Tumbuhkan Bibit Programer Mumpuni ALE Geek Battle Digelar

“Di era industri 4.0 ini, semua proses di berbagai industri akan beralih menuju otomasi dan ini memerlukan bahasa pemrograman yang sesuai dengan jenis industri masing-masing. Di sinilah peran penting programmer, yaitu membuat aplikasi atau program yang tepat untuk membantu pertumbuhan perusahaan"

Tumbuhkan Bibit Programer Mumpuni ALE Geek Battle Digelar

Telegraf, Jakarta – Kedepan Indonesia di prediksi menjadi kekuatan ekonomi digital yang cukup diperhitungkan hal inib di kutip dalam laporan McKinsey institut dengan Judul “Unlocking Indonesia’s Digital Opportunity” terlihat pemerintah Indonesia sedang giat melakukan pembangunan infrastruktur terkait teknologi yaitu palapa ring.

Menghadapi hal tersebut di butuhkan juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, disisi lain pendidikan di indonesiaash harus di tingkatkan, Untuk memenuhi SDM yang mumpuni tersebut Alcatel-Lucent Enterpise (ALE) beserta pemerintahengadakan ALE Geek Battle untuk engjasilkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan di era digital.

Narenda Wicaksono, CEO Dicoding mengatakan indonesia akan melewati masuknya teknologi di berbagai bidang, untuk membantu mempermudah pertumbuhan pemerintahan bahkan perekonomian dengan meningkatkan kinerja perusahaan melalui skill SDM. Di era induatri 4.0 progremer memiliki peran yang sangat krusial.

“Di era industri 4.0 ini, semua proses di berbagai industri akan beralih menuju otomasi dan ini memerlukan bahasa pemrograman yang sesuai dengan jenis industri masing-masing. Di sinilah peran penting programmer, yaitu membuat aplikasi atau program yang tepat untuk membantu pertumbuhan perusahaan,” ungkapnya di konfrensi pers launcing Ale Geek Battle di Jakarta.

Narenda menjelaskan Dengan aplikasi yang tepat, perusahaan akan mampu bekerja secara lebih efektif dan dan efisien serta meningkatkan kinerja perusahaan dengan signifikan.

McKinsey Institute memproyeksikan Indonesia menjadi pada 10-20 tahun mendatang akan menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi digital besar. McKinsey juga menyatakan bahwa kebutuhan akan tenaga programmer pada 2030 akan meningkat sebesar 55 persen. Sementara itu, World Economic Forum menyatakan di masa depan SDM yang memiliki keahlian teknis seperti pemrograman dan pengembangan aplikasi akan menjadi incaran perusahaan.

Melihat kebutuhan akan pengembangan aplikasi yang demikian besar, program ALE Geek Battle bisa menjadi program memunculkan talenta-talenta baru yang memiliki keahlian di bidang pemrograman dan pengembangan aplikasi.

Baca Juga :   Lintasarta Sabet Gelar Best IT & Data Tech Governance

Adios Purnama, Country Manager, Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia menjelaskan saat ini kebutuhan pasar akan tenaga programmer cukup besar, tetapi di sisi lain, tidak banyak programmer andal yang ada di Indonesia. ALE berharap kegiatan ini akan melahirkan talenta- talenta baru di bidang pemrograman yang kemampuannya sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Melalui ALE Geek Battle, kami memberikan kesempatan kepada para programer di seluruh Indonesia
untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Para programer ini akan saling diasah dan diuji oleh
para juri dari ALE. Para peserta yang terpilih juga akan mendapatkan program beasiswa dan kesempatan
bekerja bersama tim Alcatel Lucent Indonesia,” bebernya. (Red)


Photo Credit : Adios Purnama, Country Manager ALE Indonesia, Drajat Wisnu Setyawan, Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Narenda Wicaksono, CEO Dicoding (ka-ki), usai melakukan konftensi pers terkait ALE Geek Battle di Jakarta, Selasa (29/10) TELEGRAF



Komentar Anda