Uni Eropa Akui Kepemimpinan Juan Guaido

"Kami bekerja untuk kembalinya demokrasi penuh di Venezuela: hak asasi manusia, pemilihan umum dan tidak ada lagi tahanan politik,"

Uni Eropa Akui Kepemimpinan Juan Guaido

Telegraf, Brussels – Beberapa negara kunci Uni Eropa telah mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu. Pengakuan negara Eropa ini semakin menambah pertikaian global atas pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Langkah pengakuan terkoordinasi dinyatakan oleh Prancis, Spanyol, Jerman, Inggris, Portugal, Swedia, Denmark, Austria serta Belanda. Pernyataan tersebut dilontarkan pada Senin (04/02/19) sehari setelah berakhirnya ultimatum delapan hari bagi Nicolas Maduro untuk mengadakan pemilihan baru.

Latvia dan Lithuania juga ikut mendukung Juan Guaido, presiden sementara yang dideklarasikan sendiri yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan banyak negara Amerika Selatan.

Negara-negara Eropa mendesak Juan Guaido untuk mengadakan pemilihan yang bebas dan adil sesegera mungkin.

Namun Italia membantah pernyataan Uni Eropa yang mengatakan kelompok itu mengakui Juan Guaido. Hal itu dikutip kantor berita Reuters dari sumber-sumber diplomatik.

“Kami bekerja untuk kembalinya demokrasi penuh di Venezuela: hak asasi manusia, pemilihan umum dan tidak ada lagi tahanan politik,” kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dalam pengumuman di televisi.

Pedro Sanchez mengatakan Spanyol, yang memiliki komunitas besar Venezuela, juga sedang mengerjakan program bantuan kemanusiaan. Di Venezuela, kekurangan barang-barang pokok sangat parah. Para pengecam Maduro menyalahkan kesalahan manajemen pemerintah Venezuela karena kurangnya makanan dan pasokan medis.

Pada Senin (04/02/19), saat kunjungan ke Jepang, Kanselir Jerman Angela Merkel telah mengatakan bahwa Guaido “adalah presiden Venezuela sementara yang sah”.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan Venezuela memiliki “hak untuk mengekspresikan diri secara bebas dan demokratis”. Macron mengatakan Prancis mengakui Juan Guaido sebagai “presiden bertindak untuk melaksanakan proses pemilihan”. kata Macron dalam pesan Twitternya.

Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom mengatakan pemilu presiden yang membawa Maduro berkuasa sejak tahun lalu tidak bebas atau tidak adil. Oleh karena itu, kepada penyiar Swedia SVT, Wallstrom mengatakan Venezuela “sekarang harus mendapatkan pemilihan yang baru, bebas dan adil sebagai gantinya”. (Red)

Baca Juga  Australia Stop Program Edukasi Yang Didanai Oleh China

Photo Credit : Presiden sementara dari pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido. REUTERS/Carlos Garcia

 



Komentar Anda