Wakaf Produktif Membangun Kehidupan Sosial

Wakaf Produktif Membangun Kehidupan Sosial

“Yang tadi Rp255 juta dalam waktu hampr 9 tahun dengan metode lama setelah dengan produk yang di launcing sekitar November bisa mencapai Rp3,2 miliar dalam waktu hampir 3 bulan dan dari program ini dari Rp3,2 miliar sekitar Rp2,1 miliar disalurkan pembuatan rumah sakit di lampung, melalui Dompet Duafa”

Wakaf Produktif Membangun Kehidupan Sosial


Telegarag, Jakarta – PT Bank BNI Syariah mencatta dana yang terkumpul dari wakaf Hasanah perseroan telah mencapai sekitar Rp3,2 miliar sejak diluncurkan pada November 2016, hanya dalam kurun waktu tidak kurang 3 bulan dengan inovasi konsep wakaf produktif karena berpotensi membangun kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Hal itu diungkapkan direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono dalam diskusi “Melirik Wakaf Sebagai Instrument Potensi Ekonomi Syariah,” senin (20/2/17, di Jakarta.

Imam menjelaskan sejak dilauncing oleh Presiden Republik Indonesia ke 6 tahun 2015 mengenai wakaf uang hingga tahun lalu 20016 hanya mencapai Rp255 juta, kemudian BNI Syariah di bulan November 2016 membuka website wakaf Hasanah http://www.wakafhasanah.bnisyariah.co.id yakni platform digital yang memfasilitasi masyarakat untuk berwakaf secara mudah, melalui smartphone/gadget dengan memilih proyek-proyek wakaf sesuai yang diinginkan.

Antusiasme masyarakat dengan program wakaf baru BNI syariah cukup mengembirakan dalam tempo yang sangat singkat apat mengumpukan dana sebesar RP3,2 miliar dan sudah tersalurkan Rp2,1 miliar untuk pembangunan  Rumah Sakit Duafa di Lampung melalui Dompet Duafa.

“Yang tadi Rp255 juta dalam waktu hampr 9 tahun dengan metode lama setelah  dengan produk yang dilauncing sekitar November bisa mencapai Rp3,2 miliar dalam waktu hampir 3 bulan dan dari program ini dari Rp3,2 miliar sekitar Rp2,1 miliar disalurkan pembuatan  rumah sakit di  lampung, melalui dompet duafa,” Imam menerangkan.

Imam mengatakan jika wakaf ini di kembangkan bisa menjadi pilar ekonomi umat penopang peradaban mengapa karena di negara maju seperti Turki, Mesir peran wakaf sangatlah besar pada jaman kekalifahan, saat negara sedang defisit makan defisitnya bisa ditutup dengan dana dari  lembaga wakaf.

Imam melanjutkan kalo bicara soal wakaf di Indonesia sudah terlambat, karena karena klo kita lihat jumlah tanah diwakafkan itu berjumlah 4,2 milyar meter persegi, itu tanah wakaf yang tidak bisa di kembangkan karena under implesment jadi tanah wakaf sumber daya sangat besar. Tapi di sisi lain kita lihat potensi wakaf tidak memiliki multi player efek yang tidak cukup untuk bisa berkelanjutan. (Red)

Credit foto: Atti Kurnia


 

Atti Kurnia

close