Usai Pandemi Covid-19, Bill Gates Ramalkan Akan Ada Krisis Lagi

"Bioterorisme. Seseorang yang ingin menyebabkan kerusakan dapat merekayasa virus. Kemungkinan dampaknya akan lebih dari apa yang terjadi saat ini,"

Usai Pandemi Covid-19, Bill Gates Ramalkan Akan Ada Krisis Lagi


Telegraf – Pendiri Microsoft, Bill Gates, menyatakan umat manusia akan menghadapi dua krisis besar usai pandemi Covid-19 berlalu.

Krisis ini bisa membahayakan kehidupan, yaitu perubahan iklim, serta ancaman virus berupa bioterorisme atau teror senjata biologis.

“Setiap tahun (perubahan iklim) akan menjadi ancaman, korban meninggal yang lebih besar dari yang kita alami dalam pandemi Covid-19 ini,” kata Bill dalam wawancara yang ditayangkan oleh kanal YouTube Derek Muller bertajuk ‘Veritasium’.

Bill, yang lima tahun lalu pernah meramalkan bakal terjadi pandemi besar yang bisa merenggut nyawa banyak orang. Kala ada wabah virus terjadi, wawancara Bill itu menjadi viral.

Sementara mengenai ancaman lain yang disebabkan oleh sifat manusia, Bill menilai bioterorisme bisa jadi berbentuk virus atau penyakit mematikan yang ancamannya lebih buruk dari virus yang disebabkan oleh alam.

“Bioterorisme. Seseorang yang ingin menyebabkan kerusakan dapat merekayasa virus. Kemungkinan dampaknya akan lebih dari apa yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

Bill juga menyebut pandemi yang masih terjadi, bukan yang terakhir melanda umat manusia.

Di masa depan, menurutnya akan lebih banyak pandemi yang terjadi. Meski begitu, umat manusia kian mampu menyiapkan diri untuk menghadapi berbagai ancaman di masa depan.

Bill mengatakan, pandemi berikutnya takkan menelan korban jiwa dalam skala seperti pandemi corona, atau lebih dari 2,3 juta orang tewas dengan lebih dari 107 juta terinfeksi.

Baca Juga :   WHO Sebut Tahap Awal Gelombang Covid Baru Dimulai

“Pandemi bisa lebih buruk dalam hal kematian. Kematian cacar bahkan lebih dari 30 persen,” jelasnya.

Adapun salah satu kesiapan yang bisa dilakukan seluruh negara ialah dengan memajukan penelitian mRNA. Hal ini berkaitan dengan teknologi yang digunakan dalam vaksin Pfizer serta Moderna.

Bill pun mendorong peningkatan kapasitas testing PCR hingga lebih dari 10 juta sehari, serta lebih banyak investasi untuk mesin diagnostik dan terapi.

Bill diketahui memiliki rekam jejak puluhan tahun dalam pengembangan vaksin untuk negara berkembang. Yayasan yang didirikan Bill bersama istrinya, Melinda, di tengah pandemi telah menghabiskan ratusan juta dollar AS guna penelitian serta produksi vaksin.


Photo Credit: Bill Gates, pendiri Microsoft dan juga ketua bersama dari Bill & Melinda Gates Foundation. REUTERS/Toru Hana

Indra Christianto

close