Untuk Kesejahteraan Pegawai OJK Dorong Industri Dana Pensiun

Untuk Kesejahteraan Pegawai OJK Dorong Industri Dana Pensiun

"Pertumbuhan industri dana pensiun masih berjalan lambat. Karena itulah OJK sangat berkepentingan untuk memfasilitasi perkembangan industri dana pensiun ke depannya"

Untuk Kesejahteraan Pegawai OJK Dorong Industri Dana Pensiun


Telegraf, Jakarta – Untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan pertumbuhan industri dana pensiun agar di hari tua nanti dapat hidup tenang dan sejahtera, untuk saat ini masyarakat masih sangat minim dalam mengikuti program dana pensiun padahal manfaatnya cukup bagus untuk jaminan kesejahteraan di hari tua.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto saat membuka seminar internasional Dana Pensiun di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (25/4), “Pertumbuhan industri dana pensiun masih berjalan lambat. Karena itulah OJK sangat berkepentingan untuk memfasilitasi perkembangan industri dana pensiun ke depannya,” tuturnya.

Seminar yang di hadiri oleh perwakilan dari World bank, Pinbok Solution (India), World bank Consultan (farmer APRA), MPFA hong Kong, dan beberapa Asosiasi dana pensiun, Rahmat mengatakan seminar tearsebut diharapkan bisa menjadi tempat untuk mendapatkan masukan dan bertukar pikiran untuk memajukan dana pensiun indonesia.

Rahmat menjelaskan, pertumbuhan aset industri dana pensiun meningkat dari 7,06 persen di tahun 2015 menjadi 15,5 persen di tahun 2016. Namun memasuki 25 tahun diterbitkannya Undang-Undang dana pensiun ini, pertumbuhan industri dana pensiun tersebut masih relatif kecil. Untuk meyikapi tumpang tindih kerangka peraturan ojk bearsama pemangku kepentingan perlu melakukan evaluasi dan perbaikan program pensiun agar dapat bersinergi dengan program kesejahteraan lain bagi para pekerja.

Baca Juga :   Zipmex Umumkan Investornya Setelah Mendapat Pendanaan 41 Juta Dolar AS

Data yang di peroleh OJKper 31 Desember 2016, aset IKNB sebesar Rp 1.909,26 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 13,64 persen dibandingkan total aset tahun 2015. Industri dana pensiun hanya mampu memberikan kontribusi sebesar 12,5 persen atau sekitar Rp 238,3 triliun.

Dan umlah peserta dana pensiun di Indonesia adalah 4,47 juta orang atau mencapai 6,37 persen dari total tenaga kerja di Indonesia. Sementara total aset hingga Februari 2017 mencapai Rp 244,26 triliun, meningkat dibanding Desember 2016 sebesar Rp 238,3 triliun.

Sementara itu, jumlah peserta jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan per 31 Desember 2016 sebesar 9,13 juta orang dengan total aset Rp 13,8 triliun per 28 Februari 2017. (Red)

Credit Foto : Atti Kurnia


Atti Kurnia

close