Ucapan Abdul Somad Membuat Beberapa Tokoh Ini Angkat Bicara

"Soal patung itu misalnya, sebenarnya yang disampaikan Abdul Somad adalah sebuah hadis, ternyata kalau dalam kajian Islam hadis itu masuk dalam wilayah fiqhiyah yang bisa berbeda pendapatnya antara satu dengan yang lain,"

Ucapan Abdul Somad Membuat Beberapa Tokoh Ini Angkat Bicara

Telegraf, Jakarta – Pendakwah atau ustad Abdul Somad (UAS) menyorot perhatian publik hampir sepekan belakangan ini. Ceramahnya tentang salib yang ia ungkapkan pada sebuah pengajian menjadi viral setelah tayangannya tersebut tersebar di media sosial (medsos).

Sebagai reaksi beragam komentar pun menyertai viralnya ceramah Somad tersebut. Beberapa kelompok kemudian melaporkan ustad ini dengan pasal penistaan agama.

Tokoh – tokoh dan lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia pun ikut angkat bicara dan berkomentar atas perkara yang menimpa Abdul Somad itu, mereka antara lain.

1. Quraish Shihab

Quraish menilai ceramah Ustad Abdul Somad yang menjawab pertanyaan jamaah tentang salib telah berlebihan. “Dari saya, saya anggap berlebihan. Jangan sampai terulang hal yang sama,” kata Quraish di Jakarta pada Jumat, (23/08/19).

Dia mengaku ingin persoalan ini tidak terlalu luas. Menurutnya jauh lebih baik duduk bersama dengan bijaksana antar pihak yang berselisih. “Hindari dulu deh kepolisian. Perlu duduk bersama dan mencari titik temu,” ujar Quraish.

2. Mahfud MD

Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan ini mengatakan Abdul Somad tidak berkewajiban meminta maaf atas ceramahnya soal salib. Ini terkait Somad yang memutuskan untuk tak meminta maaf atas ceramahnya yang dianggap menista agama tersebut.

“Tidak harus minta maaf, karena UAS (Ustad Abdul Somad) sudah menjelaskan situasi dan posisinya. Tapi kalau meminta maaf, bagus juga,” kata Mahfud di Jakarta pada Jumat 23 Agustus 2019.

Sementara terkait proses hukum UAS, Mahfud mengatakan kasus dugaan penistaan agama ini perlu dianalisis oleh kepolisian. Ini untuk mengukur tingkat urgensinya dan memutuskan kasus ini dilanjutkan atau tidak. Terutama jika dilihat dari klarifikasi UAS yang menyebut ucapannya itu adalah jawaban atas pertanyaan jamaah.

“Kalau niat itu dilihat dari konteks di mana dia bicara, dalam konteks apa, di forum apa, akan bisa dilihat ada niat atau tidak, dan itu tugas yang menerima laporan,” katanya.

3. Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi mengakui adanya satu diskusi di internal pengurus majelis ihwal isi ceramah ustad Abdul Somad soal patung dan salib dalam pertemuan hari ini, Rabu 21 Agustus 2019.

Baca Juga  Jokowi Disarankan Tolak Pengunduran Diri Pejabat KPK

“Soal patung itu misalnya, sebenarnya yang disampaikan Abdul Somad adalah sebuah hadis, ternyata kalau dalam kajian Islam hadis itu masuk dalam wilayah fiqhiyah yang bisa berbeda pendapatnya antara satu dengan yang lain,” ujar Masduki usai pertemuan, Rabu, (21/08/19) lalu.

Terhadap kegaduhan yang muncul akibat ceramah itu, Masduki mengatakan majelis sebenarnya menginginkan Somad untuk tidak masuk ke pembahasan yang bisa menyinggung agama lain. Namun, ujar Masduki, Somad menjelaskan kepada majelis bahwa ceramahnya hanya untuk internal umat Islam.

Kendati demikian, Abdul Somad juga sudah mempertegas sikapnya dengan ogah meminta maaf. Ia beralasan, ceramahnya itu menjawab pertanyaan peserta pengajian yang hadir. Somad mengatakan ceramah itu dilakukan di tengah komunitas Islam, di dalam masjid, dan membahas kaidah Islam.

“Bahwa kemudian ada orang yang tersinggung dengan penjelasan saya, apakah saya mesti meminta maaf,” kata Abdul Somad seusai bertemu dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Agustus 2019. (Red)


Photo Credit : Abdul Somad tiba di gedung MUI, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019. MUI menegaskan bahwa pihaknya menjadi mediasi untuk menyelesaikan kasus ceramah salib yang disampaikan Somad. FILE/DOK/IST. PHOTO

 

Bagikan Artikel



Komentar Anda