekerja dulu. “Unjuk rasa sebagai bentuk ekspresi menyampaikan aspirasi, boleh saja. Namun jangan berlebih-lebihan dan melampaui batas,” tutur Yusril dalam sikap keneragawanan.

 

Aris Maulana

close