Wakaf Bisnis Untuk Kemaslahatan Umat

“Padahal wakaf sejak jaman Rosulullah SAW, untuk wakaf pertama adalah wakaf produktif/berorientasi bisnis, jadi ini adalah kemunduran sebenarnya”

Wakaf Bisnis Untuk Kemaslahatan Umat

Telegraf, Jakarta – Wakaf, jika berbicara mengenai wakaf manusia akan langsung berasumsi wakaf tanah yang dapat di peruntukan untuk pemakaman, sekolah dan rumah ibadah, sementara pada jaman milenia ini wakaf semakin tengelam, dengan tekad mensejahterakan umat, Global Wakaf Corporation (GWC) menggalakkan kembali masyarakat untuk berwakaf dengan wakaf bisnis.

“Padahal wakaf sejak jaman Rosulullah SAW, untuk wakaf pertama adalah wakaf produktif/berorientasi bisnis, jadi ini adalah kemunduran sebenarnya,” hal itu diungkapkan oleh Presiden Direktur Global Wakaf Corporation Imam T Saptono, usai mengisi agenda dalam Waqf Bisnis forum di Jakarta, Kamis (19/10/17).

Imam menjelaskan wakaf berorientasi bisnis sudah menjadi cikal bakal perkembangan ekonomi umat, wakaf muncul tidak hanya sejak jaman islam, agama agama sebelumnya pun mengenal instrument untuk mengerakkan wakaf, dan beberapa literature yang berkembang di Durham university bahwa sebenarnya system wakaf diperbankan dahulu adalah system wakaf, sitem wakaf itu hilang karena berkembangnya ekonomi konvensional bergantilah dia dengan bank.

Imam melanjutkan padahal Alloh memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah, jdi kalo bisnis anti riba sukses, harus berani menyuarakan sedekah karena sedekah itu himpunan besar dari zakat infak sodakoh dan itu adalah sodakoh dalam arti besar.

Wakaf bisnis GWC
Sebenarnya wakaf menjawab hal-hal yang tidak bisa diselesaikan oleh mekanisme pasar konvensional,yang akhirnya diselesaikan dengan pola pajak, padahal sejatinya pola mekanisme islam sudah ada yaitu konsep zakat sodakoh dan wakaf.

Imam menuturkan GWC disini adalah sebagai holding asset dan holding company sangat beda dengan ventura dan bank wakaf karena ventura dan bank wakaf hanya sebagai lembaga keuangan pengumpul wakaf dan perbedaan lainya adalah integrated benefid serrinya maukuf alaih.

Baca Juga :   Menkop dan UKM Teten Masduki Buka Muffest 2020

Jadi Imam menambahkan diislam tidak pernah ada pemisaahan antara lembaga keuangan dan sector riil justru di konsep ekonomi konvensionalah lembaga keuangan dengan sector riil, kemudian mulai berkembang bahwa kejadiannya adalah uang bisa bertambah diikuti output riilnya bisa bertambah, karena tadi system riba. Imam mencontohkan uang bisa bertambah tanpa diikuti output riilnya dalam islam itu tidak mungkin.

Untuk kedepan Imam berharap saat bank bank wakaf mengeluarkan tabungan maka dia akan bertanya kepada nasabahnaya mau tabungan wakafnya siapa, klo masuk GWC menjadi cash wakaf kemudian di investasikan /dikelola, bedanya di bank bank ini tidak medapatkan benefid serinya, karena benefid serrinya ada di GWC, jdi pada saat dikelola dan mendapat untung maka keuntungannya jatuh pada maukuf alaihnya, dimana maukuf alaihnya GWC adalah fokus pada proyek proyek kemanusiaan. (Red)

Credit Photo :Atti Kurnia/telegraf.co.id


 

Tanggapi Artikel