Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Waspada Lonjakan Penularan Virus Covid-19 di Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Waspada Lonjakan Penularan Virus Covid-19 di Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H

Atti K. Senin, 29 Maret 2021 | 15:37 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. XINHUA
Photo Credit: Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. XINHUA
Bagikan

Telegraf – Pandemi Covid -19 sudah memasuki bulan ke 12, tetapi menurut data yang di terima penularan masih cukup tinggi per 26/3/21 per hari masih diatas 3000 penularan. Walaupun sudah terbantu dengan vaksin baik untuk tenaga kesehatan (Nakes) dan masyarakat. Nakes masih harus terus waspada dan mengantisipasi lonjakan penyebaran kasus baru yang akan terjadi mejelang Ramadhan dan Idul Fitri 1442H.

“Tantangannya adalah adanya kasus baru kembali karena saat ini akan menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri kita harus siaga yang diperkirakan akan adanya kasus baru, kita tidak boleh lengah untuk itu,” ungkap Satinah, S.Kep, Ners, M.Kep, Kepala Bidang Keperawatan RSUP Persahabatan dalam giant webinar bertajuk Perawat Tangguh, Indonesia Bebas Covid-19, Masyarakat Sehat, yang di selengarakan oleh RS Premier Bintaro dengan IKAMARS, PPNI, RSUP Persahabatan, dan STIKES Pertamedika Jakarta, Minggu (28/3).

Satinah menjelaskan beban mental psikologis staf keperawatan juga merupakan tantangan karena 12 bulan bukan waktu yang sebentar untuk merawat pasien Covid-19, sehingga bisa jadi nakes sudah kelelahan yang berdampak pada penurunan imunitas.

Selain menjaga mental staf keperawatan melalui pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUP Persahabatan juga menyediakan fasilitas dan sarana prasarana harus apakah layak atau tidaknya untuk membuka satu arean pelayanan Covid.

“Bukan saja SDM-nya saja tetapi failitas dan saranannya juga harus di penuhi sehingga sebelum kita membuka satu arena pelayanan covid RS Persahabatan memberikan suatu kebijakan dimana dalam pengelolaan SDM melalui screning dan Medical Check Up (MCU) apakah bener bener keperawatan yang kakan terjun untuk memberikan pelayanan kesehatan ini layak untuk pelayanan covid atau tidak, apakan kami memiliki komorbit atau tidak. Sementara untuk fasilitas, prasarana kami bekerjasama dengan Komite Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI) sehingga PPI yang merekomendasikan apakah ruangan tersebut layak untuk pelayanan covid atau tidak,” jelas Satinah.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Ia juga mengungkapkan bekerjasama dengan harmonisasi antara staf satu dengan yang lain sangat mendukung untuk memberikan pelayanan pasien covid yang optimal, karena tanggungjawab bukan hanya kepada managemen bukan hanya kepada profesi tetapi juga tanggungjawab kepada Tuhan.

Di waktu yang sama Rosdelima Simarmata,BN, SE, MARS, Manager Keperawatan RS Premier Bintaro menerangkan selama pandemi Covid-19, RS Premier Bintaro melakkan beberapa hal, antara lain, pembaharuan regulasi, pengaturan alur pelayanan, pengelolaan SDM keparawatan, supervisi keperawatan dan sebagainya.

“Pengaturan alur pelayanan dilakukan dengan adanya pembagian zona yakni zona hijau untuk pasien yang tidak terpapar Covid-19. Zona grey untuk pasien yang masih menunggu hasil PCR dan zona merah untuk pasien yang positif Covid-19,” ungkap Rosdelima.

Pengelolaan SDM keperawatan dilakukan karena kebutuhan tenaga perawat di masa pandemi sangat tinggi. dengan cara screnning di dalam dan luar gedung untuk tenaga kesehatan serta melakukan vaksinasi untuk seluruh perawat yang hingga saat ini sudah mencapai 79 persen.


Photo Credit: Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. XINHUA

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?