Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Tukar Guling Posisi Jokowi di HPN 2018
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Tukar Guling Posisi Jokowi di HPN 2018

Telegrafi Sabtu, 10 Februari 2018 | 13:19 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Padang – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta satu wartawan untuk maju bertukar peran dengannya saat menghadiri puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (09/02/2018). Jokowi meminta seorang wartawan untuk menjadi presiden dan Jokowi sendiri menjadi wartawan.

Hal tersebut terjadi ketika Jokowi bercerita bahwa ia kerap mendapat banyak pertanyaan ketika wawancara dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

“Kalau pas dicegat doorstop (wawancara mendadak) 80-90 wartawan, pertanyaannya tidak satu, banyak sekali dan sulit semua. Karena ditembak (pertanyaan) langsung saat kita tak siap. Oleh sebab itu, di HPN saya minta satu wartawan maju,” ujar Jokowi yang langsung disambut antusias oleh para wartawan yang juga tamu undangan di acara tersebut.

Dari sekian banyak wartawan yang mengacungkan tangan, berminat maju, Jokowi akhirnya memilih salah satu wartawan yang sudah senior. Wartawan tersebut bernama Muhammad Yusrinur Raja dari Surabaya yang sudah menggeluti profesi sebagai jurnalis 40 tahun lamanya.

“Saya sering ingat kalau pas dicegat door stop 80-90 wartawan. Pertanyaannya tidak 1, banyak sekali dan pertanyaannya sulit-sulit semuanya karena ditembak langsung pada saat yang kita sering tidak siap,” kata Jokowi.

“Bapak jadi Presiden saya jadi wartawan. Menteri mana yang Bapak anggap paling penting?,” tanya Jokowi yang kali ini mengambil posisi sebagai wartawan.

“Semua penting, tetapi yang lebih penting yang bisa membuat Presiden nyaman,” kata Yousri dengan lagak seorang Presiden.

Bak seorang wartawan profesional, Jokowi mengejar Yousri dengan pertanyaan lebih tajam. “Berarti menteri yang dianggap paling penting yang mana? To the point aja Pak? Bapak jangan muter-muter, saya belum bisa nulis, belum nangkep,” ucap Jokowi.

Kali ini Yousri menjawab dengan tegas, “Menteri yang mengurusi wartawan, Menkominfo.”

Berikutnya, Jokowi mengajukan pertanyaan lain yang lebih tajam. “Media apa yang paling menyebalkan dan Bapak sering jengkel?”.

“Media abal-abal,” jawab Yousri.

“Tidak ada di lingkungan istana media abal-abal, ‎medianya resmi semuanya, tapi banyak yang menyebalkan, sampaikan apa adanya, yang mana Pak? Entah TV, online, media cetak, yang mana? Bapak kan setiap hari diwawancarai di depan istana, Bapak kan hapal, wartawannya siapa-siapa, yang nanya itu terus-terus siapa?,” cecar  Jokowi.

“Yang paling menyebalkan itu Rakyat Merdeka,” ucap Yousri disambut tawa para hadirin, yang langsung disahut Jokowi, “Pak Presiden ini blak-blakan seperti perasaan saya. Sama persis. Kenapa Bapak Presiden, kenapa Rakyat Merdeka?”.

Yousri pun menjawab dengan diplomatis, kalau Rakyat Merdeka, semuanya dianggap merdeka, kan padahal ada aturan kemerdekaan.

“Ya terima kasih Pak Yousri, sekarang ganti lagi, presidennya saya. Saya berikan sepeda satu,” pungkasnya.

“Saya minta Pak Yusri jadi Presiden, saya yang jadi wartawan. Saya yang tanya. Mumpung hari pers,” ujar Jokowi.

“Baik, saudara wartawan. Apa yang mau ditanyakan?” ujar Yusri yang langsung mengundang gelak tawa para hadirin, tak terkecuali Jokowi.

Jokowi sempat kaget dengan pertanyaan Yusri tersebut. Namun ia tetap meneruskan pertanyaan yang akan diajukannya.

Jokowi masih meneruskan pertanyaan lainnya. “Kenapa Bapak anggap paling penting?”

“Supaya semua mendapat informasi, dari kota sampai desa,” Yusri menjawab pasti.

Setelah jawaban tersebut, Jokowi mengakhiri perannya sebagai wartawan dan kembali menjadi presiden. Seperti biasa, Jokowi memberikan satu sepeda kepada Yusri yang menjadi presiden dalam beberapa menit saja di HPN 2018 ini. (Red)


Photo Credit : Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta satu wartawan untuk maju bertukar peran dengannya saat menghadiri puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (09/02/2018). Anggun

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara
Waktu Baca 11 Menit
Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi
Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi
Waktu Baca 4 Menit
Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital
Waktu Baca 2 Menit
Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit

Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru

Waktu Baca 10 Menit

Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat

Waktu Baca 2 Menit

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?