Walaupun Tanpa PDIP, Survei Sebut Ganjar Paling Berpeluang di 2024

"Apabila pemilih tahu enam nama calon ini, yang paling banyak dipilih adalah Ganjar,"

Walaupun Tanpa PDIP, Survei Sebut Ganjar Paling Berpeluang di 2024

Telegraf – Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan elektabilitas Prabowo Subianto dan Anies Baswedan cenderung stagnan. Justru nama seperti Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, hingga Khofifah Indar Parawansa cenderung berpotensi dan masih bisa dikerek naik. Namun secara keseluruhan, Ganjar berpotensi menjadi pemenang pada Pilpres 2024, dengan atau tanpa dukungan PDI Perjuangan (PDIP), partai politiknya.

Berbasis pendapat bahwa seseorang takkan dipilih jika tak disukai, SMRC mencari tahu seberapa besar tingkat pengetahuan masyarakat atas nama bakal calon presiden yang muncul. Di tempat teratas adalah Prabowo dengan 98%, diikuti Anies Baswedan dengan 83%.

Lalu Sandiaga Uno dengan 83%, Agus Harimurti Yudhoyono 68%, Ridwan Kamil 68%, Puan Maharani 58%, Ganjar Pranowo 57%, Tri Rismaharini 54%, dan Khofifah dengan 48%.

Ketika ditanya tingkat kesukaan dengan tokoh, Ridwan Kamil di posisi teratas dengan 85%, diikuti Sandiaga Uno 85%, Ganjar Pranowo 84%, Tri Rismaharini 84%, Khofifah 81%, Prabowo 78%, Erick Thohir 76%, Anies Baswedan 75%, Mahfud MD 73%, dan Agus Harimurti Yudhoyono 72%.

“Prabowo Subianto dikenal oleh hampir smeua pemilih tapi kurang diikuti sikap suka dari pemilih. Setelah Prabowo, Anies juga dikenal luas tapi yang suka Anies lebih rendah. Sebaliknya, sejumlah nama, faktor dikenalnya jauh lebih rendah tapi faktor disukainya jauh lebih tinggi. Seperti Khofifah, Risma, Ganjar, dan Ridwan Kamil,” urai Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad saat rilis survei secara daring, Minggu (13/06/2021).

Hal ini pun membuka peluang besar bagi nama-nama yang kurang dikenal tersebut. Bagi SMRC, yang paling kompetitif untuk dikampanyekan adalah Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Ganjar, Risma, dan Khofifah.

Dari titik ini, SMRC mencoba mencari tahu lebih jauh pada responden yang tahu 6 nama capres yang maju. Keenam nama adalah Prabowo, Anies, Ganjar, Sandiaga, Ridwan Kamil, dan AHY.

Hasilnya, justru elektabilitas yang tertinggi akan diraih Ganjar Pranowo dengan 27,8%. Ganjar diikuti Prabowo dengan 16,7%, Anies dengan 13,7%, Ridwan Kamil dengan 7,8%, Sandiaga Uno dengan 8,3%, dan AHY dengan 3,8%.

“Apabila pemilih tahu enam nama calon ini, yang paling banyak dipilih adalah Ganjar,” kata Saidiman.

Ketika dikerucutkan hanya tiga nama saja, yakni Prabowo, Ganjar, dan Anies, maka jurangnya makin jauh.

SMRC menemukan Ganjar melesat jauh dengan perolehan 43,3%, disusul oleh Prabowo dengan 24,4%, dan Anies Baswedan dengan 21,7%.

“Bila Ganjar tidak maju, maka persaingan antara Prabowo melawan Anies yang sangat ketat. Namun keunggulan tajam Ganjar dalam simulasi ini menunjukkan nama Ganjar lebih mampu menarik pemilih calon-calon selain Prabowo dan Anies,” ujar Saidiman.

Namun Ganjar juga belum pasti diusung oleh partainya, PDI Perjuangan (PDIP). Bagaimana seandainya Ganjar maju di pilpres tanpa diusung oleh PDIP? Maka SMRC melakukan simulasi tanpa memasukkan para pendukung PDIP.

Hasilnya, Ganjar tetap teratas dengan raihan 35,3%, diikuti oleh Prabowo dengan 30,8%, dan Anies dengan 25,5%.

Hal itu bisa terjadi, berdasarkan analisa SMRC, bahwa Ganjar didukung oleh pemilih parpol lain. Paling besar dari PKB dengan 68% dan Demokrat dengan 40%.

“Paling banyak dari PKB, Demokrat, partai nonparlemen,” imbuh Saidiman.

Begitupun efek dari Joko Widodo (Jokowi). Saidiman mengatakan, bahwa saat ini tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi ada di angka 75,6%.

Dan dari yang puas kepada Jokowi ini, sebanyak 43,9% akan memilih Ganjar. Justru 48,5% yang tak puas atas pemerintahan Jokowi memilih Prabowo, dan 33,7% akan memilih Anies. Sementara yang puas atas pemerintahan Jokowi, hanya 23,3% yang memilih Prabowo dan 22,3% memilih Anies.

“Warga yang menilai positif kinerja Jokowi tersebut jauh lebih banyak yang memilih Ganjar dibandiing memilih Prabowo dan apalagi Anies, meskipun tanpa pemilih PDI Perjuangan,” kata Saidiman.

Populasi survei ini adalah seluruh WNI yang punya hak pilih dalam pemilu, berjumlah 1220 orang yang dipilih dengan metode multstgeg random samping. Yang bisa diwawancarai secara valid adalah 1072 orang atau 88 persen yang hasilnya dianalisis.

Responden terpilih lalu diwawancara lewat tatap muka, dan waktunya adalah 21-28 Mei 2021. Margin of error penelitian ini adalah plus minus 3,05% pada tingkat kepercayaan 95%.


Photo Credit : Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranow. Twittert @ganjarpranowo

 

A. Chandra S.

close