Wali Kota New York City Akan Seret Trump ke Pengadilan

"Jika anda tetap berusaha menolak pendanaan yang membuat New York City tetap bertahan di tengah krisis ini, kami akan melihat anda di pengadilan dan sekali lagi kami akan mengalahkan anda di pengadilan,"

Wali Kota New York City Akan Seret Trump ke Pengadilan

Telegraf – Wali Kota New York City (NYC) Bill de Blasio geram. Dia mengancam akan menyeret Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke pengadilan.

Ancaman tersebut sebagai bentuk reaksi atas niat Presiden Donald Trump yang mempertimbangkan pemotongan dana federal ke kota-kota yang gagal mencegah pembentukan ‘zona anarkis’, seperti di Portland, Seattle, Washington, DC, dan New York City, Jumat (04/09/2020).

Saya ingin berbicara langsung dengan presiden, kata de Blasio pada saat konferensi pers, Kamis (03/09/2020).

“Jika anda tetap berusaha menolak pendanaan yang membuat New York City tetap bertahan di tengah krisis ini, kami akan melihat anda di pengadilan dan sekali lagi kami akan mengalahkan anda di pengadilan,” tegasnya.

De Blasio mengatakan presiden AS tidak dapat mencampuri masalah pendanaan dan kata-kata Trump tidak terlalu berpengaruh karena Mahkamah Agung telah berbicara.

Kami menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, melawan pandemi dan kehancuran ekonomi tanpa stimulus lain. Kini, alih-alih kepemimpinan dari Gedung Putih, kami dihadapkan pada serangan baru yang melanggar hukum, inkonstitusional dan tidak diragukan lagi akan dikalahkan di pengadilan – ucap de Blasio.

Pada Rabu (02/09/2020), Trump mengatakan beberapa negara bagian dan yurisdiksi lokal telah mengizinkan kekerasan dan perusakan properti terus berlanjut. Trump ingin pemerintahannya mengidentifikasi ‘yurisdiksi anarkis’ ini dalam sebulan dan memotong atau mencabut hibah federal mereka.

Baca Juga :   AS-Cina Tak Melibatkan Diri Gabung Dengan 156 Dalam Skema Vaksin Global

Protes terhadap rasisme dan kebrutalan polisi telah meletus di seluruh Amerika Serikat sejak kematian penduduk kulit hitam Minneapolis George Floyd, yang sering kali berkembang menjadi tindakan kekerasan terhadap polisi dan penduduk setempat, vandalisme, pembakaran, dan penjarahan.


Photo Credit: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. GETTY IMAGES/Scott Olson

 

Edo W.