Telegraf – Industrialiasasi pedesaan merupakan suatu langkah pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kegiatan industri ini tidak dipusatkan di perkotaan, melainkan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat pedesaan dengan tujuan agar pembangunan tersebar secara merata hingga ke lapisan akar rumput paling bawah.
Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Ammarsjah Purba, dalam sesi FGD memantapkan agenda industrialisasi di pedesaan, Ammarsjah dalam penjelasannya mengungkapkan soal urgensi industrialisasi desa. Ia hadir menjadi penanggap dalam diskusi panel FGD yang diselenggarakan oleh AKSITARU Indonesia.
Ammar menyatakan bahwa urgensi industrialisasi di desa ditujukan untuk menciptakan nilai tambah bagi potensi komoditas unggulan di perdesaan. Ia juga mengungkapkan bahwa ketidakadilan dan ketimpangan pembangunan antara desa dengan kota terus dipelihara oleh subjek-subjek tertentu.
“Pastinya, kita punya contoh dari pengalaman Mas Ganjar membangun Jawa Tengah, bagaimana kita bisa memberikan nilai tambah terhadap masyarakat di desa, menciptakan masyarakat desa yang cerdas, upaya upaya melahirkan talent-talent sumber daya unggul di pedesaan,” katanya melalui FGD daring, Jumat (01/12/2023).
Menurut Ammarsjah, urgensi industrialisasi di perdesaan selain menciptakan nilai tambah bagi kelompok rentan, juga berangkat dari produktivitas tenaga kerja dan menciptakan efesiensi biaya logistik sebagai kunci dari manajemen rantai pasok antar kawasan mengingat banyak perusahaan merasakan over head cost dalam pengelolaan bisnisnya.
Ammarsjah juga mengapresiasi beberapa produk dari pemateri yang hadir, seperti teknologi mesin pengeringan milik Parametrik dan teknologi minyak atsiri dari inventor Deddi Soepangkat Noer.
“Saya sampaikan disini, terlepas dari agenda timses. Saya aware dan concern terhadap hilirisasi komoditas desa. Hasil saya berkeliling di Jawa Timur dan Jawa Tengah, penting kita untuk tiap desa atau kawasan basis produksi memiliki teknologi pengering yang dimiliki Aris (Parametrik), disana ada rice mill yang perlu dimodernisasi. Selanjutnya, prospek jika minyak atsiri ini diteruskan kepada BUMDes dan koperasi, bisa kita terapkan nanti,” tandasnya.