Tukar Guling Posisi Jokowi di HPN 2018

"Kalau pas dicegat doorstop (wawancara mendadak) 80-90 wartawan, pertanyaannya tidak satu, banyak sekali dan sulit semua. Karena ditembak (pertanyaan) langsung saat kita tak siap. Oleh sebab itu, di HPN saya minta satu wartawan maju,"

Tukar Guling Posisi Jokowi di HPN 2018


Telegraf, Padang – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta satu wartawan untuk maju bertukar peran dengannya saat menghadiri puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (09/02/2018). Jokowi meminta seorang wartawan untuk menjadi presiden dan Jokowi sendiri menjadi wartawan.

Hal tersebut terjadi ketika Jokowi bercerita bahwa ia kerap mendapat banyak pertanyaan ketika wawancara dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

“Kalau pas dicegat doorstop (wawancara mendadak) 80-90 wartawan, pertanyaannya tidak satu, banyak sekali dan sulit semua. Karena ditembak (pertanyaan) langsung saat kita tak siap. Oleh sebab itu, di HPN saya minta satu wartawan maju,” ujar Jokowi yang langsung disambut antusias oleh para wartawan yang juga tamu undangan di acara tersebut.

Dari sekian banyak wartawan yang mengacungkan tangan, berminat maju, Jokowi akhirnya memilih salah satu wartawan yang sudah senior. Wartawan tersebut bernama Muhammad Yusrinur Raja dari Surabaya yang sudah menggeluti profesi sebagai jurnalis 40 tahun lamanya.

“Saya sering ingat kalau pas dicegat door stop 80-90 wartawan. Pertanyaannya tidak 1, banyak sekali dan pertanyaannya sulit-sulit semuanya karena ditembak langsung pada saat yang kita sering tidak siap,” kata Jokowi.

“Bapak jadi Presiden saya jadi wartawan. Menteri mana yang Bapak anggap paling penting?,” tanya Jokowi yang kali ini mengambil posisi sebagai wartawan.

“Semua penting, tetapi yang lebih penting yang bisa membuat Presiden nyaman,” kata Yousri dengan lagak seorang Presiden.

Bak seorang wartawan profesional, Jokowi mengejar Yousri dengan pertanyaan lebih tajam. “Berarti menteri yang dianggap paling penting yang mana? To the point aja Pak? Bapak jangan muter-muter, saya belum bisa nulis, belum nangkep,” ucap Jokowi.

Kali ini Yousri menjawab dengan tegas, “Menteri yang mengurusi wartawan, Menkominfo.”

Berikutnya, Jokowi mengajukan pertanyaan lain yang lebih tajam. “Media apa yang paling menyebalkan dan Bapak sering jengkel?”.

“Media abal-abal,” jawab Yousri.

“Tidak ada di lingkungan istana media abal-abal, ‎medianya resmi semuanya, tapi banyak yang menyebalkan, sampaikan apa adanya, yang mana Pak? Entah TV, online, media cetak, yang mana? Bapak kan setiap hari diwawancarai di depan istana, Bapak kan hapal, wartawannya siapa-siapa, yang nanya itu terus-terus siapa?,” cecar  Jokowi.

“Yang paling menyebalkan itu Rakyat Merdeka,” ucap Yousri disambut tawa para hadirin, yang langsung disahut Jokowi, “Pak Presiden ini blak-blakan seperti perasaan saya. Sama persis. Kenapa Bapak Presiden, kenapa Rakyat Merdeka?”.

Yousri pun menjawab dengan diplomatis, kalau Rakyat Merdeka, semuanya dianggap merdeka, kan padahal ada aturan kemerdekaan.

“Ya terima kasih Pak Yousri, sekarang ganti lagi, presidennya saya. Saya berikan sepeda satu,” pungkasnya.

“Saya minta Pak Yusri jadi Presiden, saya yang jadi wartawan. Saya yang tanya. Mumpung hari pers,” ujar Jokowi.

“Baik, saudara wartawan. Apa yang mau ditanyakan?” ujar Yusri yang langsung mengundang gelak tawa para hadirin, tak terkecuali Jokowi.

Jokowi sempat kaget dengan pertanyaan Yusri tersebut. Namun ia tetap meneruskan pertanyaan yang akan diajukannya.

Jokowi masih meneruskan pertanyaan lainnya. “Kenapa Bapak anggap paling penting?”

“Supaya semua mendapat informasi, dari kota sampai desa,” Yusri menjawab pasti.

Setelah jawaban tersebut, Jokowi mengakhiri perannya sebagai wartawan dan kembali menjadi presiden. Seperti biasa, Jokowi memberikan satu sepeda kepada Yusri yang menjadi presiden dalam beberapa menit saja di HPN 2018 ini. (Red)


Photo Credit : Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta satu wartawan untuk maju bertukar peran dengannya saat menghadiri puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (09/02/2018). Anggun

KBI Telegraf

close