Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Wakaf Bisnis Untuk Kemaslahatan Umat
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Wakaf Bisnis Untuk Kemaslahatan Umat

Atti Kurnia Jumat, 20 Oktober 2017 | 19:16 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Imam T Saptono Presiden Direktur Global Wakaf Corporation
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Wakaf, jika berbicara mengenai wakaf manusia akan langsung berasumsi wakaf tanah yang dapat di peruntukan untuk pemakaman, sekolah dan rumah ibadah, sementara pada jaman milenia ini wakaf semakin tengelam, dengan tekad mensejahterakan umat, Global Wakaf Corporation (GWC) menggalakkan kembali masyarakat untuk berwakaf dengan wakaf bisnis.

“Padahal wakaf sejak jaman Rosulullah SAW, untuk wakaf pertama adalah wakaf produktif/berorientasi bisnis, jadi ini adalah kemunduran sebenarnya,” hal itu diungkapkan oleh Presiden Direktur Global Wakaf Corporation Imam T Saptono, usai mengisi agenda dalam Waqf Bisnis forum di Jakarta, Kamis (19/10/17).

Imam menjelaskan wakaf berorientasi bisnis sudah menjadi cikal bakal perkembangan ekonomi umat, wakaf muncul tidak hanya sejak jaman islam, agama agama sebelumnya pun mengenal instrument untuk mengerakkan wakaf, dan beberapa literature yang berkembang di Durham university bahwa sebenarnya system wakaf diperbankan dahulu adalah system wakaf, sitem wakaf itu hilang karena berkembangnya ekonomi konvensional bergantilah dia dengan bank.

Imam melanjutkan padahal Alloh memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah, jdi kalo bisnis anti riba sukses, harus berani menyuarakan sedekah karena sedekah itu himpunan besar dari zakat infak sodakoh dan itu adalah sodakoh dalam arti besar.

Wakaf bisnis GWC
Sebenarnya wakaf menjawab hal-hal yang tidak bisa diselesaikan oleh mekanisme pasar konvensional,yang akhirnya diselesaikan dengan pola pajak, padahal sejatinya pola mekanisme islam sudah ada yaitu konsep zakat sodakoh dan wakaf.

Baca Juga :  Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Imam menuturkan GWC disini adalah sebagai holding asset dan holding company sangat beda dengan ventura dan bank wakaf karena ventura dan bank wakaf hanya sebagai lembaga keuangan pengumpul wakaf dan perbedaan lainya adalah integrated benefid serrinya maukuf alaih.

Jadi Imam menambahkan diislam tidak pernah ada pemisaahan antara lembaga keuangan dan sector riil justru di konsep ekonomi konvensionalah lembaga keuangan dengan sector riil, kemudian mulai berkembang bahwa kejadiannya adalah uang bisa bertambah diikuti output riilnya bisa bertambah, karena tadi system riba. Imam mencontohkan uang bisa bertambah tanpa diikuti output riilnya dalam islam itu tidak mungkin.

Untuk kedepan Imam berharap saat bank bank wakaf mengeluarkan tabungan maka dia akan bertanya kepada nasabahnaya mau tabungan wakafnya siapa, klo masuk GWC menjadi cash wakaf kemudian di investasikan /dikelola, bedanya di bank bank ini tidak medapatkan benefid serinya, karena benefid serrinya ada di GWC, jdi pada saat dikelola dan mendapat untung maka keuntungannya jatuh pada maukuf alaihnya, dimana maukuf alaihnya GWC adalah fokus pada proyek proyek kemanusiaan. (Red)

Credit Photo :Atti Kurnia/telegraf.co.id


 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

No K-pop on a Dead Planet: Aksi Penggemar K-pop Setop Pendanaan Hana Bank ke Energi Fosil

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?